event
Pameran ‘Jumangkah’ di TBY Hadirkan Ratusan Karya Seniman Disabilitas Jogja
Jogja, (pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Suluh Sumurup Art Festival (SSAF) 2024 kembali menggelar pameran untuk disabilitas kedua kalinya. Mengangkat tema ‘Jumangkah’, SSAF 2024 merangkul perupa dan pelaku seni disabilitas di DIY maupun luar DIY.
Ketua Jogja Disability Art sekaligus kurator dalam SSAF, Sukri Budi Dharma mengatakan, tema SSAF 2024 tahun ini merupakan keberlanjutan dari tema SSAF 2023 yakni ‘Gegandengan’. Harapannya, melalui tema ini dapat membuka jejaring lebih luas dan mendorong seniman disabilitas untuk menghasilkan karya.
“Bedanya dengan tahun lalu itu pesertanya dari lokal. Tahun ini kami sudah mencoba membuka jejaring lebih luas, salah satunya membuka untuk teman-teman di provinsi lain. Tahun ini ada 12 provinsi,” katanya di Taman Budaya Yogyakarta, Senin (13/5/2024).
Sukri menjelaskan, setidaknya ada 202 karya dari 72 seniman yang dipamerkan pada 14-22 Mei 2024 di Taman Budaya Yogyakarta. Para seniman tersebut ada yang tergabung dalam organisasi juga karena beberapa disabilitas tidak bekerja secara perorangan, melainkan berkelompok.
“Ada yang bekerja secara komunitas seperti adik-adik down syndrome dan autis yang bekerja membuat karya bersama,” ujarnya.
Sukri mengungkapkan, karya-karya yang dihasilkan oleh seniman disabilitas ini sebagian besar berasal dari apa yang mereka lihat dalam keseharian. Diantaranya, isu lingkungan dan isu politik. Sebab selama ini, banyak karya-karya disabilitas yang hanya berbicara tentang dirinya. “Nah kami melihat teman-teman ini memiliki cara pandang tentang lingkungan dari luar dirinya. Dan itu satu poin yang saya pikir menarik bahwa teman-teman ini bukan di ruangnya dia saja tapi dia juga mengamati, memahami tentang kegelisahan di sekitarnya, ” jelasnya.

Pameran ‘Jumangkah’ di TBY Hadirkan Ratusan Karya Seniman Disabilitas
Salah satu tim kurator lainnya, Budi Irawanto mengungkapkan, dari 202 karya yang dipamerkan, dibuat oleh 7 komunitas seniman difabel Jogja dan 2 dari luar Jogja. Tercatat ada seniman dari Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Timur, Bali, Ambon hingga Sulawesi Utara yang ikut menampilkan karya.
“Peserta pameran mewakili spektrum disabilitas luas. Tidak hanya laki-laki tapi juga perempuan. Total peserta ada 72 baik perorangan maupun komunitas. Kami berharap, masyarakat secara luas bisa melihat bahwa karya teman-teman difabel ini sangat luar biasa,” bebernya.
Sementara Kepala Taman Budaya Yogyakarta, Purwiyati menambahkan, agenda Suluh Sumurup Art Festival yang mengambil tema Jumangkah terselenggara dengan dana alokasi khusus Kemendikbud melalui TBY. Ia ingin memberikan ruang inklusi pada difabel melalui seni rupa.
“Kami punya kegiatan yang inklusi, di mana TBY sudah melengkapi sarana ramah difabel. Harapannya ada ruang yang bisa didapatkan teman-teman difabel untuk unjuk karya seni. Kegiatan seni rupa untuk seniman difabel menjadi kegiatan tahunan yang harapannya terus berkelanjutan. Ini jadi pemenuhan hak untuk berekspresi dan berkreasi,” imbuhnya.
Selain pameran, diadakan pula Workshop Bahasa Isyarat, Workshop Batik Eco Print, UMKM Corner, Pertunjukan, Galeri Tour hingga Artis Talk.
(Ken).
-
Uncategorized4 minggu yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized4 minggu yang laluProses Pembebasan Lahan Berproses, Sekolah Internasional Bakal Segera Dibangun di Patuk
-
Uncategorized3 minggu yang laluMerintis Watusigar Gemilang, Feri Sulistyono Usung Digitalisasi dan Transparansi Pemerintahan
-
Uncategorized3 minggu yang laluCek Dapur MBG di Gunungkidul, Wakil Ketua Komisi VII Apresiasi SOP Pelaksanaan MBG
-
Uncategorized5 hari yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Uncategorized3 minggu yang laluWarga Kelor Pertanyakan Pembangunan Tower 72 Meter, Mengaku Tak Pernah Dilibatkan
-
Uncategorized4 minggu yang laluKelor Berubah, Kelor Berbenah, Wayahe Ganti Lurah
-
Uncategorized3 minggu yang laluPintu Depan Terkunci, Suami Temukan Istri Meninggal
-
Uncategorized4 minggu yang laluPeduli Kekeringan, GUBUK dan DWP BRIN Salurkan 37 Tangki Air Bersih untuk Warga Gunungkidul
-
Uncategorized4 minggu yang laluKelok 18 Dibuka Uji Coba, Rest Area Baru Bisa Dipakai Sekitar Setahun Lagi
-
Uncategorized1 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
-
Uncategorized3 minggu yang laluPemkab Gunungkidul Mulai Gunakan BTT Rp1,3 Miliar untuk Atasi Kekeringan
