Peristiwa
Pamit Cari Pakan Sejak Pagi, Mbah Parsi Hilang Misterius di Ladang Baon
Nglipar,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Parsi (70), warga Padukuhan Kwarasan Wetan, Desa Kedungkeris, Kecamatan Nglipar diketahui menghilang sejak Selasa (14/03/2018) pagi tadi. Korban yang mulanya berpamitan hendak mencari pakan ternak di Ladang Baon, Padukuhan Kwarasan Wetan, Desa Kedungkeris, Kecamatan Nglipar hingga Selasa malam ini belum diketemukan. Sejumlah personel kepolisian yang dipimpin oleh Kapolsek Nglipar, AKP Kasiwon serta dibantu oleh puluhan warga setempat hingga berita ini dilansir masih melakukan pencarian di area seputar Ladang Baon.
Diungkapkan oleh Kasiwon, sekitar pukul 07.00 WIB, korban berpamitan hendak mencari pakan ternak. Lantaran dianggap sebagai hal yang biasa, keluarga yang sama sekali tidak curiga kemudian mengizinkan Parsi pergi ke Ladang Baon.
“Korban ini pergi sendirian ke ladang,” ujar Kasiwon, Selasa malam.
Hal ganjil mulai dirasakan ketika hingga siang hari, Parsi tak kunjung pulang. Merasa khawatir, keluarga korban lantas melakukan pencarian di sekitar ladang. Meski telah menyusuri ladang tersebut selama beberapa waktu, namun korban tak kunjung juga ditemukan.
Keluarga semakin panik karena hingga petang hari, tak kunjung ada kabar mengenai keberadaan Parsi. Lantaran khawatir terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, keluarga lalu berinisiatif untuk melaporkannya ke Polsek Nglipar.
“Laporan baru masuk ke kami sekitar pukul 20.00 WIB,” ucap Kapolsek.
Mendapati laporan tersebut, pihaknya langsung menerjunkan personel untuk melakukan pencarian. Kasiwon memaparkan, meskipun menghilangnya Parsi masih belum sampai 1×24 jam, namun pihaknya memutuskan untuk segera melakukan penelusuran besar-besaran bersama dengan bantuan warga setempat.
“Korban ini sudah sepuh, jadi kita harus mengambil langkah cepat untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan,” lanjutnya.
Meski telah mengerahkan personel dan warga masyarakat, menurut Kasiwon hingga saat ini pencarian tersebut masih belum membuahkan hasil positif.
“Pencarian tetap kita lakukan, semoga saja bisa segera ketemu dan Mbah Parsi dalam keadaan baik-baik saja,” pungkasnya.
-
Uncategorized4 minggu yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized4 minggu yang laluProses Pembebasan Lahan Berproses, Sekolah Internasional Bakal Segera Dibangun di Patuk
-
Uncategorized3 minggu yang laluMerintis Watusigar Gemilang, Feri Sulistyono Usung Digitalisasi dan Transparansi Pemerintahan
-
Uncategorized3 minggu yang laluCek Dapur MBG di Gunungkidul, Wakil Ketua Komisi VII Apresiasi SOP Pelaksanaan MBG
-
Uncategorized5 hari yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Uncategorized3 minggu yang laluWarga Kelor Pertanyakan Pembangunan Tower 72 Meter, Mengaku Tak Pernah Dilibatkan
-
Uncategorized4 minggu yang laluKelor Berubah, Kelor Berbenah, Wayahe Ganti Lurah
-
Uncategorized3 minggu yang laluPintu Depan Terkunci, Suami Temukan Istri Meninggal
-
Uncategorized4 minggu yang laluKelok 18 Dibuka Uji Coba, Rest Area Baru Bisa Dipakai Sekitar Setahun Lagi
-
Uncategorized4 minggu yang laluPeduli Kekeringan, GUBUK dan DWP BRIN Salurkan 37 Tangki Air Bersih untuk Warga Gunungkidul
-
Uncategorized1 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
-
Uncategorized3 minggu yang laluPemkab Gunungkidul Mulai Gunakan BTT Rp1,3 Miliar untuk Atasi Kekeringan
