Uncategorized
Parah…!!! Modal Bumkal Ratusan Juta Diduga Raib Tak Berbekas
Ponjong, (pidjar.com)- Pengelolaan keuangan Badan Usaha Milik Kalurahan (Bumkal) Sidorejo, Kapanewon Ponjong, Kabupaten Gunungkidul tengah menjadi sorotan tokoh serta masyarakat setempat. Pasalnya modal yang dikelola oleh Bumkal seolah menguap begitu saja dan tanpa adanya pelaporan berkala yang jelas.
Ketua Bamuskal Sidorejo, Suwarno, mengatakan terhitung dari tahun 2024 sampai dengan 2026 ini operasional Bumkal Sidorejo tidak jelas. Bagaimana tidak, selama 2 tahun tersebut pengelola Bumkal tidak pernah melakukan pelaporan keuangan dan jalannya unit usaha yang dikelola pun juga tidak jelas.
“Dua tahun tidak pernah laporan, tahun 2025 itu sudah diperingatkan untuk laporan tapi tidak dilakukan. Di 2026 ini juga sama kemudian kami ambil tindakan tegas, bahwa harus laporan bagaimanapun laporannya kami minta,” papar Suwarno.
Beberapa waktu lalu, dari direktur hingga anggota pengurus Bumkal tetap tidak bisa memberikan pelaporan yang pasti. Padahal ada beberapa unit usaha yang dijalan seperti simpan pinjam, agen penyaluran minyak dan lainnya.
“Jadi pada saat itu kami lakukan penyertaan modal dari dana desa sebesar Rp 200 juta untuk operasional pembelian peralatan dan perlengkapan, kemudian untuk simpan pinjam dan agen penyaluran minyak itu. Tapi tidak tahu hasilnya,” tandasnya.
Dari Bamuskal sendiri belakangan juga mengumpulkan informasi dari masyarakat. Setelah dikroscek ternyata, simpan pinjam di Bumkal tersebut sudah tidak jalan. Padahal banyak warga yang dulu meminjam dan telah lunas, tapi setelah warga pengajuan pinjaman kembali tidak diberikan dengan alasan Bumkal tidak memiliki uang.
“Harusnya kan kalau uang itu sudah kembali ke Bumkal bisa diputar kembali untuk pinjaman nasabah tapi itu justru tidak, Direkturnya ngomong kalau tidak ada uang. Kemudian saldo antara penjualan, pembelian dan sisa stok minyak itu tidak balance tidak sesuai,” tambah dia.
Sebenarnya dari Bamuskal dan Pemkal Sidorejo sempat menginisiasi akan ada penyertaan modal kembali untuk operasional Bumdes. Namun kemudian urung dilakukan karena banyaknya permasalahan yang muncul dan tidak terselesaikan.
“Yang direncanakan untuk tambahan modal tidak jadi kemudian dikembalikan ke silpa Kalurahan. Kami sudah tidak percaya dengan kinerja direktur dan pengurus bumkal, bisa-bisa tambah ruwet kalau ditambah modal,” tegasnya.
Dari Bamuskal sendiri telah melakukan koordinasi dengan Pemerintah Kalurahan dan Kapanewon Ponjong agar kepengurusan Bumkal Sidorejo dibubarkan. Sebab yang terlibat didalamnya sudah tidak amanah.
“Ya kami minta dibubarkan saja, diganti dengan pengurus baru yang benar-benar berkompeten dan amanah, sehingga modal yang dikeluarkan dapat benar-benar bermanfaat bagi warga,” sambung Suwarno.
Bamuskal berharap persoalan pengelolaan keuangan Bumkal Sidorejo segera dituntaskan. Transparansi dan pertanggungjawaban keuangan dinilai penting sebelum penyertaan modal berikutnya kembali diberikan.
-
Uncategorized4 minggu yang laluMerintis Watusigar Gemilang, Feri Sulistyono Usung Digitalisasi dan Transparansi Pemerintahan
-
Uncategorized2 minggu yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Uncategorized4 minggu yang laluWarga Kelor Pertanyakan Pembangunan Tower 72 Meter, Mengaku Tak Pernah Dilibatkan
-
Uncategorized4 minggu yang laluPintu Depan Terkunci, Suami Temukan Istri Meninggal
-
Uncategorized3 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
-
event3 minggu yang laluZAP Fest 2026: The Glowverse Dimulai dari Yogyakarta, Raisa hingga Nassar Siap Meriahkan Perayaan Anniversary ZAP
-
Sosial2 minggu yang laluProfil AKBP Rosana, Kapolres Gunungkidul yang Pernah Ungkap Kasus 1 Ton Sabu
-
Uncategorized4 minggu yang laluPemkab Gunungkidul Mulai Gunakan BTT Rp1,3 Miliar untuk Atasi Kekeringan
-
Uncategorized4 minggu yang lalu149 Karya Inovatif ASN hingga Pelajar Gunungkidul Ramaikan Krenovamaskat Pelita Indah 2026
-
Uncategorized4 minggu yang lalu“Diri dan Liyan”, Ruang Perjumpaan Diri, Leluhur, dan Ingatan dalam Karya Dhewantara Manurung
-
Uncategorized3 minggu yang laluSempat Terdengar Mendengkur, Pria 30 Tahun di Siraman Justru Ditemukan Tak Bernyawa
-
Pemerintahan2 minggu yang laluKekeringan Meluas, 92.055 Jiwa di Gunungkidul Terdampak Krisis Air Bersih
