Connect with us

Uncategorized

85 Ribu Hektare Lahan Gunungkidul Dibidik untuk Bahan Bakar, Ini Komoditasnya

Diterbitkan

pada

Wonosari, (pidjar.com)- Sebanyak 85 ribu hektare lahan di Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), disiapkan untuk mendukung program pengembangan bioetanol. Lahan tersebut akan digunakan untuk budidaya dua komoditas utama, yakni jagung dan ubi kayu atau singkong.

Rencana tersebut merupakan bagian dari program Kementerian Pertanian (Kementan) untuk mendorong kemandirian energi berbasis komoditas pertanian. Gunungkidul menjadi salah satu daerah yang ditunjuk dalam program tersebut.

Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih mengatakan hal tersebut setelah menghadiri pertemuan khusus bersama Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman di kediaman Menteri di Jakarta.

Pertemuan tersebut dihadiri puluhan kepala daerah dari berbagai sentra produksi pertanian di Indonesia. Dalam kesempatan itu, para kepala daerah menandatangani persetujuan dan kesepakatan penyediaan lahan serta pembangunan pabrik bioetanol yang nantinya dilakukan melalui kolaborasi BUMN dan pihak swasta.

Berita Lainnya  Digusur Gedung KDMP, Warga Sumberejo Semin Kini Tak Lagi Punya Lapangan Sepakbola

“Alhamdulillah, Gunungkidul menjadi salah satu kabupaten yang oleh Pak Menteri Pertanian akan dikembangkan kemandirian energi bioetanol berbasis ubi ketela dan jagung,” kata Endah, Selasa (22/9/2026).

Endah menjelaskan, komitmen lahan yang disiapkan Gunungkidul terdiri atas 45 ribu hektare untuk tanaman jagung dan 40 ribu hektare untuk ubi kayu atau singkong. Dengan demikian, total lahan yang masuk dalam komitmen mencapai 85 ribu hektare.

Menurut Endah, komoditas jagung dan singkong nantinya tidak hanya dimanfaatkan sebagai hasil pertanian, tetapi juga diarahkan menjadi bahan baku produksi bioetanol.

Pemerintah juga berencana membangun pabrik bioetanol di daerah yang masuk dalam program tersebut. Pembangunan pabrik akan dilakukan melalui kolaborasi antara BUMN dan swasta.

Berita Lainnya  Tak Semua Pekerja di Gunungkidul Dilindungi Jamsostek

Program ini merupakan bagian dari percepatan pengembangan bioetanol secara nasional. Kementan menyiapkan lahan hingga 2 juta hektare yang akan ditanami tiga komoditas utama, yakni tebu, singkong, dan jagung.

Program tersebut melibatkan puluhan kepala daerah dari berbagai wilayah sentra produksi nasional, termasuk Gunungkidul.

Pengembangan bioetanol juga berkaitan dengan target pemerintah meningkatkan penggunaan bahan bakar nabati. Pemerintah menargetkan penerapan campuran bioetanol 10 persen atau E10 mulai 2027 dan secara bertahap menuju E50 atau campuran bioetanol sebesar 50 persen.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia sebelumnya menyampaikan target E50 diharapkan dapat mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor bensin produk jadi.

Bagi Gunungkidul, rencana tersebut juga diharapkan memberikan dampak terhadap sektor pertanian. Endah berharap keberadaan pabrik bioetanol nantinya menciptakan kepastian pasar bagi hasil panen petani.

Berita Lainnya  Lima Tips Agar Memasak Santan Tidak Pecah

“Semoga dengan didirikannya pabrik bioetanol di Gunungkidul, harga ubi kayu/singkong/ketela dan jagung semakin meningkat karena dibeli oleh negara,” ujarnya.

Endah berharap program tersebut dapat segera direalisasikan sehingga potensi pertanian Gunungkidul tidak hanya menjadi sumber pangan, tetapi juga ikut mendukung kebutuhan energi nasional.

Program itu juga diharapkan dapat mendukung visi pembangunan Gunungkidul Raya yang adil, makmur, lestari, dan berkeadaban.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Pariwisata2 bulan yang lalu

Kejuaraan Sepatu Roda Bupati Gunungkidul Cup III Digelar di Pantai, 458 Atlet dari 7 Provinsi Berebut Juara

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Tanjungsari, (pidjar.com)- Kejuaraan Open Sepatu Roda Bupati Gunungkidul Cup III 2026 hadir dengan konsep berbeda. Untuk pertama kalinya, lintasan...

Pariwisata3 bulan yang lalu

Pony Park Dibanjiri Wisatawan, Hadirkan Puluhan Satwa Lucu nan Unik

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Jogja,(pidjar.com) – Destinasi wisata edukasi satwa terbaru, Pony Park, resmi dibuka di Kabupaten Klaten. Kehadiran Pony Park mendapat sambutan...

Pariwisata3 bulan yang lalu

Hampir Capai Target Tahunan, Baru Juni Pendapatan Retribusi Wisata Telah Capai 35,8 Miliar

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)- Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor pariwisata Kabupaten Gunungkidul hampir mencapai target tahunan meski baru di pertengahan tahun 2026...

Pariwisata3 bulan yang lalu

Gunungkidul Geopark Night Specta 8.0 Masuk KEN 2026, Siap Promosikan Geopark Gunung Sewu ke Dunia

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari(pidjar.com)– Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga (Disparekrafpora) kembali menggelar Gunungkidul Geopark Night Specta (GNS) Vol. 8.0 di...

Pariwisata3 bulan yang lalu

Listrik Kerap Padam, Sistem Pungutan Retribusi Non Tunai di Pantai Gunungkidul Terganggu

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)–Penerapan sistem pembayaran retribusi wisata secara non-tunai di sejumlah Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) kawasan wisata pantai selatan Gunungkidul...

Berita Terpopuler