fbpx
Connect with us

Sosial

Pasien DBD Terus Membanjir, RSUD Wonosari Sediakan 4 Bangsal Khusus

Published

on

Wonosari,(pidjar.com)–Ratusan pasien Demam Berdarah mendapatkan perawatan di RSUD Wonosari sejak tiga bulan terakhir pada awal tahun 2020 ini. Hingga saat ini, tercatat puluhan pasien korban DBD masih menjalani rawat inap. Patut menjadi perhatian lantaran dari ratusan pasien tersebut, didominasi oleh anak-anak.

Kabid Pelayanan Medik dan Keperawatan RSUD Wonosari, Triyani Heni Astuti mengatakan, sejak Januari 2020 pihaknya mencatat sudah merawat 295 pasien DBD. Sebagian besar dari mereka berhasil sembuh. Namun ada sekitar 34 pasien yang masih menjalani rawat inap.

“Ada dua orang meninggal dari jumlah ratusan tersebut. Lainnya berhasil sembuh dan masih 34 yang dirawat,” ujar dia, Kamis (11/03/2020).

Heni menjelaskan, dari ratusan pasien DBD tersebut banyak didominasi oleh anak-anak. Hal ini sedikit berbeda dibanding tahun sebelumnya yang lebih merata.

Berita Lainnya  Polres Gunungkidul Redam Isu Ajakan Demo Bagi Pelajar

“Pasien positif DBD tidak hanya orang dewasa saja tapi sebagian besar justru anak-anak,” kata Triyani tanpa menyebutkan angka pasti.

Ia menambahkan, pada umumnya, pasien DBD mengalami gejala demam tinggi disertai pusing hingga lemas. Selain itu, gejala yang kasat mata dapat dilihat yakni munculnya bintik merah pada kulit.

“Jumlah ini (295) tergolong tinggi dan peningkatannya memang signifikan. Untuk itu kita siapkan 4 bangsal, khusus untuk pasien DBD,” jelas dia.

Heni menghimbau kepada masyarakat untuk mengamati lingkungan sekitar dan segera menutup atau membuang genangan air yang ada. Sehingga nantinya, genangan tersebut tidak digunakan untuk perkembangbiakan nyamuk yang menjadi penyebab penyakit tersebut.

Terpisah Kepala Dinkes, Dewi Irawaty menambahkan, aktifitas nyamuk aedes aegypty juga ada jamnya yakni, pada pagi muncul antara pukul 8.00-10.00 WIB. Sementara pada sore hari mulai pukul 15.00 hingga 16.00 WIB.

Berita Lainnya  Ragam Cara Pelanggar Lalu Lintas Hindari Hukum, Dari Merengek, Merayu, Hingga Pura-pura Jajan di Warung

“Kita himbau kepada masyarakat untuk melakukan pencegahan dengan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN), selain itu juga harus menerapkan pola hidup bersih dan sehat, pencegahan juga dengan menerapkan program 3 M, mengubur, menguras dan menutup tempat-tempat yang berisiko jadi lokasi perkembangbiakan, nyamuk demam berdarah,” pungkas Dewi.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler