Sosial
Pasien Positif Reparasi Antena di Rumahnya, Warga Tawarsari Sempat Ngotot Ingin Dirapid Test
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–MT, warga Padukuhan Tawarsari, Desa Wonosari memilih untuk melaksanakan isolasi mandiri. Inisiatif ini dilakukan setelah yang bersangkutan khawatir lantaran sempat berinteraksi langsung dengan salah seorang pasien positif Kecamatan Wonosari. MT bahkan juga meminta untuk dilakukan rapid test.
Lurah Desa Wonosari, Tumijo mengungkapkan, salah seorang warganya ini ngotot ingin ikut rapid test karena sempat meminta tolong salah seorang pasien positif membetulkan antena TV di rumahnya. Kendati MT tak bersentuhan langsung dengan pasien tersebut, namun hal tersebut tetap membuat yang bersangkutan dilanda ketakutan tertular maupun menularkan.
“Pasien positif ini datang ke rumah MT sebelum dinyatakan positif,” ungkapnya, Rabu (06/05/2020).
Tumijo menambahkan, sebenarnya pada saat itu, tidak terjadi kontak langsung antara pasien positif Covid19 itu dengan MT maupun keluarganya. Namun ketakutan melanda MT setelah beberapa hari kemudian, ibu rumah tangga tersebut menerima kabar bahwa laki-laki yang membetulkan antena di rumahnya ternyata reaktif rapid test. MT semakin ketakutan setelah dalam perkembangannya, hasil swab test pria tersebut juga positif.
Ia kemudian memutuskan untuk melaksanakan karantina mandiri. Langkah MT sendiri mendapatkan dukungan dari warga sekitar. Selain dukungan moral, warga juga patungan untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari MT.
Dilanjutkan Tumijo, MT juga sempat ke Puskemas untuk melaksanakan rapid test. Ia sempat ditolak oleh pihak puskesmas karena rapid tes hanya diperbolehkan untuk warga yang masuk dalam tracing Dinas Kesehatan Gunungkidul.
“Ibu MT sempat ditolak Puskemas saat minta dirapid test karena datang mandiri tidak berdasarkan tracking, setelah dijelaskan pernah interaksi pasien positif, akhirnya bisa dicek,” tutur Tumijo.
Adapun hasil dari rapid test yang dilakukan sendiri negatif. Namun begitu, hingga saat ini, MT masih terus menjalani karantina mandiri.
Tumijo berharap, apa yang dilakukan MT ini bisa dicontoh warga lainnya. Pihaknya berkomitmen penuh untuk mendukung warganya yang inisiatif untuk isolasi mandiri seusai kontak dengan pasien positif.
“Kami akan dukung, kebutuhan pokok bisa bareng-bareng dibantu, masyarakat lainnya mohon selalu waspada dan tenang,” jelasnya.
Sementara itu, juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid19 Kabupaten Gunungkidul, Dewi Irawati, mengungkapkan, untuk rapid test saat ini memang hanya dilakukan untuk kalangan tertentu saja yang ada kaitannya dengan penyebaran virus ini. Ia mengatakan, rapid tes ini dilaksanakan terbatas pada pendatang dari daerah transmisi lokal, pekerja migram atau TKI, Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan juga Pasien Dalam Pengawasan (PDP) serta Orang Tanpa Gejala (OTG). Di mana hanya diutamakan orang yang memiliki kontak erat dengan pasien positif Covid19.
“Kami tidak melakukan penelusuran keberadaan peserta Jemaah Tablig Jakarta ataupun Gereja di Bogor dan hanya bergantung pada perkembangan contac tracking. Demikian juga dengan rapid test, mereka belum akan melaksanakannya secara massal,” jelasnya.
Sementara untuk rapid test pada kalangan umum, pemerintah masih belum bisa melakukan karena keterbatasan alat rapid tes.
“Alat yang ada sangat terbatas. Sehingga belum untuk umum,” tambahnya.
Di Gunungkidul sendiri telah ada 15 warga yang hasil rapid test reaktif. Belasan orang ini diisolasi di RSUD Saptosari. Selain itu juga ada 5 lainnya yang menjalani isolasi secara mandiri di rumah mereka masing-masing.
“Semuanya OTG, orang tanpa gejala. Tidak ada keluhan dari mereka,” tutup Dewi.
-
Uncategorized22 jam yang laluDerita Suami Pasien Bersalin RSUD Wonosari, Bayi Meninggal, Luka Bekas Operasi Istri Bernanah Berbulan-bulan
-
Uncategorized5 hari yang laluAbsen Dalam Puncak HUT Gunungkidul Buat Rumor Bupati dan Wakil Bupati Jothakan Makin Santer, Ini Klarifikasi Joko Parwoto
-
Uncategorized3 minggu yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
event3 minggu yang laluZAP Fest 2026: The Glowverse Dimulai dari Yogyakarta, Raisa hingga Nassar Siap Meriahkan Perayaan Anniversary ZAP
-
Uncategorized3 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
-
Sosial2 hari yang lalu9.500 Hektare Lahan Jagung di Gunungkidul Disiapkan untuk Pengembangan Energi Berbasis Hayati
-
Sosial3 minggu yang laluProfil AKBP Rosana, Kapolres Gunungkidul yang Pernah Ungkap Kasus 1 Ton Sabu
-
Pemerintahan2 minggu yang laluBrandu Masih Ditemukan, Pemkab Gunungkidul Perkuat Edukasi Cegah Penularan Antraks
-
Uncategorized1 minggu yang laluKonser Amal Hari Jadi Gunungkidul ke-196 Raup Rp124 Juta, Donasi Sepenuhnya Untuk Droping Air
-
Pariwisata3 minggu yang laluOnsen Resort Kaliurang, Tawarkan Pengalaman Menginap Bernuansa Jepang di Lereng Merapi
-
Uncategorized20 jam yang laluGadaikan Motor Rekannya, Seorang Pemuda Diringkus Polisi
-
Uncategorized17 jam yang laluDukung Program Strategis Pemerintah, KSPSI Dorong Penguatan Pengawasan Hingga Level Bawah
