Connect with us

Pemerintahan

Pedagang Bahan Pokok Diminta Tak Layani Pembelian Dalam Jumlah Tak Wajar

Diterbitkan

pada

Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Gunungkidul menghimbau kepada seluruh pedagang khususnya pedagang bahan pokok untuk tidak melayani masyarakat yang melakukan pembelian bahan pokok dengan jumlah tak wajar. Langkah ini dilakukan agar nantinya tidak ada panic buying yang mengarah pada penimbunan.

“Semua warga masih normal dalam membeli bahan pokok,” ujar Sekretaris Disperindag Gunungkidul, Virgilio Soriano, Sabtu (04/04/2020).

Sejak mewabahnya virus ini, Disperindag sudah mewanti-wanti kepada pedagang baik kelontong toko jejaring hingga swalayan untuk tidak melayani pembelian dalam jumlah yang banyak. Hal ini menjadi penting dengan harapan kebutuhan bahan pokok bisa merata dibeli oleh masyarakat.

“Jika ada aksi borong-borong nanti pasti ada yang tidak kebagian,” imbuh Virgilio.

Sejauh ini, pihaknya terus melakukan koordinasi lintas sektoral. Khususnya berkaitan dengan stok bahan pokok untuk beberapa bulan ke depan. Kontrol sendiri selalu dilakukan sehingga apabila ada yang kurang, pihaknya kemudian langsung mengambil langkah untuk mengisi kekurangan stok tersebut.

“Rapat sudah, salah satunya untuk menjaga stok sembako enam bulan ke depan agar terus aman,” beber dia.

Namun demikian, pihaknya mengaku masih ada bahan pokok yang mengalami harga tinggi di pasar. Ia memberi contoh perihal komoditi gula pasir. Menurut dia tingginya harga bahan pokok yang satu ini akan selesai hingga musim giling selesai. Sehingga, ketika gula pasir sudah turun, maka seluruh bahan pokok bisa dipastikan akan kembali normal.

Berita Lainnya  Bangun Selasar Senilai Miliaran di Pasar Argosari, Pemkab Hidupkan Pusat Kuliner di Tengah Kota

“Ketika masa giling selesai harapannya stok aman dan kebutuhan masyarakat bisa terlayani dengan baik, sekarang harganya cukup tinggi sekitar Rp. 19 ribu per kilo,” tandas dia.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Pariwisata1 hari yang lalu

Listrik Kerap Padam, Sistem Pungutan Retribusi Non Tunai di Pantai Gunungkidul Terganggu

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)–Penerapan sistem pembayaran retribusi wisata secara non-tunai di sejumlah Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) kawasan wisata pantai selatan Gunungkidul...

bisnis4 hari yang lalu

Pony Park Klaten Usung Konsep Wisata Ramah Hewan, Edukasi Interaktif Jadi Daya Tarik Utama

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Klaten,(pidjar.com)– Kehadiran Pony Park Klaten (POPA) yang dijadwalkan resmi dibuka pada 28 Juni 2026 tidak hanya menawarkan destinasi wisata...

Pariwisata1 minggu yang lalu

Libur Sekolah, Obyek-obyek Wisata Mulai Dibanjiri Siswa Study Tour

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)-Libur sekolah tahun 2026 mulai menggerakkan sektor pariwisata di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) termasuk juga di Gunungkidul. Saat...

Pariwisata3 minggu yang lalu

Camping Syahdu di Pantai Watukodok

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)– Gunungkidul memamg menjadi gudangnya wisata alam di DIY. Bagaimana tidak, gugusan pantai selatan Kabupaten Gunungkidul menyuguhkan panorama pesisir...

Pariwisata2 bulan yang lalu

Mulai Pertengahan Mei Mendatang, TPR Baron Direncanakan Hanya Layani Pembayaran Retribusi Non-Tunai

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)– Pemerintah Kabulaten Gunungkidul terus berbenah dalam memperkuat tata kelola retribusi yang lebih transparan, efisien, dan adaptif terhadap perkembangan...

Berita Terpopuler