fbpx
Connect with us

Pemerintahan

Pedagang Bahan Pokok Diminta Tak Layani Pembelian Dalam Jumlah Tak Wajar

Published

on

Wonosari,(pidjar.com)–Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Gunungkidul menghimbau kepada seluruh pedagang khususnya pedagang bahan pokok untuk tidak melayani masyarakat yang melakukan pembelian bahan pokok dengan jumlah tak wajar. Langkah ini dilakukan agar nantinya tidak ada panic buying yang mengarah pada penimbunan.

“Semua warga masih normal dalam membeli bahan pokok,” ujar Sekretaris Disperindag Gunungkidul, Virgilio Soriano, Sabtu (04/04/2020).

Sejak mewabahnya virus ini, Disperindag sudah mewanti-wanti kepada pedagang baik kelontong toko jejaring hingga swalayan untuk tidak melayani pembelian dalam jumlah yang banyak. Hal ini menjadi penting dengan harapan kebutuhan bahan pokok bisa merata dibeli oleh masyarakat.

“Jika ada aksi borong-borong nanti pasti ada yang tidak kebagian,” imbuh Virgilio.

Sejauh ini, pihaknya terus melakukan koordinasi lintas sektoral. Khususnya berkaitan dengan stok bahan pokok untuk beberapa bulan ke depan. Kontrol sendiri selalu dilakukan sehingga apabila ada yang kurang, pihaknya kemudian langsung mengambil langkah untuk mengisi kekurangan stok tersebut.

Berita Lainnya  Pemerintah Perbolehkan Rumah Ibadah Dibuka Kembali Dengan Syarat

“Rapat sudah, salah satunya untuk menjaga stok sembako enam bulan ke depan agar terus aman,” beber dia.

Namun demikian, pihaknya mengaku masih ada bahan pokok yang mengalami harga tinggi di pasar. Ia memberi contoh perihal komoditi gula pasir. Menurut dia tingginya harga bahan pokok yang satu ini akan selesai hingga musim giling selesai. Sehingga, ketika gula pasir sudah turun, maka seluruh bahan pokok bisa dipastikan akan kembali normal.

“Ketika masa giling selesai harapannya stok aman dan kebutuhan masyarakat bisa terlayani dengan baik, sekarang harganya cukup tinggi sekitar Rp. 19 ribu per kilo,” tandas dia.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler