fbpx
Connect with us

Pariwisata

Anggaran 9,8 Miliar Dialihkan, Penataan 3 Pantai Besar Ditunda

Diterbitkan

pada tanggal

Wonosari,(pidjar.com)–Sebelum adanya pandemi covid 19, Pemerintah Kabupaten Gunungkidul merencanakan program penataan kawasan wisata pantai. Hal ini dilakukan untuk mempercantik obyek wisata, membuat nyaman serta aman bagi para pengunjung pantai selatan Gunungkidul. Adapun 3 obyek pantai yang akan dilakukan penataan yakni pantai Baron, Krakal, dan Drini.

Belum sempat semuanya terealisasi, tahapan lanjutan berkaitan dengan penataan tiga pantai ini telah dihentikan sementara. Hal ini sesuai dengan arahan pemerintah pusat di mana hampir seluruh anggaran dialihkan untuk penanganan pandemi covid19.

Sekretaris Dinas Pariwisata Gunungkidul, Harry Sukmono mengungkapkan, tahapan penataan kawasan pantai ini terhenti sejak bulan lalu. Anggaran yang semula akan digunakan untuk penataan, saat ini lebih difokuskan untuk penanganan covid 19. Rencana awal, untuk penataan kawasan pantai akan dilakukan bersamaan oleh pemerintah.

Dana miliaran rupiah dari berbagai sumber sebelumnya telah dipersiapkan. Sebagaimana diketahui, penantaan ini telah digagas beberapa tahun silam dan sebenarnya akan segera direalisasikan. Namun dalam perkembangannya, justru terhambat karena adanya pandemi.

Berita Lainnya  Instruksi Pusat Belum Turun, Penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai di Gunungkidul Tak Jelas

“Semua terhenti. Rencananya untuk penataan memang akan dilakukan berbarengan di 3 pantai itu,” terang Harry Sukmono, Kamis (11/06/2020).

Adapun dana yang dialokasikan pada tahun ini, Pantai Baron mendapat kucuran dana istimewa sebesar 6 miliar rupiah. Kemudian Pantai Krakal 1,4 miliar rupiah yang berasal dari dana alokadi khusus, dan Pantai Drini mencapai 2,4 miliar rupiah. Untuk penataan masing-masing pantai dilakukan secara bertahap melihat kondisi dan potensi yang ada.

Sejauh ini, belum diketahui secara pasti kapan rencana penataan kawasan pantai ini dapat terealisasi. Dari pemerintah sendiri masih menunggu arahan dan melakukan koordinasi dengan lembaga lainnya.

“Harapannya tahun depan bisa dialokasikan lagi,” tambahnya.

Menurutnya, tidak hanya penataan kawasan pantai saja yang terhenti. Sejumlah program kegiatan yang sudah digagas oleh dinas pariwisata telah terpaksa ditunda bahkan ada pula yang batal diselenggarakan.

Berita Lainnya  Lindungi Petani Dari Permainan Harga Tengkulak, Pemerintah Akan Bangun Bangsal Pasca Panen

Sementara itu, Kepala Bappeda Gunungkidul, Sri Suhartanta menambahkan, penataan obyek wisata pantai ini termasuk dalam anggaran yang direfocusing dan kemudian ditempatkan pada Belanja Tidak Terduga (BTT). Hal tersebut sesuai dengan amanat Keputusan Bersama Menteri Dalam Negeri dan Menteri Keuangan dengan merasionalisasi belanja barang dan jasa dan belanja modal ke belanja tidak terduga.

“Masih menunggu perkembangan lebih lanjut bagaimana dengan memperhatikan perkembangan dan persebaran covid,” ucap Sri Suhartanta.

Adapun penataan ini nantinya untuk memperhatikan estetika pantai. Lapak-lapak pedagang nantinya akan dibangun menjauh dari bibir pantai. Sejumlah fasilitas seperti jalur evakuasi untuk mitigasi bencana juga akan disediakan.

Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler