Uncategorized
Penataan PKL di Kawasan Baleharjo, Pemkab Gunungkidul Buka Pasar Ramadan di Kompleks Besole
Wonosari,(pidjar.com)- Terhitung tanggal 18 Februari 2026 kemarin, Pemerintah Kabupaten Gunungkidul melalui Satpol PP melakukan penertiban Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berada di sepanjang jalan Baron tepatnya di trotoar jalan kawasan Ruko Besole serta Jalan Mgr. Soegiyopranoto. Selain menerapkan peraturan daerah, penertiban ini dimaksudkan agar para pedagang tidak mengganggu akses lalu lintas di kawasan tersebut.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemkab Gunungkidul, Chairul Agus Mantara mengatakan, penataan PKL yang dilakukan oleh Satpol PP merupakan bagian dari strategi pemerintah dalam mewujudkan ruang publik yang tertib, sesuai dengan peruntukanya, indah dan nyaman.
Meski dilakukan penertiban, namun pemerintah sendiri memberikan ruang atau lokasi relokasi bagi para pedagang. Adapun bertepatan dengan bulan puasa ini, pemerintah kabupaten dan pemerinrah Kalurahan Baleharjo membuka Pasar Ramadan di kawasan Besole.
“Penataan ini adalah sebagai upaya penegakan aturan yang ada. Pemerintah berupaya menata dengan menyediakan tempat yang bisa digunakan untuk tetap berjualan meski lokasinya berpindah,” ucapnya.
Pantauan di lapangan memang di sepanjang jalan Baron serta Jalan Soegiyopranoto saat ini sudah bersih dari PKL. Sebagian dari mereka memilih berpindah Pasar Ramadan yang telah disediakan oleh pemerintah, baik di sisi utara maulun tengah Ruko Besole.
Namun ada juga kemudian memilih untuk pindah lokasi seperti di depan pertokoan di sisi barat dan sisi selatan. Di Pasar Ramadan sendiri terdapat beberapa pedagang makanan berat serta takjil untuk berbuka. Mulai dari pedagang somay, minuman kekinian, jajanan ringan, lauk pauk dan lain sebagainya
Setiap sore aktivitas jual beli pun juga mulai hidup di lokasi baru ini. Di lorong tengah kompleks besole juga terdapat beberapa pedagang rujak yang setiap sorenya berjualan. Selain itu juga ada jenis jajanan lain.
Salah satu pedagang, Nur mengatakan, dulunya ia berjualan rujak Jalan Mgr. Soegiyopranoto. Saat ada kebijakan penertiban dan relokasi ke Pasar Ramadan di kawasan Besole dirinya memilih untuk mengikuti aturan pemerintah meski membutuhkan adaptasi baru.
“Proses relokasi memang sangat cepat. Saya dan beberapa pedagang lain memilih untuk mengikuti arahan pemerintah,” ucapnya.
Menurutnya, ada sebagian yang sedikit bergeser, namun berada di kawasan yang sama dengan menyewa halaman perkarangan atau kios.
“Tidak semua pindah ke sini. Ada yang memilih bergeser lalu menyewa tempat, yang lain lagi saya tidak tahu di mana,” imbuhnya.
Dengan kebijakan pemerintah ini, ia bersama dengan pedagang lain berharap adanya fasilitas yang mendukung. Mulai peningkatan infrastruktur, agar pedagang dan pengunjung lebih nyaman. Serta branding agar pengunjung lebih banyak lagi.
Salah seorang pengunjung Pasar Ramadan, Ana mengatakan, untuk saat ini pedagang yang berjualan di Pasar Ramadan Besole lumayan ramai. Untuk pilihan makanan yang dijajakan pun juga beragam.
“Pilihannya (takjil) ada banyak. Lokasinya juga luas,”pungkasnya.
-
Uncategorized4 minggu yang laluMerintis Watusigar Gemilang, Feri Sulistyono Usung Digitalisasi dan Transparansi Pemerintahan
-
Uncategorized2 minggu yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Uncategorized4 minggu yang laluWarga Kelor Pertanyakan Pembangunan Tower 72 Meter, Mengaku Tak Pernah Dilibatkan
-
Uncategorized4 minggu yang laluPintu Depan Terkunci, Suami Temukan Istri Meninggal
-
Uncategorized2 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
-
event2 minggu yang laluZAP Fest 2026: The Glowverse Dimulai dari Yogyakarta, Raisa hingga Nassar Siap Meriahkan Perayaan Anniversary ZAP
-
Uncategorized4 minggu yang laluPemkab Gunungkidul Mulai Gunakan BTT Rp1,3 Miliar untuk Atasi Kekeringan
-
Sosial2 minggu yang laluProfil AKBP Rosana, Kapolres Gunungkidul yang Pernah Ungkap Kasus 1 Ton Sabu
-
Uncategorized4 minggu yang lalu149 Karya Inovatif ASN hingga Pelajar Gunungkidul Ramaikan Krenovamaskat Pelita Indah 2026
-
Uncategorized4 minggu yang lalu“Diri dan Liyan”, Ruang Perjumpaan Diri, Leluhur, dan Ingatan dalam Karya Dhewantara Manurung
-
Uncategorized3 minggu yang laluSempat Terdengar Mendengkur, Pria 30 Tahun di Siraman Justru Ditemukan Tak Bernyawa
-
Pemerintahan2 minggu yang laluKekeringan Meluas, 92.055 Jiwa di Gunungkidul Terdampak Krisis Air Bersih
