Uncategorized
91.436 Warga Terdampak Kekeringan, BPBD Gunungkidul Siapkan 1.008 Tangki Tambahan
Wonosari,(pidjar.com)– Kekeringan yang melanda sejumlah wilayah Kabupaten Gunungkidul terus berdampak terhadap pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat. Hingga Selasa (1/9/2026), tercatat sebanyak 91.436 jiwa dari 27.805 kepala keluarga (KK) terdampak kekeringan yang tersebar di 353 padukuhan pada 70 kalurahan.
Subkoordinator Logistik dan Peralatan Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Gunungkidul, Arief Prasetyo mengatakan, kondisi tersebut terjadi seiring berlangsungnya musim kemarau dan perubahan cuaca yang berdampak terhadap ketersediaan sumber air masyarakat.
“Dampak kekeringan dirasakan oleh 91.436 jiwa dari 27.805 KK yang berada di 795 RT, 353 padukuhan dan 70 kalurahan,” kata Arief, Selasa (1/9/2026).
Untuk membantu memenuhi kebutuhan warga, BPBD Gunungkidul hingga saat ini telah menyalurkan bantuan air bersih sebanyak 648 rit atau tangki. Selain itu, distribusi juga dilakukan oleh pemerintah kapanewon sebanyak 1.070 rit, sedangkan bantuan dari pihak CSR mencapai 116 rit.
Untuk distribusi BPBD, wilayah dengan penyaluran terbanyak salah satunya berada di Kapanewon Tepus. Di wilayah tersebut, air bersih telah disalurkan ke Giripanggung sebanyak 56 rit atau 312.000 liter, Purwodadi 44 rit atau 236.000 liter, Sumberwungu 60 rit atau 340.000 liter, Tepus 76 rit atau 416.000 liter, dan Sidoharjo 16 rit atau 92.000 liter.

Sementara di Kapanewon Rongkop, distribusi dilakukan ke Semugih sebanyak 108 rit atau 616.000 liter, Petir 4 rit atau 20.000 liter, Bohol 12 rit atau 100.000 liter dan Melikan 12 rit atau 68.000 liter.
Adapun di Kapanewon Panggang, distribusi menyasar Girikarto sebanyak 24 rit atau 136.000 liter, Girimulyo 20 rit atau 108.000 liter, Girisekar 12 rit atau 64.000 liter dan Girisuko 4 rit atau 24.000 liter.
Distribusi juga dilakukan di Saptosari, Wonosari, Ngawen, Semin, Ponjong, Girisubo, Purwosari dan Nglipar sesuai dengan kebutuhan wilayah terdampak.
Arief mengungkapkan, kondisi persediaan anggaran untuk dropping air saat ini mulai menipis. Dari total kuota yang disediakan BPBD sebanyak 800 tangki, tersisa sekitar 152 rit atau tangki.
“Kuota yang tersedia saat ini diperkirakan hanya mampu mencukupi kebutuhan dropping air sekitar delapan hari ke depan,” jelasnya.
Untuk mengantisipasi habisnya kuota tersebut, BPBD telah mengusulkan tambahan anggaran melalui Belanja Tidak Terduga (BTT). Usulan tersebut untuk pengadaan tambahan 1.008 tangki air bersih.
Menurut Arief, proses review dan finalisasi usulan tersebut telah dilakukan oleh Inspektorat Daerah Gunungkidul. Pada Senin (31/8/2026), BPBD menerima rekomendasi sejumlah perbaikan untuk kemudian dilakukan penyesuaian sebelum usulan kembali diajukan.
“Kami berharap sebelum anggaran APBD murni habis, BTT sudah dapat diakses sehingga dropping air tetap berjalan,” ujarnya.
Terlebih, anggaran dropping air yang dikelola kapanewon saat ini juga telah habis. Dengan demikian, kebutuhan distribusi air bersih selanjutnya harus mendapat dukungan dari BPBD.
Tambahan 1.008 tangki tersebut diproyeksikan mampu mencukupi kebutuhan air bersih masyarakat terdampak hingga akhir November 2026.
“Estimasi sampai akhir November dengan distribusi per hari sekitsr 15 tangki,” sambung dia.
Arief menegaskan, penanganan kekeringan tidak hanya dilakukan melalui dropping air. BPBD bersama Tim Reaksi Cepat (TRC) dan pihak terkait juga melakukan assessment di wilayah terdampak, memberikan dukungan personel, bantuan peralatan dan perbekalan, serta menyediakan atau meminjamkan bak penampungan air melalui pemerintah maupun CSR.
Pihak CSR juga diharapkan berkoordinasi dengan BPBD dalam penyaluran bantuan air bersih agar distribusi benar-benar tepat sasaran dan tidak terjadi tumpang tindih bantuan.
Di sisi lain, masyarakat di wilayah terdampak diminta menghemat penggunaan air dengan memprioritaskannya untuk kebutuhan pokok. Warga juga diimbau memperbaiki kebocoran saluran maupun tempat penampungan air, menjaga kebersihan sumber air, serta menampung air hujan apabila masih tersedia.
“Termasuk meningkatkan kepedulian terhadap kelompok rentan seperti lansia, balita dan penyandang disabilitas,” imbuh Arief.
BPBD juga mengingatkan masyarakat agar terus mengikuti informasi prakiraan cuaca dan peringatan dini dari BMKG serta mematuhi arahan pemerintah daerah selama kondisi kekeringan masih berlangsung.
-
Uncategorized3 minggu yang laluTak Ikut Aksi di Istana, PPPK Gunungkidul Tetap Serukan Desakan Kepastian Status Kontrak
-
Uncategorized2 minggu yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized4 minggu yang laluSempat Diancam Akan Dilindas Lehernya, Dua Remaja Babak Belur Dihajar Kelompok Pemuda Silat
-
Uncategorized4 minggu yang lalu9.000 Penerima Bansos Gunungkidul Disetop karena Terindikasi Judi Online
-
Uncategorized4 minggu yang laluKelok 23 Tuntas 100 Persen, Akses Gunungkidul-Bantul dengan View Laut Selatan Segera Dibuka
-
Uncategorized4 minggu yang laluSaling Bajak Kader Antara PSI dan NasDem Gunungkidul Makin Seru, Ini Tanggapan Sang Ketua
-
Uncategorized4 minggu yang laluPenerima PKH di Gunungkidul Turun 2.000 Orang, Ini Penyebabnya
-
Uncategorized3 minggu yang laluBupati Turun Tangan, Polemik Seleksi Ulu-Ulu Siraman Mulai Ditelusuri
-
Uncategorized3 minggu yang laluGunungkidul Jajaki Kerjasama dengan Korea Selatan, Buka Peluang Jadi Pekerja Musiman
-
Uncategorized3 minggu yang laluTolak Tawaran Uang Damai, Korban Penganiayaan Brutal Oknum Pesilat Bersikukuh Tak Cabut Laporan
-
Uncategorized3 minggu yang laluSiaga Darurat Gunungkidul Diperpanjang 3 Bulan, Kemarau Diprediksi hingga November
-
Uncategorized3 minggu yang laluKemarau Panjang, 53 Kejadian di Gunungkidul Hanguskan 51 Hektare
