fbpx
Connect with us

Peristiwa

Pencuri Satroni Toko Mebel di Siang Bolong, Dompet Berisi Uang Jutaan Dibawa Kabur

Diterbitkan

pada

Wonosari,(pidjar.com)–Aksi pencurian akhir-akhir ini kembali merajalela di wilayah Gunungkidul. Para pelaku memanfaatkan situasi kelengahan target yang telah diincarnya. Yang lebih menakutkan, para penjahat ini juga tak mengenal waktu. Di siang bolong pun mereka tak ragu untuk melancarkan aksi nekatnya.

Rabu (13/03/2019) siang tadi, sebuah toko mebel yang terletak di pinggir jalan Wonosari-Semanu, tepatnya di Padukuhan Wukirsari, Desa Baleharjo, Kecamatan Wonosari dijarah pencuri. Uang tunai sebesar 6 juta raib dibawa kabur oleh dua orang laki-laki misterius.

Kepada pidjar.com, pemilik toko mebel Karya Manunggal yang menjadi korban pencurian tersebut, Novia mengungkapkan, aksi pencurian yang dialami dirinya terekam oleh sejumlah CCTV yang terpasang di dalam toko. Sekitar pukul 14.58 WIB, dua laki-laki datang ke tokonya untuk melihat-lihat barang. Satu laki-laki kemudian bernegosiasi dengan karyawannya mengenai harga kasur di sisi barat. Kemudian satu laki-laki lain berkeliling toko. Secara diam-diam, lelaki tersebut kemudian menuju meja kasir. Saat itu pula laki-laki yang tidak dikenal tersebut melancarkan aksinya, berjalan merunduk dari belakang meja kasir yang kemudian mengambil sebuah dompet yang tersimpan di laci.

“Di meja kasir sebenarnya ada anak saya yang masih balita duduk sembari bermain laptop, tapi ya namanya anak-anak mungkin dia tidak begitu paham. Selain mengambil dompet, pelaku juga awalnya mau mengambil tas laptop yang ada di dekat meja kasir, tidak jadi mungkin karena anak saya tahu,” terang Novia saat ditemui, Rabu sore.

Satu pelaku lain bertugas untuk mengelabuhi penjaga toko. Di mana negosiasi antara pelaku dengan penjaga dilakukan di bagian barat toko dan agak jauh dari meja kasir yang tertutup tiang penyangga dan tumpukan barang.

Berita Lainnya  Sarang Lebah Yang Mengamuk Berhasil Dievakuasi, Jalur Pendakian Gunung Api Purba Nglanggeran Kembali Dibuka

“Awalnya ada tawar menawar antara karyawan saya dengan laki-laki itu, tapi setelah deal harga kasur dia (laki-laki) justru tidak jadi beli dan pergi begitu saja,” ucapnya.

Saat kejadian, Novia mengaku sedang tidak di dalam toko. Ia saat itu pulang untuk mencari suaminya mengikat barang-barang yang dipesan.

“Pas balik mau ambil uang kembalian tapi dompetnya sudah tidak ada,”tambah dia.

Adapun kerugian diperkirakan mencapai 6 juta, mengingat uang yang didimpan pada dompet tersebut adalah uang hasil penjualan sepanjang Rabu. Oleh korban, aksi pencurian itu kemudian dilaporkan ke Polres Gunungkidul.

Petugas melakukan olah TKP

Aksi para pelaku sendiri terekam begitu jelas pada beberapa perangkat CCTV yang terpasang. Bahkan saat awal pelaku datang pun juga terlihat jelas. Namun untuk jenis kendaraan masih dipelajari karena tidak begitu jelas dan terlihat gelap layaknya tertutup plastik.

Berita Lainnya  Longsor di Ponjong Serta Nglipar Rusak Talud Senilai Ratusan Juta dan Tembok Rumah Warga

Kepala SPKT Polres Gunungkidul, Ipda Triman didampingi anggota Reskrim Polsek Wonosari mengungkapkan, jika pihaknya telah mendapat laporan secara resmi atas kasus tersebut. Unit Reskrim Polsek Wonosari dan anggota Inafis Satreskrim Polres Gunungkidul sore tadi langsung mengumpulkan bukti maupun keterangan dari korban. Olah TKP dan mempelajari bukti-bukti yang ada, termasuk diantaranya rekaman CCTV langsung dilakukan oleh pihak kepolisian.

“Ini masih kami dalami, sementara anggota tengah melakukan Olah TKP,” imbuhnya.

SD N 3 Piyaman Kebobolan

Kejadian pencurian juga terjadi di SD N 3 Piyaman, Desa Piyaman, Kecamatan Wonosari. Pencurian sendiri diketahui sekitar pukul 10.00 WIB. Seorang guru yang bermaksud masuk ke ruang perpustakaan mendapati pintu dalam kondisi terbuka. Curiga dengan hal itu, guru tersebut kemudian mengecek kondisi dalam ruangan maupun sejumlah barang berharga yang tersimpan di dalam ruang perpustakaan. Dalam kejadian ini, diketahui sebuah laptop yang disimpan di dalam lemari sudah tidak ada.

Guru guru pun berusaha mencari dan mengecek keberadaan laptop di sekitar ruang perpustakaan. Namun kemudian barang elektronik ini tetap tidak ditemukan. Pihak sekolah baru sadar menjadi korban pencurian setelah melihat kerusakan di pintu ruang perpustakaan di mana terdapat bekas congkelan. Atas kejadian ini kerugian diperkirakan mencapai 4 juta rupiah.

Klik untuk Komentar

Berita Terpopuler