fbpx
Connect with us

Sosial

Penderitaan Warga Pringsurat di Musim Kemarau, Jual Harta Benda Untuk Beli Air

Published

on

Saptosari,(pidjar.com)–Kekeringan masih terus melanda sejumlah wilayah di Gunungkidul. Seperti yabg terjadi di Padukuhan Pringsurat, Desa Ngloro, Kecamatan Saptosari. Masyarakat bahkan harus merelakan kambing mereka dijual untuk membeli air.

Salah seoramg warga Pringsurat, Kasihani (35) mengaku sangat merasakan dampak kekeringan yang terjadi di wilayahnya. Selama ini ia telah menjual 4 ekor kambing peliharaanya untuk membeli air.

"Saya jual kambing saya dengan harga Rp 500 sampai dengan Rp 1 juta. Ya untuk beli air dari tangki yang harganya naik dari Rp 140 ribu menjadi Rp150 ribu," ujar dia, Kamis (09/08/2018).

Disinggung mengenai pelayanan dari PDAM, ia mengaku bahwa selama ini air sangat jarang mengalir. Sehingga tidak ada solusi lain selain membeli air dari tangki.

Berita Lainnya  Derita Warga Karangasem Soal Sinyal Telekomunikasi, Untuk Telfon Saja Susah Apalagi Internet

"Tahun lalu masih mengalir tetapi waktu itu menjadi rebutan warga," tuturnya.

Sementara itu, Dukuh Pringsurat, Suparno mengatakan, kekeringan terasa dalam 4 bulan terakhir. Tidak adanya sumber mata air serta tidak maksimalnya fungsi jaringan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) kian memperparah krisis air.

"Pringsurat berada didataran tinggi, sehingga air dari PDAM tidak dapat mengalir. Bahkan sebagian besar masyarakat harus rela menjual hewan ternaknya untuk dijual, uangnya untuk membeli air bersih," kata Suparno.

Ditambahkan Suparno, alasan masyarakat sampai menjual ternak juga disebabkan masyarakat mengalami gagal panen ketela. Pihaknya berharap adanya droping air dari pemerintah atau pun swasta untuk meringankan beban masyarakat.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler