fbpx
Connect with us

Sosial

Pengembangan Pariwisata Berbasis Masyarakat, Jurus Jitu Nglanggeran Tekan Pengangguran

Diterbitkan

pada

Patuk,(pidjar.com)–Desa Wisata Nglanggeran merupakan salah satu desa wisata mandiri inspriratif. Bahkan, desa yang berada di Kapanewon ini merupakan salah satu desa wisata terbaik di Indonesia. Hal ini telah diakui secara nasional melihat kinerja pengembangan berbasis pemberdayaan masyarakat dan berkelanjutan adalah satu indikatornya. Sejak beberapa tahun silam, desa wisata Nglanggeran memang terus berkembang ke arah yang lebih maju. Melalui pemberdayaan masyarakat dalam pembangunan pariwisata, saat ini, jumlah pengangguran di Kalurahan Nglanggeran berhasil ditekan.

Plt Lurah Nglanggeran, Rusmiyati mengatakan, selama ini konsep yang diterapkan dalam pengembangan desa wisata Nglanggeran adalah pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan. Adanya potensi alam yang sungguh luar biasa ini mendorong masyarakat untuk sadar akan pentingnya kegiatan kepariwisataan.

Berita Lainnya  Derita Suparti, Ditinggalkan Suami Hingga Harus Hidup Dalam Kemiskinan dan Akhirnya Meninggal Dunia Karena Gizi Buruk

Dengan majunya pariwisata di wilayah ini menjadikan pengangguran di Nglanggeran perlahan mulai menurun. Masyarakat terlibat aktif dalam aktifitas pariwisata. Merekapun memiliki penghasilan untuk memenuhi kebutuhan hidup serta meningkatkan perekonomian mereka.

“Selama ini masyarakat terlibat dalam berbagai kegiatan, mulai dari pelayanan untuk wisatawan yang life in di rumah warga, serta pemberdayaan di kelompok-kelompok tertentu,” ucap Rusmiyati, Selasa (19/10/2021).

Ia menjelaskan, kelompok pemberdayaan perempuan dan warga di Nglanggeran sangat beragam. Mulai dari peternakan, kelompok pertanian yang memberikan ruang kepada wisatawan, kelompok kerajinan dan beragam lainnya.

“Produk-produk yang dihasilkan nantinya menjadi barang konsumsi dan oleh-oleh untuk wisatawan,” kata dia.

Dampak positif berkembang pesatnya pariwisata memang benar dirasakan oleh masyarakat sekitar. Sejak tahun 2007 silam, masyarakat mulai dan terus berbenah untuk menyambut kegiatan pariwisata.

Berita Lainnya  Jadi Syarat Kegiatan Masyarakat, Capaian Vaksin Booster Gunungkidul Masih Terendah di DIY

“Berbagai penghargaan yang didapat ini tidak kemudian membuat puas. Masyarakat dengan gigih terus belajar tentang inovasi, ya seperti masa PPKM ini pada nilai negatif dan positifnya. Tidak ada aktifitas pariwisata, tapi mendorong warga kami untuk kreatif,” jelas Rusmiyati.

Ia mencontohkan, karena tidak adanya aktifitas wisata maka para warga ini belajar tentang pemasaran berbasis online agar mendapatkan pendapatan. Dengan begitu pengetahuan mereka tentang teknologi semakin luas.

Di samping itu, eksperimen produk anyar juga terus dilakukan. Saat wisata benar dibuka, maka persiapannya sudah matang dan ada banyak sekali pilihan. Termasuk kesiapan di tempat wisatanya sendiri.

Disinggung mengenai Pendapatan Asli Desa dari sektor pariwisata, ia mengungkapkan seriring dengan semakin majunya Nglanggeran, PADes yang didapat juga semakin meningkat. Untuk bagi hasil retribusi wisata dengan Pemkab, Pemkal Nglanggeran bisa meraup 108 juta per tahun dalam kondisi normal. Kemudian sejak dikelola oleh BUMKal, pendapatan yang masuk ke desa bisa sampai 25 juta.

Berita Lainnya  Rayakan Hari Santri di Alun-alun, Ribuan Santri Diminta Hati-hati Terhadap Politik

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler