fbpx
Connect with us

Peristiwa

Pengemudi Truk Maut Belum Jadi Tersangka, Ini Pengakuannya Sesaat Sebelum Tragedi Terjadi

Published

on

Ngawen,(pidjar.com)–Polisi terus melakukan penyelidikan terkait kecelakaan lalu lintas tunggal yang menewaskan 4 orang di Jl Sambeng-Ngawen Padukuhan Batusari, Desa Kampung, Kecamatan Ngawen yang menyebabkan empat orang meninggal dunia, Senin (15/10/2018). Satlantas Polres Gunungkidul telah melakukan olah tempat kejadian perkara kecelakaan lalu lintas . Sejumlah fakta baru ditemukan yakni korban terlibat kecelakaan ternyata berjumlah 14 orang. Hingga saat ini, polisi masih belum menetapkan tersangka terkait peristiwa tersebut.

Ditemui di sela-sela menjalani pemeriksaan, pengemudi truk R 1522 PD yang mengalami naas, Darsono (57) warga Padukuhan Gojo, Desa Kedungpoh, Kecamatan Nglipar mengatakan bahwa ia memang sudah biasa mengantarkan warga menggunakan truk. Saat ini karena musim kemarau, warga di daerahnya rela mencari rumput di kabupaten lain. Hal ini lantaran di wilayahnya sendiri, sudah tidak ada padang rumput yang bisa disiangi. Akhirnya pada Senin siang tadi, ia mengantarkan belasan warga Padukuhan Nglebak, Desa Katongan, Kecamatan Nglipar untuk mereka mencari pakan ternak ke Desa Kaligawe, Kecamatan Pedan, Kabupaten Klaten.

“Sudah sering saya lewat disitu, sudah nggak kehitung,” katanya saat berada di Polsek Ngawen, Senin petang.

Usai seharian mencari pakan ternak, truk yang ia bawa kemudian dipenuhi oleh belasan rumput yang dimasukkan ke dalam belasan karung. Hal tersebut membuat bak truk penuh muatan sehingga kemudian banyak diantara penumpang yang duduk di atas karung-karung tersebut.

Penuh dengan muatan, truk yang ia kemudikan berjalan dengan kecepatan sedang. Saat sampai di lokasi karena jalanan bergelombang, sopir mencoba menyeimbangkan mobil di tengah jalan.

“Saya sudah melihat ke belakang melalui spion, saat itu sepi. Jalan bergelombang tiba-tiba oleng. Banting kanan dan kiri akhirnya terguling diaspal, penumpang jatuh ke parit,” ucap dia.

Warga berkerumun memberikan pertolongan sesaat setelah kejadian truk terguling

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, truk Mitsubishi R 1522 PD yang dikemudikan oleh Darsono terguling di Jalan Sambeng-Ngawen. Saat melaju di jalanan lurus bergelombang tiba-tiba truk tersebut oleng dan terbalik sekitar pukul 14.20 WIB.

Kasat Lantas Polres Gunungkidul, AKP Mega Tetuko mengatakan, dari hasil olah tempat kejadian perkara diketahui ada 14 orang yang berada di truk naas itu. Sebelumnya, sempat dikabarkan bahwa truk tersebut memuat 12 orang penumpang. Dua orang yang lain belum sempat teridentifikasi oleh kepolisian setelah memilih pulang usai peristiwa kecelakaan terjadi.

“Empat orang berada di kabin truk dan 10 orang lain berada di atas tumpukan jerami,” kata Mega saat berada di lokasi kejadian, Senin petang.

Mega mengatakan, adapun dalam kejadian tersebut jumlah korban yang meninggal dunia di lokasi kejadian berjumlah dua orang yaitu Ngatinem (50) dan Siti Minuk (35). Sedangkan dua lainnya yaitu Sayem (51) dan Harno (35) dinyatakan meninggal dunia sesampainya di RSI Cawas di Kabupaten Klaten.

“Korban meninggal diduga karena benturan yang cukup keras saat mereka terlempar dari atas tumpukan jerami ke parit yang berisi bebatuan,” terang dia.

Ia beberkan lebih lanjut, untuk korban luka sendiri ada 8 orang di mana 3 orang yaitu Dami (45), Ahmad (51) dan Kadim (39) mengalami luka ringan. Dan 5 orang lainnya yaitu, Jumiyo (45), Tukimin (52), Suji (42), Lasiman (55), dan Lagiman (53) mengalami luka berat.

Atas kejadian itu, pihaknya masih terus melakukan pengembangan. Pengemudi truk, yang telah dimintai keterangan di Mapolsek Ngawen akan diboyong ke Mapolres Gunungkidul guna penyelidikan lanjutan.

“Saat ini statusnya masih saksi, belum kita tetapkan sebagai tersangka,” kata dia.

Mega mengatakan, penyebab kecelakaan yang melibatkan Truk Mitsubishi R 1522 PD itu terjadi lantaran jalan yang bergelombang serta muatan yang berlebih.

“Sopir dalam keadaan sehat dan tidak mengantuk,” papar dia.

Ke depan, lanjut Mega, untuk mengantisipasi hal yang sama terjadi, pihaknya akan melakukan razia rutin terhadap kendaraan. Terlebih kepada kendaraan muatan barang yang digunakan untuk mengangkut penumpang.

“Mobil bak terbuka dengan ditumpangi penumpang di belakang, Potensi luka berat saat kejadian kecelakaan cukup tinggi,” terang dia.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler