Sosial
Pengusaha Limbah Kain Perca Garap Proyek Pengadaan Masker BPBD, Mengaku Dapat Order Melalui Anggota DPRD
Gedangsari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Pemerintah Kabupaten Gunungkidul melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul saat ini tengah melaksanakan proyek bantuan sosial pembagian masker. Adapun jumlah masker yang akan dibagikan adalah sebanyak 200.000 masker. Untuk program pembagian masker ini, BPBD Gunungkidul menggelontorkan anggaran sebesar 1 miliar rupiah yang diambilkan dari anggaran Belanja Tak Terduga (BTT) APBD Gunungkidul. Pembagian ratusan ribu masker ini sendiri dilakukan agar masyarakat Gunungkidul nantinya menggunakan masker manakala beraktifitas guna menangkal penyebaran covid19. Selain itu, program ini juga dilakukan untuk memberikan pendapatan kepada para penjahit di Gunungkidul.
Namun dalam pelaksanaannya, program sosial ini bisa dibilang jauh dari kata sempurna sesuai dengan program awal. Banyak diantara penjahit lokal yang justru tak mendapatkan kue dari program ini. Diketahui, BPBD menunjuk sejumlah rekanan untuk pengadaan ratusan ribu masker ini.
Pidjar.com sendiri mencoba untuk melakukan penelusuran dari rekanan-rekanan yang ditunjuk oleh BPBD Gunungkidul dalam pengadaan masker ini. Salah satu yang cukup janggal adalah penunjukan rekanan pengadaan masker yang berasal dari wiliayah Kecamatan Gedangsari. Rekanan yang ditunjuk BPBD Gunungkidul ini bukan merupakan rekanan yang bergerak di bidang jahit. Yang bersangkutan merupakan pengusaha pengepul limbah perca kain yang biasa dikirim ke Jawa Barat untuk pembuatan kerajinan.
Pantauan pidjar-com-525357.hostingersite.com di lapangan beberapa hari yang lalu di tempat usaha rekanan yang terletak di Padukuhan Gedangan, Desa Hargomulyo, Kecamatan Gedangsari memang terlihat banyak tumpukan kain. Namun diketahui kain tersebut merupakan limbah konveksi pabrik yang rencananya akan di kirim ke luar wilayah untuk didaur ulang menjadi beberapa barang.
Di lokasi tersebut juga terlihat beberapa ibu rumah tangga juga terlihat memilah beberapa kain. Tidak satupun dari mereka yang melakukan aktifitas layaknya penjahit. Salah seorang pekerja menyebut, limbah kain perca itu didapatkan dari sebuah perusahaan tekstil di Jawa Tengah. Para pekerja sendiri bertugas untuk menyortir limbah-limbah kain itu.

“Kain-kain ini dipisahkan untuk memilih panjang dan lebar limbah kain ini karena harga jualnya berbeda. Ini nanti dikirim ke Bandung,” papar salah seorang pekerja.
Sementara itu, salah seorang warga setempat menyebut bahwa sejauh yang ia tahu, di lokasi itu memang bukan usaha yang bergerak di bidang jahit. Setiap harinya di lokasi tersebut adalah sebagai lokasi pengumpulan rosok kain. Usaha tersebut sudah ada sejak bertahun-tahun silam.
“Sempat vakum lumayan lama, tapi sekarang sudah mulai aktifitas lagi,” ucap warga itu.
Kepada pidjar-com-525357.hostingersite.com, pemilik usaha pengepulan limbah kain perca, Nanang Suryadi membenarkan perihal pihaknya yang mendapatkan penunjukan dari BPBD Gunungkidul terkait pengadaan masker. Adapun ia kebagian jatah untuk pengadaan 10.000 masker. Sejak berlangsungnya pandemi corona ini, dirinya memang bergelut dalam pengerjaan masker.
“Sejak ada Corona ini saya mengerjakan masker, sudah banyak yang tahu,” jelas Nanang.
Lebih lanjut dikatakannya, pengerjaan masker tersebut ia lakukan di Boyolali, Jawa Tengah. Namun begitu dirinya mengaku memiliki penjahit yang bekerja di rumahnya.
“Ada beberapa di rumah, di depan itu,” kelit Nanang ketika disinggung mengenai tidak adanya aktifitas pembuatan masker di rumahnya.
Dirinya mengaku mendapatkan proyek pengadaan masker itu dari salah satu anggota DPRD Gunungkidul, Marsubroto yang juga warga Gedangsari. Dirinya mengaku setiap masker dihargai Rp 5 ribu rupiah dipotong pajak.
“Langsung dari pak Edy (Kepala BPBD), ada kenalan orang sini (Marsubroto),” paparnya.
Sementara itu, saat dikonfirmasi, Marsubroto membantah bahwa dirinyalah yang memberikan order pengadaan masker kepada Nanang. Marsubroto menyebut bahwa peran dirinya hanyalah memberitahukan kepada Nanang bahwa ada proyek pengadaan masker di BPBD Gunungkidul. Kemudian dirinya menyuruh Nanang untuk sendiri datang ke BPBD Gunungkidul untuk mengajukan permohonan.
“Dia yang datang sendiri ke sana, saya hanya memberitahu,” ujar Marsubroto.
Di sisi lain Kepala BPBD Gunungkidul, Edy Basuki berkomentar, terkait adanya rumah penampungan limbah kain tersebut. Dirinya mengatakan, bahwa banyak pengusaha yang beralih profesi di masa pandemi seperti ini.
“CV nya saja namanya seperti itu. Tetapi usahanya ketika masa seperti ini banyak yang dilakukan. Mereka juga sudah membuat masker sebelum dapat order dari BPBD,” ujar Edy.
Namun begitu, dirinya tidak menanggapi terkait dengan adanya keterlibatan anggota dewan. Dirinya hanya mengatakan bahwa saat ini proyek pengadaan masker telah selesai dan siap didistribusikan.
“Semua sudah masuk tinggal diatribusi tahap 3. Sekitar 100 ribu, kan saya dikejar waktu untuk pengadaan,” pungkas dia.
-
Kriminal4 minggu yang laluDisiksa Dari Dipukuli Hingga Lukanya Dilumuri Garam, Remaja 17 Tahun Mengaku Sempat Diancam Ditembak Oknum
-
Peristiwa4 minggu yang laluPerempuan Muda di Ponjong Ditemukan Meninggal Dunia dengan Seutas Tali Dipohon
-
Sosial3 minggu yang laluKisah Sedih Andheng Pasca Kecelakaan, Saat di RS Nurohmah Hanya Dijahit Telinga, Ternyata Patah Tulang Belakang dan Terancam Lumpuh
-
Sosial7 hari yang laluKisruh Tunggakan Capai 85 Juta Dalam Dua Tahun Terakhir, Penyetoran Pembayaran PBB-P2 di Kalurahan Sawahan “Bocor”?
-
Uncategorized3 minggu yang laluMBG Libur, Harga Sembako Mulai Turun Drastis
-
Pemerintahan3 minggu yang laluDinas Bongkar Upaya Kecurangan Pendaftar SMP N 1 Wonosari, Dari ASN Manipulasi Data Bansos Hingga Gunakan Sertifikat Palsu
-
Uncategorized1 minggu yang laluSuhu Terendah di Gunungkidul Capai 19 Celcius
-
Peristiwa4 minggu yang laluDalam Posisi Terduduk, Lansia 81 Tahun Ditemukan Gantung Diri di Belakang Rumah
-
Peristiwa3 minggu yang laluRS Nur Rohmah “Cuek” di Tengah Operasi-operasi Yang Harus Dijalani Andheng, Keluarga Pilih Tempuh Jalur Hukum
-
Uncategorized3 hari yang laluTragis, Wanita Muda Ditemukan Gantung Diri di Kamarnya
-
Pemerintahan5 hari yang laluProyek Pengeboran Bekah Gagal Total Karena Salah Anilisis, PDAM Tirta Handayani Diminta Gandeng Akademisi
-
Peristiwa4 minggu yang laluDiserempet Pemotor Tak Dikenal di Baleharjo, Pemotor Wanita Luka Parah Terjun ke Tegalan
