Sosial
In Memoriam Didi Kempot, Kisah Pembuatan Lagu Banyu Langit Yang Orbitkan Nglanggeran
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Pelantun Banyu Langit yang juga maestro campur sari Didi Kempot tutup usia, Selasa (05/05/2020) sekitar pukul 07.30 WIB pagi tadi. Musisi yang dikenal sebagai The Lord of Broken Heart bagi kaum muda-mudi yang disebut Sobat Ambyar ini tentu meninggalkan duka begitu mendalam bagi para penggemar.
Didi Kempot, tak hanya musisi semata. Khas lagu yang ia ciptakan kebanyakan menyebut nama tempat. Misalnya saja lagu Banyu Langit yang menyebutkan Gunung Api Purba Nglanggeran. Selain menghibur, lagu tersebut juga turut membuat obyek wisata yang terletak di Kecamatan Patuk turut terpromosikan. Didi Kempot sendiri memang sengaja menyisipkan sejumlah tempat di Indonesia agar lebih akrab dengan masyarakat.
Bidang Pemasaran Pokdarwis Gunung Api Purba Nglanggeran, Heru Purwanto menuturkan, sejak lagu Banyu Langit dilantunkan Didi Kempot, minat wisatawan untuk ke Nglanggeran sangat meningkat. Nama Nglanggeran menjadi ikut meroket dan membuat banyak turis penasaran.
“Betul, Nglanggeran jadi ikut terangkat seiring dengan kepopuleran lagu Banyu Langit. Kami tentu sangat kehilangan atas meninggalnya Sang Maestro,” ucap Heru, Rabu (05/05/2020).
Heru pun menjadi salah satu saksi sejarah proses terciptanya lagu tersebut. Kala itu, Didi mengutarakan niatnya untuk membuat lagu tentang Nglanggeran. Seniman asal Surakarta ini pun datang langsung bertemu dengannya.

Heru mengaku sempat meragukan niat Didi tersebut, namun ternyata janji penyanyi itu benar-benar direalisasikan lewat lagu Banyu Langit.
“Beliau kagum dengan batu-batu yang besar di Nglanggeran, sehingga ingin membuat lagu tentang itu,” tuturnya.
Heru pun masih mengingat jelas momen pertemuannya dengan Didi Kempot kala itu. Menurutnya, Didi Kempot adalah sosok yang tampil sederhana, ramah, dan sangat mudah bergaul walau dengan orang baru.
Bahkan saat itu, Heru mengatakan Didi masih sempat bercanda dengan warga sekitar. Saat itu mereka sedang berkumpul di Pendopo Kalisongo. Menurutnya, Didi sosok yang menyenangkan untuk diajak mengobrol.
Atas meninggalnya Didi Kempot, ia mewakili segenap masyarakat Nglanggeran menyatakan turut menyatakan rasa sedih dan kehilangannya atas sosok penyanyi dan seniman tersebut. Heru mengucapkan selamat jalan pada Didi Kempot.
“Karya beliau akan selalu dikenang, dan semoga amal ibadahnya diterima Allah dan segala dosa-dosa juga diampuni-Nya,” kata Heru.
Hal yang sama juga dirasakan oleh pendiri Kelompok Orkestra Kidung Etnosia, Agustinus Bambang. Bagi Bambang, Didi Kempot sangat berpengaruh bagi perjalanan karir Kidung Etnosia.
“Kami pertama kali sepanggung di acara Evolution SMA 1 Wonosari 2017 lalu, tapi beliau tidak sombong dan sangat akrab dengan junior dalam bermusik,” tutur Bambang.
Dikatakan Bambang, banyak kenangan brsama Didi Kempot. Ia mengaku banyak belajar dari Sang Maestro.
“Semua kehilangan sosok seniman yang rendah hati, kami belum lama ketemu, banyak pembicaraan, rencana ke depan, tapi Tuhan berkehendak lain,” tutupnya.
-
Uncategorized1 minggu yang laluTak Ikut Aksi di Istana, PPPK Gunungkidul Tetap Serukan Desakan Kepastian Status Kontrak
-
Uncategorized4 minggu yang laluGegara Uang Kembalian Receh, Pelayan Bakmi Jawa Mengaku Dibentak Oknum Anggota DPRD
-
Uncategorized4 minggu yang laluLurah di Gunungkidul Kompak Enggan Teken Berita Acara Serah Terima Aset KDMP, Ada Apa?
-
Uncategorized4 minggu yang laluPetani Ditemukan Meninggal Dunia di Ladang Bleberan
-
Uncategorized3 minggu yang laluSakit Hati Sering Diejek Ketika Memulung Sampah, 2 Remaja Putri Nekat Bakar Sekolah
-
Uncategorized3 minggu yang laluSempat Diancam Akan Dilindas Lehernya, Dua Remaja Babak Belur Dihajar Kelompok Pemuda Silat
-
Uncategorized3 minggu yang lalu9.000 Penerima Bansos Gunungkidul Disetop karena Terindikasi Judi Online
-
Uncategorized4 minggu yang laluDua SPPG di Gunungkidul Belum Kantongi SLHS
-
Uncategorized2 minggu yang laluSaling Bajak Kader Antara PSI dan NasDem Gunungkidul Makin Seru, Ini Tanggapan Sang Ketua
-
Uncategorized1 hari yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized2 minggu yang laluPenerima PKH di Gunungkidul Turun 2.000 Orang, Ini Penyebabnya
-
Uncategorized2 minggu yang laluKelok 23 Tuntas 100 Persen, Akses Gunungkidul-Bantul dengan View Laut Selatan Segera Dibuka
