fbpx
Connect with us

Sosial

Jumlah Pemudik Mulai Turun Drastis, Penjagaan Perbatasan Diperketat Hingga Hari Raya

Diterbitkan

pada tanggal

Wonosari,(pidjar.com)–Jumlah pemudik yang masuk ke kabupaten Gunungkidul setiap harinya masih terus bertambah. Seiring dengan banyaknya kendaraan luar daerah yang masuk tersebut, dari pihak kepolisian tetap memberikan tindakan tegas bagi kendaraan plat luar daerah dan warga beridentitas luar yang hendak masuk ke Gunungkidul. Adanya penyekatan dari pihak kepolisian di kawasan perbatasan ini diklaim ampuh untuk menangkal masuknya pemudik ke wilayah Gunungkidul. Ke depan, terutama memasuki jelang hari raya, penjagaan akan semakin diperketat.

KBO Satlantas Polres Gunungkidul, Iptu Kusnan Priyono menerangkan, pihaknya bersama dengan sejumlah instansi termasuk Dinas Perhubungan Gunungkidul akan terus melakukan penjagaan di pos pengamanan (Pospam). Di Gunungkidul sendiri, terdapat 7 pospam yang tersebar di seluruh perbatasan.

Menurut Kusnan, pospam ini dibangun untuk membatasi arus lalu lintas keluar masuk wilayah Gunungkidul. Ia menegaskan, ini bukan merupakan penutupan jalan. Adapun yang dilarang melintas adalah angkutan yang membawa penumpang. Sementara untuk angkutan barang atau logistik, masih bisa masuk ke kawasan Gunungkidul.

“Untuk pemudik memang tidak diperbolehkan masuk. Dalam hal ini adalah warga dengan KTP luar DIY,” terang Kusnan, Selasa (05/05/2020).

Arus lalu lintas di Gunungkidul menginjak pertengahan ramadhan pada tahun ini menurut Kusnan relatif sepi. Bahkan, arus lalu lintas lebih sepi daripada hari-hari biasa. Menurutnya, hal ini lantaran penyekatan semacam ini dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya di DIY maupun Gunungkidul saja.

“Di berbagai daerah, pembatasan semacam ini memang sudah diberlakukan,” tutur dia.

Kasubbag Humas Polres Gunungkidul, Iptu Enny Widiastuti mengungkapkan, sejak tanggal 24 April 2020 lalu, pihaknya telah meminta puluhan kendaraan untuk putar balik dan tidak memasuki wilayah Gunungkidul. Adapun dari pendataan yang dilakukan, untuk sepeda motor ada 20 kendaraan yang diminta untuk putar balik. Sementara untuk mobil sebanyak 44 unit kendaraan baik mobil pribadi maupun jenis lain.

“Total ada 393 orang yang diminta putar balik. Setiap kendaraan itu membawa penumpang,” kata Iptu Enny.

Lebih lanjut ia mengungkapkan, mayoritas dari mereka berasal dari daerah zona yang dianggap penyebaran virus ini cukup tinggi. Misalnya Jakarta, Bandung, Semarang, Pekalongan, Solo dan lain sebagainya. Selain pengecekan identitas dan plat kendaraan pihaknya juga melakukan pengecekan suhu badan maupun kondisinya.

“Jumlah ini diperkirakan masih akan terus bertambah. Tujuh pos yang disiagakan memang selalu ada yang diminta putar balik,” tambah dia.

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi Kabupaten Gunungkidul, Kelik Yuniantoro mengatakan jumlah pemudik yang masuk ke kabupaten Gunungkidul setiap harinya terus bertambah. Hingga Minggu (03/05/2020) kemarin tercatat ada 11.724 pemudik yang terdata di desa maupun di pemerintah kabupaten, terhitung sejak bulan Maret lalu.

Meski begitu, untuk pertambahan setiap harinya tergolong ada penurunan. Di mana data terlaporkan dari sistem informasi desa (SID) setiap harinya hanya sekitar 100 orang pendatang saja. Jika dibandingkan dengan tanggal-tanggal sebelumnya tentu penurunannya cukup banyak.

“Ya cukup berkurang pertambahannya, tidak semasif waktu awal pandemi ini terjadi. Tapi memang data akumulasinya mencapai 11.724 orang,” jelasnya.

Ia terus menekankan kepada pemudik melalui pemdes untuk melakukan isolasi mandiri guna mengantisipasi penyebaran virus corona. Sejauh ini, menurut Kelik para pemudik yang baru saja datang memiliki kesadaran yang cukup. Protokol kesehatan untuk isolasi mandiri pun tetap dilakukan dan melakukan sosial maupun physical distancing.

“Saya rasa sekarang sudah mulai paham. Di tingkat padukuhan pun juga penjagaannya diperketat, ada posko-posko yang dibentuk oleh relawan dan tugas mereka mengawasi pergerakan maupun mendata pendatang yang masuk ke wilayah mereka,” tutupnya.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler