Uncategorized
Peringati Hari Jadi ke-196, Sultan HB X Ingatkan Gunungkidul Perkuat Pertanian dan Tak Bergantung pada Industri
Wonosari,(pidjar.com) – Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono X, mengingatkan Pemerintah Kabupaten Gunungkidul agar tidak terlalu bergantung pada sektor industri berskala besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Penguatan sektor pertanian, peternakan, dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dinilai menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan Sri Sultan saat menghadiri upacara peringatan Hari Jadi Kabupaten Gunungkidul ke-196 di Wonosari, Rabu (14/10/2026) pagi. Upacara tersebut dihadiri Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Gunungkidul.
Seluruh unsur pemerintahan, mulai dari dukuh hingga panewu, turut mengikuti prosesi upacara. Peringatan hari jadi juga diwarnai dengan kehadiran pusaka Kabupaten Gunungkidul sebagai simbol sejarah dan identitas daerah.
Dalam arahannya, Sri Sultan menekankan bahwa Gunungkidul memiliki potensi ekonomi lokal yang perlu terus dikembangkan. Menurutnya, menggantungkan pertumbuhan ekonomi pada industrialisasi berskala besar bukan satu-satunya pilihan, terlebih realisasi investasi sangat dipengaruhi minat dan keputusan investor.
Karena itu, potensi yang telah tumbuh dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat perlu mendapatkan perhatian lebih. Peningkatan produktivitas, efisiensi pengelolaan, serta pengembangan nilai tambah produk menjadi hal penting agar sektor-sektor tersebut mampu memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar.
“Berkaitan dengan hal itu, sektor pertanian mampu bertahan dan terus dikembangkan. Kalau industri kan bergantung dengan investor,” jelasnya.
Sri Sultan juga menyoroti perubahan nilai ekonomi sejumlah komoditas lokal. Singkong, yang dahulu menjadi makanan pokok pengganti ketika ketersediaan beras terbatas, kini memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi produk bernilai jual.
Begitu pula dengan ternak dan pohon jati yang dapat menjadi aset keluarga. Selain memberikan manfaat ekonomi, kepemilikan tersebut juga dapat menjadi penyangga kebutuhan rumah tangga ketika menghadapi situasi mendesak.
Optimalisasi lahan pertanian turut menjadi perhatian. Sri Sultan mendorong penerapan sistem tumpang sari, seperti memanfaatkan lahan di bawah tegakan pohon jati untuk menanam tanaman berumur pendek, antara lain kacang tanah dan kacang hijau.
Dengan pola tersebut, masyarakat tetap dapat memperoleh tambahan pendapatan tanpa harus menebang pohon jati yang memiliki nilai ekonomi jangka panjang.
Di sisi lain, pengelolaan lahan juga perlu memperhatikan aspek kebersihan dan pencegahan bencana. Guguran daun kering di kawasan kebun jati perlu dibersihkan untuk mengurangi potensi kebakaran, khususnya ketika memasuki musim kemarau.
Sementara itu, Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih menyambut baik arahan Gubernur DIY tersebut. Pemkab Gunungkidul berkomitmen memperkuat pendampingan terhadap petani, peternak, dan pelaku UMKM agar potensi ekonomi lokal dapat dikembangkan secara optimal.
“Pembelajaran dari masa pandemi COVID-19 membuktikan bahwa sektor usaha mikro dan pertanian menjadi tumpuan utama penopang pertumbuhan ekonomi daerah. Selain pertanian dan UMKM, Pemkab juga terus mendampingi pengelolaan potensi perikanan serta pariwisata lokal,” ujarnya.
Menurutnya, pendampingan tersebut tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam menghasilkan produk, tetapi juga mendorong perbaikan kualitas, efisiensi produksi, dan nilai jual hasil usaha.
Melalui penguatan sektor pertanian, peternakan, UMKM, perikanan, dan pariwisata, Pemkab Gunungkidul berharap semakin banyak peluang usaha yang tercipta dan pendapatan masyarakat meningkat hingga tingkat kalurahan.
-
Uncategorized2 minggu yang laluDerita Suami Pasien Bersalin RSUD Wonosari, Bayi Meninggal, Luka Bekas Operasi Istri Bernanah Berbulan-bulan
-
Uncategorized3 minggu yang laluAbsen Dalam Puncak HUT Gunungkidul Buat Rumor Bupati dan Wakil Bupati Jothakan Makin Santer, Ini Klarifikasi Joko Parwoto
-
Budaya2 minggu yang laluTradisi Bukaan Kyai Cupu Panjolo, Berikut Simbol-simbol yang Muncul
-
Uncategorized2 minggu yang laluTak Ada Sengketa Pilur, Lurah Terpilih Bakal Dilantik 26 November
-
Uncategorized1 minggu yang laluKnalpot Brong Jadi Incaran Khusus Operasi Patuh Progo 2026
-
Uncategorized1 minggu yang laluDiduga Bermuatan Solar Ilegal, Truk Tangki Berkapasitas Ribuan Liter Diamankan Polisi
-
Uncategorized6 hari yang laluManajer KDKMP Sudah Ditempatkan di Gunungkidul, Beberapa Kalurahan Belum Punya Gerai
-
Sosial2 minggu yang lalu9.500 Hektare Lahan Jagung di Gunungkidul Disiapkan untuk Pengembangan Energi Berbasis Hayati
-
Uncategorized2 minggu yang laluDukung Program Strategis Pemerintah, KSPSI Dorong Penguatan Pengawasan Hingga Level Bawah
-
Uncategorized2 minggu yang laluGadaikan Motor Rekannya, Seorang Pemuda Diringkus Polisi
-
Uncategorized4 minggu yang laluKonser Amal Hari Jadi Gunungkidul ke-196 Raup Rp124 Juta, Donasi Sepenuhnya Untuk Droping Air
-
Uncategorized1 minggu yang laluSerangan Binatang Liar Ancam Ternak di Wilayah Selatan Gunungkidul, Warga Diminta Waspada
