Pemerintahan
PMK Kian Meluas, Pemkab Gunungkidul Belum Tetapkan Status Darurat dan Penutupan Pasar Hewan
Wonosari,(pidjar.com)– Kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Kabupaten Gunungkidul kian meluas. Data sampai dengan Senin (13/01/2025) kemarin mencapai 1.423 kasus. Kendati demikian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul belum akan melakukan penerapan status darurat dan penutupan pasar sebagai salah satu upaya penanggulangannya.
Bupati Gunungkidul, Sunaryanta mengatakan, status darurat PMK memang belum diterapkan oleh Pemkab Gunungkidul karena pemerintah masih melihat perkembangan kondisi di lapangan serta dampak yang terjadi.
“Akan dilihat kedepannya. Nanti akan kita lihat seperti apa keuntungan dan kerugian, kalau memang nanti harus status darurat kita buat, tetapi untuk saat sekarang saya rasa belum ya, karena nanti memiliki dampak yang sangat besar ya status darurat itu, harus hati-hati juga,” ucap Sunaryanta, Selasa (14/01/2025).
Sejauh ini pihaknya juga belum berencana untuk menutup pasar hewan yang ada di Kabupaten Gunungkidul. Meskipun, dua wilayah tetangga seperti Wonogiri dan Bantul sudah terlebih dahulu menutup lalu lintas ternak di pasar.
“Kami lihat lagi nanti bagaimana untuk penutupan pasar hewan besar kita ada dua, Siyono (Playen) dan Munggi (Semanu). Nanti akan kami evaluasi,”tandas dia.

Menyikapi kondisi PMK yang telah merebak di Gunungkidul dengan total kasus 1.423 dan 99 sapi mati ini, Sunaryanta mengimbau masyarakat tidak perlu panik, namun tetap waspada terkait penyebaran PMK. Gunungkidul sudah sering terkena dampak penyakit hewan seperti antraks, tetapi bisa melaluinya.
“Tidak usah panik. Kondisi seperti ini sering terjadi disini seperti beberapa waktu lalu antraks, LSD dan PMK ini, paparnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Gunungkidul Sri Suhartanta mengatakan, pemerintah belum menutup pasar hewan dikarenakan pasar-pasar hewan seperti di Munggi, Playen dan lainnya sudah sepi aktivitas. Sejak beberapa waktu lalu setelah PMK merebak pasar menjadi sepi.
“Sekarang sudah sepi ya, kita ambil sisi positifnya. Artinya, peternak sudah melakukan isolasi secara mandiri,”ungkapnya.
Dia mengatakan, saat ini juga para peternak lebih mengedepankan transaksi secara daring. Beberapa peternak melakukan transaksi jual beli melalui media sosial.
-
Kriminal3 minggu yang laluDisiksa Dari Dipukuli Hingga Lukanya Dilumuri Garam, Remaja 17 Tahun Mengaku Sempat Diancam Ditembak Oknum
-
Peristiwa2 minggu yang laluPerempuan Muda di Ponjong Ditemukan Meninggal Dunia dengan Seutas Tali Dipohon
-
Sosial2 minggu yang laluKisah Sedih Andheng Pasca Kecelakaan, Saat di RS Nurohmah Hanya Dijahit Telinga, Ternyata Patah Tulang Belakang dan Terancam Lumpuh
-
Uncategorized2 minggu yang laluMBG Libur, Harga Sembako Mulai Turun Drastis
-
Pemerintahan2 minggu yang laluDinas Bongkar Upaya Kecurangan Pendaftar SMP N 1 Wonosari, Dari ASN Manipulasi Data Bansos Hingga Gunakan Sertifikat Palsu
-
Uncategorized3 minggu yang laluHeboh Bola Api Berekor Panjang Melintas di Langit Gunungkidul, Warga Kaitkan dengan Pulung Gantung Jelang Bulan Suro
-
Peristiwa3 minggu yang laluDalam Posisi Terduduk, Lansia 81 Tahun Ditemukan Gantung Diri di Belakang Rumah
-
Peristiwa2 minggu yang laluRS Nur Rohmah “Cuek” di Tengah Operasi-operasi Yang Harus Dijalani Andheng, Keluarga Pilih Tempuh Jalur Hukum
-
Uncategorized3 minggu yang laluCetak Sejarah di Moto3, Veda Dapat Hadiah Mobil Impian Dari Konglomerat
-
Peristiwa3 minggu yang laluDiserempet Pemotor Tak Dikenal di Baleharjo, Pemotor Wanita Luka Parah Terjun ke Tegalan
-
Hukum4 minggu yang laluNekat Posting Motor Curian di Facebook, Pemuda Ditangkap Polisi Nyamar
-
Pemerintahan2 minggu yang laluRatusan Warga Gunungkidul Terjangkit Penyakit Menular Mematikan Ini
