Uncategorized
Populasi Ternak di Gunungkidul Melimpah, Pemkab Pastikan Kebutuhan Hewan Kurban Aman Terpenuhi
Wonosari,(pidjar.com)- Pemerintah Kabupaten Gunungkidul memastikan ketersediaan hewan ternak menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah dalam kondisi aman dan mencukupi. Berdasarkan pemantauan yang dilakukan, populasi ternak di Gunungkidul melimpah ruah, sehingga kebutuhan lokal dapat terpenuhi dan masih mampu mencukupi kebutuhan luar daerah.
Kamis, (7/05/2026) jajaran Pemkab Gunungkidul bersama dengan Kepala Kantor Wilayah BI DIY melakukan pemantauan di Pasar Hewan Siyonoharjo dan peternakan Ayodya (khusus domba) di Kalurahan Banaran, Playen.
Hasil pemantauan menunjukkan populasi ternak di Gunungkidul mengalami peningkatan dibandingkan periode sebelumnya. Untuk ternak sapi, jumlah yang dinyatakan siap sebagai hewan kurban mencapai sekitar 11 ribu ekor, sedangkan kebutuhan masyarakat diperkirakan sekitar 4.500 ekor sehingga masih terdapat surplus yang cukup besar.
Sementara itu, ketersediaan kambing tercatat sekitar 16 ribu ekor dengan kesiapan ternak mencapai sekitar 20 ribu ekor. Kondisi tersebut dinilai mampu memenuhi kebutuhan masyarakat, baik untuk wilayah Gunungkidul maupun daerah lain.
“Populasi ternak melimpah dan yang siap kurban juga surplus,” terang Endah Subekti Kuntariningsih, Bupati Gunungkidul.
Selain memastikan jumlah ternak mencukupi, Pemkab Gunungkidul juga memastikan mengenai kesehatan hewan kurban. Pemerintah menegaskan bahwa hewan ternak yang dipersiapkan telah memenuhi ketentuan kesehatan dan syariat, termasuk larangan pemotongan sapi betina produktif untuk hewan kurban.
Pemeriksaan kesehatan dilakukan secara berkala oleh dinas terkait dengan melibatkan tim medis yang tersebar di masing-masing Puskeswan. Pengawasan juga mencakup kualitas nutrisi ternak melalui pengelolaan pakan berbasis hijauan agar kondisi fisik hewan tetap terjaga.
“Nantinya saat hari penyebelihan kami akan bekerjasama dengan Fakultas Kedokteran Hewan dan sekitar 100 dokter hewan guna melakukan pengawasan dan pendampingan saat proses penyembelihan berlangsung,” imbuhnya.
Dari sisi harga, Endah menyebutkan harga sapi hingga kini masih relatif stabil meski mulai terjadi kenaikan pada beberapa jenis ternak tertentu seiring meningkatnya permintaan masyarakat. Namun demikian, kondisi harga masih bersifat dinamis mengingat puncak permintaan diperkirakan masih akan berlangsung dalam beberapa kali pasaran ke depan.
Adapun harga hewan qurban kisaran Rp 25 juta sampai dengan Rp 27 juta untuk jenis sapi. Sedangkan harga sapi pedaging berkisar Rp 20 juta sampai Rp 22 juta dan kambing qurban berkisar Rp 2 juta sampai Rp 2,5 juta. Namun demikian harga masih fluktuatif.
Aktivitas perdagangan ternak di sejumlah pasar hewan mulai mengalami peningkatan signifikan. Di wilayah Siyonoharjo tercatat transaksi mencapai sekitar 700 ekor sapi dan kambing, sedangkan di wilayah Semanu transaksi kambing mencapai sekitar 900 ekor dengan penjualan sapi yang juga meningkat.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia DIY, Sri Darmadi Sudibyo menyampaikan bahwa kondisi surplus ternak dan pengawasan kesehatan yang intensif menjadi indikator bahwa Gunungkidul memiliki kesiapan yang baik dalam memenuhi kebutuhan hewan kurban tahun 2026.
Pihaknya bersama Pemerintah Kabupaten Gunungkidul dan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) DIY akan terus melakukan pemantauan pasar guna menjaga stabilitas harga agar tidak terjadi lonjakan signifikan menjelang Iduladha.
-
Uncategorized4 minggu yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized4 minggu yang laluProses Pembebasan Lahan Berproses, Sekolah Internasional Bakal Segera Dibangun di Patuk
-
Uncategorized3 minggu yang laluMerintis Watusigar Gemilang, Feri Sulistyono Usung Digitalisasi dan Transparansi Pemerintahan
-
Uncategorized3 minggu yang laluCek Dapur MBG di Gunungkidul, Wakil Ketua Komisi VII Apresiasi SOP Pelaksanaan MBG
-
Uncategorized5 hari yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Uncategorized3 minggu yang laluWarga Kelor Pertanyakan Pembangunan Tower 72 Meter, Mengaku Tak Pernah Dilibatkan
-
Uncategorized4 minggu yang laluKelor Berubah, Kelor Berbenah, Wayahe Ganti Lurah
-
Uncategorized3 minggu yang laluPintu Depan Terkunci, Suami Temukan Istri Meninggal
-
Uncategorized4 minggu yang laluPeduli Kekeringan, GUBUK dan DWP BRIN Salurkan 37 Tangki Air Bersih untuk Warga Gunungkidul
-
Uncategorized4 minggu yang laluKelok 18 Dibuka Uji Coba, Rest Area Baru Bisa Dipakai Sekitar Setahun Lagi
-
Uncategorized1 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
-
Uncategorized3 minggu yang laluPemkab Gunungkidul Mulai Gunakan BTT Rp1,3 Miliar untuk Atasi Kekeringan
