Uncategorized
Usia Hampir 5 Dekade, Jembatan di Pacarejo yang Rusak Mulai Diperbaiki Pemerintah
Semanu,(pidjar.com)- Pemerintah Kabupaten Gunungkidul terus mendorong percepatan pembangunan infrastruktur strategis melalui rehabilitasi Jembatan penghubung Padukuhan Jetis-Jonge di Kalurahan Pacarejo. Jembatan yang telah berdiri sejak tahun 1976 tersebut kini tengah menjalani proses perbaikan menyusul adanya kerusakan konstruksi yang dinilai berpotensi membahayakan pengguna jalan.
Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Gunungkidul, Wadiyana, mengatakan, rehabilitasi tidak hanya difokuskan pada perbaikan struktur yang rusak, namun juga peningkatan kapasitas jembatan.
Dimensi jembatan yang sebelumnya berukuran 4 x 4 meter diperluas menjadi 6 x 6 meter guna meningkatkan keamanan, daya tahan konstruksi, serta kemampuan menahan beban kendaraan dalam jangka panjang.
“Penanganan di jembatan ini menjadi prioritas karena memang jalur utama kemudian saat kami cek memang sudah tidak memungkinkan sehingga dilakukan pembangunan ulang dengan konstruksi yang lebih kokoh,” jelas Wadiyana.
“Kami cor sehingga membutuhkan waktu, target Juni 2026 sudah selesai. Untuk anggaran perbaikan Rp 180 juta,” tandasnya.

Selama proses pengerjaan berlangsung, arus lalu lintas di lokasi sementara dialihkan melalui jalur alternatif guna menjaga keselamatan pengguna jalan.
Wadiyana juga mengungkapkan bahwa dari total 179 jembatan yang tersebar di wilayah Gunungkidul, sebanyak 38 jembatan masuk kategori rusak sedang namun masih layak dilalui, sedangkan sisanya berada dalam kondisi baik. Hingga saat ini tidak terdapat jembatan dengan kategori rusak berat yang tidak dapat difungsikan.
Lebih lanjut ia mengungkapkan, Pemerintah Kabupaten Gunungkidul menegaskan pemeliharaan infrastruktur jembatan akan terus dilakukan secara berkala melalui dukungan anggaran yang telah dipersiapkan, sebagai upaya menjaga konektivitas wilayah dan mendukung aktivitas masyarakat secara berkelanjutan.
Sementara itu, Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, mengatakan kerusakan jembatan Jetis-Jonge ini di bagian tengah jembatan pertama kali diketahui setelah pemerintah menerima laporan dari lurah setempat maupun masyarakat, baik secara langsung, melalui surat, hingga pengaduan melalui aplikasi layanan publik.
Menindaklanjuti laporan tersebut, pemerintah daerah segera melakukan koordinasi lintas sektor guna memastikan penanganan dapat segera dilaksanakan.
Menurut Bupati, keberadaan jembatan tersebut memiliki peran vital karena menjadi jalur utama yang menunjang aktivitas ekonomi warga, akses pendidikan, hingga konektivitas menuju kawasan wisata. Oleh sebab itu, rehabilitasi diprioritaskan agar tidak menimbulkan risiko bagi masyarakat.
“Progres fisik pembangunan telah mencapai sekitar 47 persen,” ungkap Bupati.
Selain memastikan proyek berjalan sesuai jadwal, Bupati juga memberi perhatian khusus terhadap aspek keselamatan kerja. Ia menegaskan seluruh pelaksana proyek wajib menerapkan standar keselamatan kerja secara ketat mengingat pekerjaan konstruksi jembatan memiliki tingkat risiko tinggi.
“Seluruh tenaga kerja yang terlibat juga diminta memperoleh perlindungan melalui kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan,” tutupnya.
-
Uncategorized3 minggu yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized4 minggu yang laluProses Pembebasan Lahan Berproses, Sekolah Internasional Bakal Segera Dibangun di Patuk
-
Uncategorized2 minggu yang laluMerintis Watusigar Gemilang, Feri Sulistyono Usung Digitalisasi dan Transparansi Pemerintahan
-
Uncategorized4 minggu yang laluTabrakan di Jalan Lingkar Utara Piyaman, Pelajar 17 Tahun Tewas di Lokasi
-
Uncategorized3 minggu yang laluCek Dapur MBG di Gunungkidul, Wakil Ketua Komisi VII Apresiasi SOP Pelaksanaan MBG
-
Uncategorized3 minggu yang laluWarga Kelor Pertanyakan Pembangunan Tower 72 Meter, Mengaku Tak Pernah Dilibatkan
-
Uncategorized4 minggu yang laluKelor Berubah, Kelor Berbenah, Wayahe Ganti Lurah
-
Uncategorized3 hari yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Uncategorized2 minggu yang laluPintu Depan Terkunci, Suami Temukan Istri Meninggal
-
Uncategorized3 minggu yang laluKelok 18 Dibuka Uji Coba, Rest Area Baru Bisa Dipakai Sekitar Setahun Lagi
-
Uncategorized3 minggu yang laluPeduli Kekeringan, GUBUK dan DWP BRIN Salurkan 37 Tangki Air Bersih untuk Warga Gunungkidul
-
Uncategorized1 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
