Sosial
Potensi Terjadinya Gelombang Tinggi di Pesisir Gunungkidul
Wonosari, (pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini berkaitan akan terjadinya gelombang tinggi di beberapa pesisir selatan Jawa, termasuk Gunungkidul. Peringatan bernomor ME.301/PD/20CLP/VII/BMKG-2021 tersebut berlaku mulai tanggal 26 Juli pukul 07.00 WIB hingga 28 Juli pukul 07.00 WIB.
Pemberitahuan tersebut memuat tentang adanya peluang terjadi gelombang setinggi 4- 6 meter di pesisir selatan Jawa. BMKG menjelaskan fenomena tersebut terjadi lantaran pola-pola angin di wilayah utara Indonesia dominan bergerak dari tenggara menuju barat daya dengan kecepatan angin sekitar 5-25 knot. Sedangkan di bagian selatan Indonesia, dominan bergerak dari timur menuju tenggara dengan kecepatan angin berkisar 5-25 knot. BMKG menuliskan agar beberapa pihak memperhatikan peluang resiko tinggi khususnya pada nelayan.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul Edy Basuki mengaku telah mendapatkan informasi tersebut. Pihaknya kini telah berkoordinasi dengan petugas-petugas SAR Linmas di pesisir selatan Gunungkidul untuk mengambil langkah antisipasi.
“Info tersebut sudah kami sampaikan dan berkoordinasi dengan Sar Linmas tentang adanya peluang gelombang tinggi di pesisir Gunungkidul,” jelas Edy, Senin (26/07/2021) siang.
Sementara itu, Koordinator SAR Satlinmas Wilayah 1 Sadeng, Sunu Handoko Bayu Segara mengatakan, saat ini pihaknya tengah mempersiapkan antisipasi dari dampak yang akan ditimbulkan akibat potensi gelombang tinggi ini di Pantai Selatan Gunungkidul. Ia mengatakan jika telah memberikan peringatan kepada para nelayan agar mengurangi aktifitas di laut selama periode waktu gelombang tinggi.
“Sementara nelayan masih beraktifitas menarik jaring yang sudah dipasang kemarin. Namun kami himbau mulai tanggal 27 Juli besok untuk tidak memaksakan aktifitas di laut hingga tanggal 2 Agustus, baik nelayan perahu maupun pemancing di pinggiran,” urai Sunu.
Lebih lanjut, Sunu mengatakan, pihaknya terus melakukan koordinasi intens dengan BPBD jika sewaktu-waktu gelombang tinggi mengakibatkan dampak yang tak diinginkan.
“Yang pasti kami selalu aktif memperingatkan nelayan maupun pemancing pinggiran warga setempat ataupun pemancing pengunjung. Tapi selama masa PPKM Darurat untungnya pemancing dari luar daerah tidak ada yang datang,” sambung Sunu.
“Biasanya dampak yang ditimbulkan khususnya pada dermaga itu perahu-perahu saling berbenturan, dan yang bahaya lagi ketika ada perahu trol atau sekoci yang mau masuk sandar ke dermaga. Pintu masuknya berbahaya ketika gelombang tinggi,” pungkas Sunu.
-
Uncategorized3 minggu yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized4 minggu yang laluProses Pembebasan Lahan Berproses, Sekolah Internasional Bakal Segera Dibangun di Patuk
-
Uncategorized3 minggu yang laluMerintis Watusigar Gemilang, Feri Sulistyono Usung Digitalisasi dan Transparansi Pemerintahan
-
Uncategorized3 minggu yang laluCek Dapur MBG di Gunungkidul, Wakil Ketua Komisi VII Apresiasi SOP Pelaksanaan MBG
-
Uncategorized4 hari yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Uncategorized3 minggu yang laluWarga Kelor Pertanyakan Pembangunan Tower 72 Meter, Mengaku Tak Pernah Dilibatkan
-
Uncategorized4 minggu yang laluKelor Berubah, Kelor Berbenah, Wayahe Ganti Lurah
-
Uncategorized3 minggu yang laluPintu Depan Terkunci, Suami Temukan Istri Meninggal
-
Uncategorized4 minggu yang laluPeduli Kekeringan, GUBUK dan DWP BRIN Salurkan 37 Tangki Air Bersih untuk Warga Gunungkidul
-
Uncategorized4 minggu yang laluKelok 18 Dibuka Uji Coba, Rest Area Baru Bisa Dipakai Sekitar Setahun Lagi
-
Uncategorized1 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
-
Uncategorized3 minggu yang laluPemkab Gunungkidul Mulai Gunakan BTT Rp1,3 Miliar untuk Atasi Kekeringan
