fbpx
Connect with us

Sosial

Prihatin Dampak Kekeringan, Organisasi Masyarakat Hingga Komunitas Mobil Bagi-bagi Air Bersih

Diterbitkan

pada tanggal

Girisubo,(pidjar.com)–Masalah kekeringan masih terus menghadapi masalah pelik yang belum bisa teratasi utamanya di wilayah pinggiran. Sejumlah komunitas dan beberapa dermawan pun kini tergerak untuk membantu penanganan jangka pendek dalam pemenuhan kebutuhan air bersih dengan melakukan dropping air. Beberapa bulan terakgir, selain pemerintah yang melakukan droping air dari pihak swasta memang mulai aktif membantu memberikan bantuan pada masyarkat yang terdampak kekeringan.

Seperti yang dilakukan Ikatan Keluarga Girisubo Rongkop (Ikagiro) beberapa hari lalu. Mereka melakukan kegiatan sosial dengan melakukan dropping air bersih di dua kecamatan yakni Girisubo dan Rongkop.

Kegiatan ini sudah berlangsung dalam dua tahun terakhir ini,” ujar koordinator Ikagiro, Deni Muryanto, Minggu (28/07/2019).

Ia menambahkan, dalam aksi kali ini pihaknya menyasar dua desa yakni di Pucung, Girisubo dan Melikan, Rongkop. Dipilihnya dua wilayah itu lantaran saat ini warga di kawasan tersebut mengalami kesulitan mendapatkan air bersih untuk menunjang segala aktifitas yang membutuhkan air.

“Setelah ini kita akan mengadakan bakti sosial air bersih lagi untuk gelombang ke-2 ke-3 dan ke-4 yang akan ditujukan kepada warga yang kekeringan di wilayah Rongkop Girisubo yang lainnya. Karena banyak wilayah yang kekeringan selain desa Pucung Girisubo dan Melikan Rongkop,”kata Deni.

Ikagiro sendiri selain sebagai organisasi sosial juga bisa dikatakan sebagai penyalur bakti sosial. Hal itu karena donasi yang disalurkan Ikagiro bukan hanya donasi dari anggota organisasi saja, melainkan dari donatur luar yang menitipkan sebagian rizkinya lewat Ikagiro. Dana yang didapat nantinya akan disalurkan kepada masyarakat yang sekiranya membutuhkan.

Berita Lainnya  Jogja Hard Enduro VII Bertabur Pejabat, Ratusan Crosser Diajak Rasakan Track Ganas di Gunungkidul Utara

“Ikagiro sendiri adalah organisasi resmi yang sudah memiliki rekening bank atas nama Ikagiro. Mungkin ada sanak saudara atau masyarakat yang ingin menyalurkan sebagian rizkinya bisa menyalurkan ke rekening Ikagiro 6976-01-016862-53-4,” terang dia.

Tak hanya Ikagiro, Club Avansa Xenia (AXS) juga ikut tergerak dengan menyalurkan puluhan tangki air bersih ke wilayah Bohol, Kecamatan Rongkop. Tak hanya itu, nantinya setelah antrian tangki tersedia, pihaknya akan melakukan kegiatan serupa di wilayah Ngawen dan Gerangsari.

Rencananya ada 30 tangki, kita dari AXS Jogja ini di Gunungkidul ada sekitar 50 anggota. Apa yang kita lakukan ini murni ingin membantu sesama yang saat ini mengalami kesulitan air bersih,” imbuh koordinator AXS, Aris yang juga merupakan Bhabinkamtibmas Desa Baleharjo itu.

Tak hanya dropping air bersih saja, komunitas mobil ini juga melakukan kegiatan sosial lainnya. Namun kegiatan itu dilakukan pada lebaran kemarin.

“Kita kemarin memberikan santunan kepada pantiasuhan. Kalau yang droping air ini kita lakukan Jumat kemarin,” terang dia.

Beberapa hari lalu, Ikatan Anak Rantau Gungkidul pun juga memberikan bantuan berupa air bersih di kawasan Rongkop, Girsubo dan sekitarnya. Nampaknya kawasan yang berada di sisi timur dan selatan ini menjadi perhatian khusus para donator dan komunitas tertentu, mengingat daerah ini berada di kawasan yang dikelilingi gunung dan memang seringkali warganya kesulitan mendapatkan air bersih.

Berita Lainnya  Di Tengah Keterbatasan Pendapatan, Guru-guru Swasta Ini Rela Patungan Untuk Kegiatan Sosial

Sementara itu Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gunungkidul, Edy Basuki memaparkan hingga bulan Juli 2019 jumlah jiwa yang terdampak kekeringang sebanyak 134.929 jiwa.

“134.292 jiwa tersebut tersebar di 421 Dusun di 14 Kecamatan di Gunungkidul,” imbuhnya.

Ia menjelaskan untuk mengatasi kekeringan tersebut pihaknya tetap menghunakan cara droping air menggunakan truk tangki yang dimiliki oleh BPBD Gunungkidul. Selain BPBD Gunungkidul yang melakukan droping kecamatan-kecamatan juga melakukan hal yang serupa.

“Di Kecamatan yang terdampak kekeringan susah ada anggarannya untuk droping air, dan itu sudah dilakukan sejak lama. Beberapa daerah juga telah terbantu dengan masuknya perpipaan dari PDAM maupun SPAMdes dan SPAMdus,” ucapnya.

Iklan
Klik untuk Komentar
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler