Sosial
Program Mudik Gratis Dianggap Merugikan Pengusaha Bus Lokal
Playen,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Program mudik gratis ternyata tidak hanya ditanggapi positif. Oleh pengusaha bus, hal ini justru dianggap merugikan. Sebab, hal tersebut berdampak dengan penurunan pendapatan Perusahaan Otobus (PO).
Pemilik PO Maju Lancar, Sutrisno mengatakan, program mudik gratis yang diberikan oleh pemerintah berdampak cukup buruk bagi pihaknya. Sebab hal tersebut menyebabkan penurunan pendapatan.
"Turunnya lumayan banyak sekitar 50 % pendapatan kita. Saya rasa tidak hanya disini saja, tetapi para pengusaha lain juga merasakannya," kata Sutrisno, Selasa (12/06/2018).
Namun demikian, pihaknya juga tidak bisa berbuat banyak terlebih untuk protes. Sebab dengan adanya mudik gratis ini masyarakat juga diuntungkan.
"Kalau protes malah kami dikita menyusahkan warga karena warga juga senang," ujar dia.
Pihaknya hanya berharap kedepan pemerintah dapat mengandeng pengusaha bus lokal yang selama ini belum pernah diajak berembug. Sehingga, program mudik gratis tidak merugikan banyak pihak.
“Untuk program mudik gratis kan tidak serta merta Kementrian Perhubungan mencari bus, tetapi pasti ada event organizernya dan kami tidak pernah digandeng untuk itu,” katanya.
Sementara itu, Wakil Bupati Gunungkidul, Immawan Wahyudi, mengatakan bahwa pihaknya sudah mendengar keluh kesah dari pengusaha bus. Pihaknya juga berharap, pemerintah pusat mempertimbangkan program mudik gratis yang selama ini telah dilakukan.
“Misal ada pemudik dari Jakarta sekitarnya mau menuju Gunungkidul, saya berharap dapat menggunakan bus daerah tujuan itu (Gunungkidul), sehingga pengusaha bus di daerah atau ekonomi daerah terangkat,” kata Immawan seusai memantau kegiatan Ramp Check, di garasi Maju Lancar, Logandeng, Kecamatan Playen.
Dalam kegiatan tersebut Immawan juga berharap agar ada kepastian semua armada dapat berfungsi dengan baik. Selain itu kepada para pemudik atau yang nantinya mengikuti arus balik untuk tidak sembarang memilih angkutan yang murah, tetapi dapat memastikan keamanannya.
“Tadi kegiatan Ramp Check, ada enam bus yang satu tidak lolos, dan perlu perbaikan lagi. Dengan kegiatan ini diharapkan dapat lancar bus nantinya,” katanya.
-
Uncategorized4 minggu yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized4 minggu yang laluProses Pembebasan Lahan Berproses, Sekolah Internasional Bakal Segera Dibangun di Patuk
-
Uncategorized3 minggu yang laluMerintis Watusigar Gemilang, Feri Sulistyono Usung Digitalisasi dan Transparansi Pemerintahan
-
Uncategorized3 minggu yang laluCek Dapur MBG di Gunungkidul, Wakil Ketua Komisi VII Apresiasi SOP Pelaksanaan MBG
-
Uncategorized5 hari yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Uncategorized3 minggu yang laluWarga Kelor Pertanyakan Pembangunan Tower 72 Meter, Mengaku Tak Pernah Dilibatkan
-
Uncategorized4 minggu yang laluKelor Berubah, Kelor Berbenah, Wayahe Ganti Lurah
-
Uncategorized3 minggu yang laluPintu Depan Terkunci, Suami Temukan Istri Meninggal
-
Uncategorized4 minggu yang laluPeduli Kekeringan, GUBUK dan DWP BRIN Salurkan 37 Tangki Air Bersih untuk Warga Gunungkidul
-
Uncategorized4 minggu yang laluKelok 18 Dibuka Uji Coba, Rest Area Baru Bisa Dipakai Sekitar Setahun Lagi
-
Uncategorized1 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
-
Uncategorized3 minggu yang laluPemkab Gunungkidul Mulai Gunakan BTT Rp1,3 Miliar untuk Atasi Kekeringan
