fbpx
Connect with us

Sosial

Berbekal Gotong Royong, Masjid Ini Sediakan Makan Gratis Untuk Jamaah Sholat Jumat

Diterbitkan

pada tanggal

––>

Wonosari,(pidjar.com)–Suasana berbeda selalu nampak setiap hari Jumat di Masjid Al Fatah Padukuhan Wukirsari, Desa Baleharjo, Kecamatan Wonosari. Masjid ini selalu hiruk pikuk lantaran memang menyediakan makanan dan minuman secara gratis bagi jamaah sholat Jumat, mushafir dan warga sekitar. Penyediaan makanan ini sendiri dimaksudkan sebagai bentuk berbagi yang dilakukan oleh pengurus masjid dan mengajarkan amalan baik bagi khalayak umum.

Salah seorang pengurus Masjid Al Fatah, Suparno mengungkapkan, penyediaan makanan dan minuman gratis setiap Jumat ini sendiri telah berlangsung selama 6 bulan terakhir. Pemberian makanan ini sebagai bentuk sedekah dan sarana mengenal lebih dekat satu sama lain.

Ia menjelaskan, tak mudah memang untuk penyediaan makan dan minum yang diperuntukkan bagi jamaah dan umum ini. Namun karena kegigihan para pengurus dan pemuda masjid, kegiatan positif ini terus berlangsung. Dana yang digunakan pun seadanya saja. Mulai dari dana pribadi kemudian hasil infaq jamaah.

Lantaran semakin banyak peminatnya dan mushafir yang singgah di Masjid ini, maka pengurus Masjid mulai memberanikan diri untuk membuka donasi.

Berita Lainnya  Polres Gunungkidul Redam Isu Ajakan Demo Bagi Pelajar

“Bagi siapapun bisa menyumbangkan rejekinya ke masjid Al Fatah di Wukirsari ini. Bisa hubungi pengurus atau datang langsung. Insha Allah dana yang disumbangkan akan kami salurkan dan mudah-mudahan bermanfaat,” terang Suparno, Senin (26/08/2019).

Lebih lanjut ia paparkan, perjalanan sampai di titik ini pun juga tidak mudah. Di awal-awal dulu, dibagikan snack ringan saja. Jika ada rejeki lebih, pengurus Masjid kadang juga membagikan nasi bungkus. Lantaran kemudian membludaknya jamaah, sering kali ada yang tidak kebagian. Dari situ kemudian ide-ide mulai muncul dan diputuskan setiap Jumat masjid selalu menyedikan makanan dan minuman gratis bagi jamaah yang hadir di masjid Al Fatah untuk beribadah.

“Rata-rata 100 sampai 150 porsi makanan dan minuman selalu habis. Dan kemudian terus bertambah dan bertambah,” tambah dia.

Untuk proses memasak, pihaknya menyiapkan satu juru masak. Selain itu, ada juga ibu-ibu muda dan jamaah yang sekiranya tidak memiliki kesibukan diminta untuk ikut membantu. Suparno menambahkan, setiap minggunya, menu makanan selalu berganti-ganti. Mulai dari soto, nasi rames dan beberapa jenis masakan lainnya.

Berita Lainnya  Kartu BPJS Sudah Tak Berlaku, Satu Orang Korban Luka Berat Laka Maut Ngawen Kesulitan Pengobatan

“Sekarang baru satu sampai dua menu saja setiap Jumatnya. Kalau ada yang mendonasikan rejekinya, kami ada beberapa menu kami sediakan sebagai pilihan,” imbuh Parno.

Dengan adanya kegiatan semacam ini, selain bentuk berbagi dari masjid sendiri ingin membentuk kedekatan atau interaksi antar masyarakat. Kemudian juga menunjukkan kembali jati diri warga Gunungkidul yang gemar berbagi, gotong royong, kekeluargaan dan toleransi tinggi. Menurutnya sedekah tidak melulu tentang uang melainkan dalam wujud lain pun juga dapat berbagi.

“Jarang kan satu jamaah masjid membaur dengan orang luar makan bersama, bercanda, berdiskusi atau ngobrol bareng gitu. Ini yang ingin kami tonjolkan berbagi dan membaur dengan satu sama lainnya,” tutup dia.

Iklan
Klik untuk Komentar
Iklan

Facebook Pages

Iklan
Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler