fbpx
Connect with us

Pendidikan

Puluhan Pelajar Putus Sekolah Selama Pandemi, Dewan Dorong Dinas Lakukan Penelusuran

Diterbitkan

pada

Wonosari,(pidjar.com)–Putus sekolahnya puluhan pelajar SMP di Gunungkidul karena pandemi covid19 mendapatkan sorotan dari DPRD Gunungkidul. Dewan minta pemerintah memberikan pamtauan khusus terhadap pelajar agar nantinya kejadian putus sekolah tidak lagi terjadi.

Ketua Komisi D DPRD Gunungkidul, Supriyadi menilai pembelajaran online bisa menjafi salah satu pemicu pelajar putus sekolah. Seperti yang diketahui selain akibat pembelajaran online, keterbatasan ekonomi juga menjadi penyebabnya.

Mereka bisa setres jadi jenug karena tidak ada pembelajaran tatap muka selama pandemi,” kata Supriyadi, Minggu (13/06/2021).

Supriyadi menambahkan, kaitannya dengan putus sekolah yang disebabkan oleh pelajar bekerja dan menikah, ia mendorong dinas melakukan penelusuran. Penelusuran ini karena fenomena ini ia nilai bukan hal yang wajar.

Jadi pemerintah harus tau karena ini gak lazim,” jelasnya.

Menurutnya, sufah ada upaya dari Disdikpora Gunungkidul untuk menekan angka putus sekolah. Namun ia menilai langkah yang dilakukan belum optimal.

Berita Lainnya  Bernostalgia Mencicipi Nasi Ayam Kenduri, Cita Rasa Leluhur Yang Kini Laris Diburu

Program pemdidikan non formal yang diupayakan juga belum.optimal, karena belum merata kesadaran masyarakat juga minim,” papar Supriyadi.

<span;>Supriyadi menerangkan, dinas perlu melakukan pemantauan intensif kepada para pelajar. Terutamanya selama masa pembelajaran daring.

“Jadi kan memang jarang ketemu harus lebih diawasi kata Supriyadi.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, pandemi covid19 membuat siswa siswi di sekolah harus melaksanakan pembelajaran jarak jauh. Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Gunungkidul mencatat puluhan pelajar di jenjang SMP putus sekolah di tahun ajaran 2019/2020 lalu.

Kepala Bidang SMP Disdikpora Gunungkidul, Kiswara mencatat ada 28 pelajar yang putus sekolah. Pelajar ini merupakan siswa yang duduk di bangku SMP.

Berita Lainnya  Bantuan RTLH Tak Sampai, Mbah Wagiyem Kini Tak Lagi Punya Rumah

Rerata mereka berada di kelas 8 dan 9, sebabe macem-macem, ada yang bekerha bahkan menikah, ada juga yang pindah sekolah,” kata Kiswara, Jumat (11/06/2021).

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler