fbpx
Connect with us

Pendidikan

Puluhan Siswa dan Guru Positif Covid19, PTM di 6 SMA dan SMK Diliburkan

Diterbitkan

pada

Wonosari, (pidjar.com)–Sejak beberapa waktu dilakukannya tes swab massal oleh Dinas Kesehatan Gunungkidul kepada ribuan pelajar di Gunungkidul, ditemukan adanya puluhan siswa yang dinyatakan positif corona. Menyikapi adanya puluhan siswa dan guru di sejumlah Sekolah Menengah Atas dan Sekolah Menengah Kejuruan yang tertular virus ini, Balai Pendidikan kemudian memutuskan untuk menghentikan sementara waktu kegiatan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di sekolah-sekolah tersebut. Nantinya, kegiatan pembelajaran tatap muka (PTM) akan dibuka kembali sesuai dengan hasil koordinasi sekolah dan instansi-instansi terkait. Kebijakan ini ditempuh guna menghindari adanya penularan di lingkungan sekolah itu.

Kepala Balai Dikmen Gunungkidul, Agus Muhdilarso mengungkapkan, sehubungan dengan adanya pelajar dan guru yang positif covid19, pihaknya kemudian menggelar rapat koordinasi dengan pihak sekolah dan berkoordinasi dengan Dinas Pemuda dan Olahraga DIY. Ada beberapa hal yang menjadi rekomendasi untuk segera diterapkan oleh pihak sekolah, yaitu penutupan sekolah untuk sementara waktu sampai batas waktu yang belum ditentukan.

Berita Lainnya  Juknis Telah Dikirim ke Sekolah-sekolah, Ini Jadwal dan Mekanisme PPDB SMP

Kemudian guru dan siswa yang positif covid19 wajib menjalani isolasi mandiri sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Mereka juga wajib untuk melaporkan ke satgas untuk dilakukan tracing kepada keluarga dan orang yang sempat melakukan kontak erat. Pihak sekolah juga diminta untuk segera melakukan sterilisasi ruang kelas dan ruang guru.

“Untuk PTM sementara dihentikan bagi sekolah yang siswa dan gurunya positif covid19. Untuk pembelajaran saat ini menerapkan kembali sistem daring atau jarak jauh,” kata Agus Muhdilarso, Minggu (28/11/2021).

Adapun untuk pelaksanaaan Penilaian Akhir Semester (PAS) juga dilakukan dengan sistem daring kembali. Kemudian untuk sekolah yang sekarang ini masih menunggu hasil screening, dihimbau untuk lebih menerapkan protokol kesehatan. Ia beberkan lebih lanjut, sejumlah sekolah yang telah diberikan perintah untuk sementara menghentikan kegiatan PTM sendiri adalah, SMA N 1 Karangmojo, SMA N 1 Tanjungsari, SMA Muhammadiyah Al Mujahidin Wonosari, SMA Ma’arif Wonosari, SMK Muhammadiyah Karangmojo, dan SMK Muhammadiyah 1 Playen.

Berita Lainnya  Bangunan SD Berusia Ratusan Tahun di Ponjong Ditetapkan Sebagai Cagar Budaya

“Koordinasi terus dilakukan oleh jajaran baik kepala sekolah, komite, balai dikmen dan lainnya untuk mengetahui bagaimana perkembangan di lapangan,” jelas Agus.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul, Dewi Irawaty mengungkapkan, saat ini tracing atau screening acak di tingkat SLTA masih tetap dilakukan oleh petugas. Dengan keluarnya hasil puluhan siswa dan guru terkonfirmasi positif pihaknya merekomendasikan untuk segera dilakukan penutupan sekolah sementara waktu dari hasil tersebut keluar.

“Korodinasi dengan Dikpora dan Balai Dikmen sudah dilakukan, kami minta untuk yang ada kasus covid19 PTM sementara distop dulu. Kalau yang tidak menjadi sampel kami harapkan menerapkan prokes ketat,” ujar Dewi Irawaty.

Ia menjelaskan, untuk hasil tanggal 26 November 2021, ada 14 pelajar yang dinyatakan terkonfirmasi positif. Kemudian tanggal 27 November 2021, kemarin bertambah lagi ada 20 pelajar dan guru yang positif covid19.

“Semuanya OTG, untuk yang positif ini sudah vaksin semua,” tutup Dewi.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler