Connect with us

Sosial

Rapat Dengan Warga, Ngadiono Akhirnya Setuju Pindah Dari Kandang Sapi

Diterbitkan

pada

Nglipar, (pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Pasangan suami istri, Ngadiono (52) dan Sumini (44) beserta kedua anaknya warga Padukuhan Kedungranti, Kalurahan Nglipar, Kapanewon Nglipar kini telah pindah di rumah orangtuanya yang berjarak sekitar 100 meter. Ngadiono bersama keluarganya sendiri sebelumnya sempat viral setelah diketahui tinggal di kandang sapi. Kepindahan Ngadiono beserta keluarga dilakukan setelah adanya rapat tokoh masyarakat setempat pada Rabu (01/09/2021) sore kemarin.

Kepala Padukuhan Kedungranti, Tukiyarno, menyampaikan, sebelum Ngadiono memutuskan untuk tinggal di kandang sapi, masyarakat sebenarnya sempat menawarkan untuk tinggal di beberapa petak lahan yang telah disiapkan. Namun karena keyakinan Ngadiono untuk tinggal di kandang sapi begitu kuat, masyarakat kemudian menghormati pilihan Ngadiono.

Berita Lainnya  Dipantau Jokowi, Ribuan Masyarakat Playen Ikuti Program Vaksinasi Merdeka

“Sebelumnya ada rumah orangtua sama saudara-saudaranya yang bisa ditempati, jaraknya juga tidak jauh. Sudah ditawari tanah OO dekat balai padukuhan,” jelas Tukiyarno, Kamis (02/09/2021) siang.

Ia menegaskan tingkat gotong royong di masyarakat Kedungranti sangatlah tinggi. Sehingga ia menyayangkan kabar yang beredar seolah-olah masyarakat abai terhadap kondisi yang dialami Ngadiono. Banyaknya kabar yang mencuat yang tak sesuai dengan kenyataan menurutnya membuat masyarakat resah. Terlebih, ia sebagai kepala dusun harus bisa meredam keresahan yang dialami oleh warganya.

“Dari sisi bantuan sosial, keluarga Ngadiono ikut dibantu. Seperti PKH, bantuan untuk pendidikan, pernah juga dapat bantuan pembangunan rumah dari program carita Swiss,” imbuhnya.

Lantaran adanya sejumlah isu negatif yang memojokkan masyarakat setempat, kemudian diputuskan untuk menggelar pertemuan warga. Dalam pertemuan itu, Ngadiono akhirnya menerima jika dirinya diminta pindah ke rumah yang lebih layak milik orangtuanya. Selain karena rawan bencana ketika sungai yang didekatnya meluap, hal itu dilakukan untuk kebaikan Ngadiono beserta seluruh keluarganya. Masyarakat setempat juga tak melarang jika kandang yang dimiliki oleh Ngadiono masih berada di tempat semula.

Berita Lainnya  Musim Sulit di Masa Kering, Jogja Flying Club Bantu Ratusan Tangki Air Bersih

“Jadi, Ngadiono beserta keluarga diminta tinggal di rumah milik orangtuanya. Kalau kandangnya silahkan di situ, mau buat istirahat siang juga silahkan, tapi kalau malam silahkan pulang ke rumah orangtuanya,” ungkap Tukiyarto.

Sementara itu, Ketua Tim Penggerak PKK Gunungkidul, Diah Purwanti Sunaryanta, mengunjungi keluarga Ngadiono pada Kamis (02/08/2021) siang tadi. Dalam kunjungannya, ia melihat kandang sapi yang sebelumnya digunakan sebagai tempat tinggal oleh Ngadiono bersama keluarganya tersebut. Setelah itu, ia menuju rumah milik orangtua Ngadiono yang kini ditempatinya. Istri Bupati Sunaryanta ini juga sempat memberikan paket bantuan sosial untuk Ngadiono.

“Sekarang pak Ngadiono sudah tinggal di tempat yang lebih layak, tidak di kandang sapi lagi. Ke depannya saya selaku ketua penggerak PKK Gunungkidul akan mengkomunikasikan dengan Dinas-Dinas terkait untuk mencari solusi,” jelasnya.

Berita Lainnya  Aroma Pungli Dalam Pengelolaan Reservoir Air Bantuan Kementrian di Temuireng

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Pariwisata6 jam yang lalu

Libur Sekolah, Obyek-obyek Wisata Mulai Dibanjiri Siswa Study Tour

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)-Libur sekolah tahun 2026 mulai menggerakkan sektor pariwisata di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) termasuk juga di Gunungkidul. Saat...

Pariwisata2 minggu yang lalu

Camping Syahdu di Pantai Watukodok

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)– Gunungkidul memamg menjadi gudangnya wisata alam di DIY. Bagaimana tidak, gugusan pantai selatan Kabupaten Gunungkidul menyuguhkan panorama pesisir...

Pariwisata1 bulan yang lalu

Mulai Pertengahan Mei Mendatang, TPR Baron Direncanakan Hanya Layani Pembayaran Retribusi Non-Tunai

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)– Pemerintah Kabulaten Gunungkidul terus berbenah dalam memperkuat tata kelola retribusi yang lebih transparan, efisien, dan adaptif terhadap perkembangan...

Pariwisata1 bulan yang lalu

Optimalisasi TKP Senopati, Pemkot Siapkan Pangkalan Becak dan Andong untuk Mudahkan Wisatawan

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4   Jogja,(pidjar.com)– Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Yogyakarta bergerak cepat menyiapkan penataan baru di kawasan Tempat...

Pariwisata2 bulan yang lalu

Wisatawan Pantai Krakal Keluhkan Bawa Tikar Sendiri Tetap Dipungut Uang Sewa, Ini Respon Dinas

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)– Gunungkidul saat ini menjadi primadona bagi wisatawan luar daerah untuk mengisi waktu libur panjang mereka. Dalam setiap momen...

Berita Terpopuler