Peristiwa
Sapi Metal Unik Berkaki Tiga Lahir di Gading
Playen,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Sesuatu yang aneh dan tidak biasa, umumnya menarik rasa penasaran seseorang. Pun demikian dengan yang terjadi di Padukuhan Gading II, Desa Gading, Kecamatan Playen. Disana, ada warga yang memiliki sapi metal dengan jumlah kakinya yang tak seperti pada umumnya, yakni hanya 3 kaki saja.
Sapi tersebut diketahui milik pasangan Arif Sulaiman dan Sulasmi, warga Gading II RT 12 RW 02, Gading, Playen. Sapi berjenis kelamin jantan yang dinamakan Sakti tersebut memiliki keanehan dari segi fisik karena kakinya hanya ada 3 buah saja, yakni dua kaki depan dan satu kaki belakang sebelah kiri.
Keanehan itulah yang akhirnya memantik warga sekitar untuk berdatangan. Bahkan, di rumahnya hampir selalu saja ada warga yang datang untuk melihat dan memfotonya, lantaran penasaran dengan kejadian langka tersebut.
Menurut Sulasmi, Sakti yang lahir 12 hari lalu tepatnya tanggal 17 Maret 2018 pukul 06.30 WIB tersebut, keluar dalam keadaan normal. Meski memiliki keanehan dari segi fisik, Sakti hidup normal layaknya sapi lainnya, seperti berdiri, berjalan, hingga berlari.
"Biasanya kalau ada ayam di dekat kandang, dia suka lari ngejar ayam itu. Lucu kalau lagi lari meski suka kasihan melihatnya," tutur dia saat ditemui pidjar-com-525357.hostingersite.com di rumahnya, Kamis (29/03/2018).

Sulasmi mengaku, tidak ada perawatan khusus untuk sapi berkaki tiga miliknya itu. Sapinya pun hingga kini selalu dalam keadaan sehat dan lahir dengan bobot yang normal. Hanya saja, selang satu hari setelah dilahirkan, ia melatih Sakti untuk berdiri dan berjalan agar hidup dengan normal seperti sapi pada umumnya.
Sebelum Sakti lahir, ia mengatakan tidak ada keanehan pada induk baik saat hamil maupun proses kelahiran. Ia baru menyadari kaki Sakti hanya tiga ketika sedang membersihkan sapi uniknya itu usai keluar dari perut sang induk.
"Pas lagi dibersihkan, kok ada yang ganjil di kaki belakang sebelah kanan. Awalnya dipikir paling kecentit, tapi kok nggak ada. Eh ternyata memang kakinya hanya tiga. Suami saya langsung keliling bilang ke warga sapiku kakinya tiga," ceritanya.
Meski ada keanehan fisik, Sulasmi mengaku tetap akan menjual sapinya kelak. Namun ia menunggu hingga sapi berkaki tiga tersebut sudah siap dilepaskan dari susu induknya, sekitar berusia 3 hingga 4 bulan. Bahkan dia mematok harga diatas wajar dengan sapi uniknya itu. Jika biasanya harga normalnya kurang lebih Rp 20 juta, ia berniat menjualnya sekitar Rp 25 juta.
"Kalau sekarang belum ada yang menawarkan untuk membeli. Lagipula kalau sekarang saya masih belum tega ngelepasnya karena baru 12 hari, masih butuh susu induknya. Nanti kalau usianya sudah 3 sampai 4 bulan, baru berani jual. Mudah-mudahan sehat dan panjang umurnya," ujar Sulasmi.
-
Uncategorized3 minggu yang laluTak Ikut Aksi di Istana, PPPK Gunungkidul Tetap Serukan Desakan Kepastian Status Kontrak
-
Uncategorized2 minggu yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized4 minggu yang laluSempat Diancam Akan Dilindas Lehernya, Dua Remaja Babak Belur Dihajar Kelompok Pemuda Silat
-
Uncategorized4 minggu yang laluKelok 23 Tuntas 100 Persen, Akses Gunungkidul-Bantul dengan View Laut Selatan Segera Dibuka
-
Uncategorized4 minggu yang laluSaling Bajak Kader Antara PSI dan NasDem Gunungkidul Makin Seru, Ini Tanggapan Sang Ketua
-
Uncategorized4 minggu yang laluPenerima PKH di Gunungkidul Turun 2.000 Orang, Ini Penyebabnya
-
Uncategorized3 minggu yang laluBupati Turun Tangan, Polemik Seleksi Ulu-Ulu Siraman Mulai Ditelusuri
-
Uncategorized3 minggu yang laluGunungkidul Jajaki Kerjasama dengan Korea Selatan, Buka Peluang Jadi Pekerja Musiman
-
Uncategorized3 minggu yang laluTolak Tawaran Uang Damai, Korban Penganiayaan Brutal Oknum Pesilat Bersikukuh Tak Cabut Laporan
-
Uncategorized3 minggu yang laluSiaga Darurat Gunungkidul Diperpanjang 3 Bulan, Kemarau Diprediksi hingga November
-
Uncategorized4 minggu yang laluKemarau Panjang, 53 Kejadian di Gunungkidul Hanguskan 51 Hektare
-
Uncategorized2 minggu yang laluProses Pembebasan Lahan Berproses, Sekolah Internasional Bakal Segera Dibangun di Patuk
