fbpx
Connect with us

Pariwisata

Sejenak Rileks Menikmati Pesona Kumplit di Pantai Nglambor, Surganya Wisata Bawah Laut Gunungkidul

Diterbitkan

pada

BDG

Tepus,(pidjar.com)–Meski menyimpan segudang potensi, pariwisata laut masih belum dikembangkan secara sempurna di kawasan pantai Gunungkidul. Para pelaku wisata masih terfokus pada pembangunan kawasan pantai. Padahal jika dikembangkan layaknya di Raja Ampat, Papua maupun kawasan Gili Trawangan, Nusa Tenggara Barat, tentunya akan semakin menambah khasanah kepariwisataan di Gunungkidul.

Faktor kondisi perairan Samudera Hindia yang berombak cukup deras sering disebut menjadi kendala para pelaku wisata mengembangkan pariwisata bawah laut. Namun faktor ini tak terlalu berlaku pada Pantai Nglambor yang terletak di Desa Purwodadi, Kecamatan Tepus. Dengan karakteristik lokasi pantai yang berada di teluk dan diapit karang membuat ombak di kawasan Pantai Nglambor tak terlalu tinggi.

Pemandangan bawah laut Pantai Nglambor sendiri banyak disebut cukup istimewa. Cukup banyak terdapat terumbu karang serta binatang bawah laut yang berwarna-warni indah yang bisa dilihat oleh penyelam. Adapun ikan-ikan yang bisa ditemui di Pantai Nglambor seperti misalnya ikan jenis Trigger, Morish Idol, Blue Devil yang memiliki bentuk serta warna yang sangat indah jika dipadu padankan dengan warna air laut yang menghampar biru.

“Pantai Nglambor relatif aman untuk dijadikan wahana snorkeling atau menyelam,” ucap Yusuf Aditya Putratama, salah satu founder Bintang Nglambor Snorkeling (BNS) pelaku wisata yang biasa menyewakan peralatan menyelam maupun snorkeling di Pantai Nglambor, Minggu (04/02/2018) siang.

Adanya keistimewaan ini membuat Pantai Nglambor meski belum lama dibuka langsung mendapatkan tempat di hati wisatawan khususnya yang menggemari wisata bahari. Faktor kedekatan wilayah jika dibandingkan jika harus menuju ke Karimun Jawa, Jepara, Jawa Tengah maupun Raja Ampat serta Gili Trawangan menjadikan Pantai Nglambor sebagai alternatif yang realistis bagi para penggemar wisata bahari di Yogyakarta dan sekitarnya. Apalagi masih ditambah dengan pemasaran online yang dilakukan oleh para pengelola wisata di Pantai Nglambor. Di media sosial, foto-foto keindahan pantai maupun pemandangan bawah laut Pantai Nglambor seringkali wara-wiri di linimasa berbagai media sosial.

Berita Lainnya  Pembatasan Pengunjung Obyek Wisata di Tengah Melonjaknya Kasus Covid, Dinas Pariwisata Tunggu Kebijakan Pusat

Tak heran saat ini, Pantai Nglambor tak hanya kondang di kalangan wisatawan dalam negeri saja, akan tetapi juga di kalangan wisatawan mancanegara. Menurut Adit, sapaan akrabnya, wisatawan asal Singapura, Belanda hingga Perancis mulai banyak masuk ke Pantai Nglambor.

“Pemasaran lewat online baik Facebook, Instagram, maupun twitter yang kita genjot,” tutur dia.

Mengkombinasikan keindahan alam dan faktor kekinian memang menjadi resep jitu para pelaku wisata di Pantai Nglambor dalam mengembangkan pariwisata di kawasan tersebut. Sejauh mungkin, selain mendapatkan sensasi keindahan alam yang eksotis khas pantai selatan Gunungkidul, wisatawan juga bisa membawa pulang kenangan berupa foto-foto yang bagus yang nantinya bisa diupload oleh pengunjung ke media sosialnya masing-masing. Untuk itu, sebagai bentuk pelayanan, pihaknya juga menyediakan peralatan maupun fotografer dengan kemampuan di atas rata-rata untuk bisa digunakan jasanya oleh para wisatawan.

Berita Lainnya  Sejumlah Obyek Wisata Ajukan Izin Uji Coba Terima Wisatawan

“Mereka puas dengan pemandangan di sini, sekaligus juga nanti pulang membawa foto yang bagus yang bisa menjadi kenangan mereka,” paparnya.

Meski begitu, di tengah lonjakan wisatawan yang menyerbu Pantai Nglambor, keamanan pengunjung tetap menjadi prioritas nomor satu. Adit mengutarakan, sebelum mengizinkan wisatawan menyelam, pengelola wisata terlebih dahulu akan melihat kondisi ombak pantai. Jika dirasa air pasang maupun kondisi ombak tinggi, pihaknya akan menutup akses penyelaman. Meski ombak di Pantai Nglambor terpecah dengan adanya batuan karang yang mengelilinginya, namun ada kalanya pula kondisi ombak memang tidak memungkinkan. Menurut Adit, kondisi ideal saat menyelam di Pantai Nglambor memang bisa dirasakan ketika ombak dalam keadaan standar, tidak terlalu besar namun juga tidak terlalu landai. Dalam keadaan ini, pengunjung bisa merasakan sensasi berbeda dengan menyelam. Tubuh penyelam dikejutkan saat digoyang ombak laut ketika asyik menikmati pemandangan bawah laut.

“Ada standar keamanan yang kita terapkan. Jika tidak memungkinkan, berapa banyakpun wisatawan yang datang akan tetap kita batalkan. Semua demi keamanan para wisatawan,” terang dia.

Berita Lainnya  Lolosnya Ratusan Wisatawan Saat Akhir Pekan, Dinas Salahkan Jalan Tikus

Sementara salah seorang wisatawan yang berkunjung ke Pantai Nglambor, Markus (35) warga Desa Playen, Kecamatan Playen mengungkapkan kepuasannya usai mengunjungi Pantai Nglambor. Menurutnya, dengan mengunjungi pantai ini, ia bisa mendapatkan paket wisata yang sangat komplet. Selain bisa menikmati pemandangan pantai berkarang dan berpasir putih khas Gunungkidul, ia juga sekaligus bisa bebas berenang dan menyelam dengan nyaman.

“Kalau di tempat lain kan cuma lihat dari pantai saja. Kalau mau main air juga nggak bisa ke tengah karena berbahaya,” ucap dia.

Sebagai informasi, untuk menuju Pantai Nglambor saat ini sudah tak terlalu sulit. Akses jalan menuju kawasan pantai sudah dilakukan perbaikan meski masih terbatas pada jalan corblok. Dari pusat Kota Wonosari, pengunjung harus menempuh jarak sekitar 30 kilometer. Rute yang paling mudah adalah jalur wisata ke Pantai Selatan melalui Kecamatan Tepus. Sesampai di pertigaan Tepus, pengunjung bisa berbelok ke kiri menuju arah Pantai Siung. Sesampai di Pertigaan Nagun, pengunjung mengambil arah kanan. Dari sini pengunjung akan menemui pertigaan pertama yang mengarah ke Pantai Jogan. Tetap ambil jalan lurus dan setelah menemui pertigaan kedua, pengunjung bisa berbelok ke kanan langsung menuju ke Pantai Nglambor.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler