fbpx
Connect with us

Pariwisata

Sejumlah Obyek Wisata Dipertimbangkan Untuk Uji Coba Dibuka Kembali

Diterbitkan

pada tanggal

Wonosari,(pidjar.com)–Pemerintah Kabupaten Gunungkidul tengah menyiapkan Standar Operasional Prosedur (SOP) terkait dengan wacana pembukaan destinasi wisata yang ada. Pembahasan sektor ini dirasa sangat penting mengingat pariwisata selama ini merupakan tulang punggung perekonomian daerah dan masyarakat. Namun juga keputusan pembukaan destinasi ini juga patut mendapatkan perhatian yang cukup lebih lantaran pandemi yang masih terjadi. Faktor kesehatan menjadi prioritas dalam perumusan kebijakan ini nantinya.

Bupati Gunungkidul, Badingah menerangkan, pihaknya bersama daerah lain serta pemerintah provinsi tengah mempersiapkan SOP terkait operasional destinasi wisata saat new normal diberlakukan nantinya. Namun begitu, Bupati Badingah masih menunggu arahan lanjutan dari Gubernur DIY.

“SOPnya sedang kita persiapkan, kita tunggu dulu perintah dari Pak Gubernur (Sri Sultan HB X),” kata Badingah, Jumat (29/05/2020).

Ia menjelaskan, sektor pariwisata memang menjadi salah satu tulang punggung perekonomian masyarakat. Saat ini dengan ditutupnya destinasi wisata, tentunya sangat berpengaruh terhadap para pelaku wisata maupun masyarakat pesisir pada umumya. Dirinya berharap, jika nantinya dibuka, masyarakat bisa mempersiapkan diri dengan baik dan mengikuti anjuran serta prosedur pemerintah.

Berita Lainnya  Puluhan Set Segera Disebar, Seluruh Desa di Gunungkidul Bakal Miliki Gamelan Sendiri

“Para pelaku pariwisata diharapkan mengikuti protokol kesehatan,” sambungnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Gunungkidul Asty Wijatanti menambahkan, sejumlah ketentuan tentang pembukaan destinasi wisata sedang dirumuskan. Adapun diantaranya berisi tentang protokol kesehatan yang harus dipersiapkan oleh pelaku wisata sebelum nantinya destinasi wisata dibuka untuk umum. Jumlah pengunjung maupun sarana kebersihan seperti tempat cuci tangan menjadi beberapa diantara banyak hal yang menjadi topik bahasan.

“Selain itu, nanti akan dipersiapkan klinik bilamana ditemukan pengunjung yang terjangkit covid-19,” kata Asty.

Dirinya mengakui bahwa anggaran untuk pembuatan tempat cuci tangan nantinya akan dianggarkan dalam APBD mendatang. Sebab, saat ini anggaran telah dialihkan untuk penanggulangan covid-19.

Berita Lainnya  Tak Hanya Dapat Tambahan THR, ASN Pemkab Gunungkidul Juga Dapat Tambahan Libur Lebaran

“Kita berharap para pelaku wisata bisa membuat yang sederhana terlebih dahulu. Nantinya seluruh destinasi wisata wajib mengikuti protokol kesehatan sebelum boleh dibuka,” kata Asty.

Nantinya, pembukaan destinasi wisata tidak serta merta dibuka begitu saja, melainkan dilakukan uji coba terlebih dahulu. Tidak semua dijadikan uji coba, hanya beberapa destinasi wisata yang akan dibuka saat uji coba.

“Penyusunan mungkin selesai akhir Juni, ya mungkin akhir Juni sudah bisa dibuka untuk uji coba. Nanti kita akan kaji lokasi di mana saja yang bisa digunakan uji coba,” ucap Asty.

Pemerintah nantinya akan menuangkan peraturan pembukaan destinasi wisata saat pandemi dengan Peraturan Daerah (Perda). Dengan hal ini, jika ada pengelola wisata atau destinasi wisata yang melanggar peraturan langsung bisa diberikan sanksi.

“Jangan sampai muncul klaster baru covid saat obyek wisata dibuka,” tutupnya.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler