fbpx
Connect with us

Peristiwa

Selama Bulan Januari 2021, 20 Orang Positif Covid-19 di Gunungkidul Meninggal Dunia

Published

on

Wonosari,(pidjar.com)–Lonjakan kasus terkonfirmasi positif covid19 di Kabupaten Gunungkidul masih terus terjadi belakangan ini. Bahkan angka kematiannya beberapa waktu terakhir juga menunjukkan peningkatan yang signifikan. Bulan Januari menjadi bulan terbanyak kasus kematian covid19.

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul tercatat sejak Maret 2020 sampai dengan 18 Januari 2021 ada 47 orang yang meninggal terkonfirmasi positif. Dari jumlah tersebut 20 diantaranya terjadi kematian di Januari ini.

Kasus meninggal yang terjadi ini, pasien terkonfirmasi positif ada yang memiliki riwayat sakit jantung dan lainnya. Namun rerata riwayatnya masih dalam pelacakan petugas puskesmas. Bahkan ada pula yang memiliki riwayat usai menggelar hajatan di rumahnya.

“Selama pandemi ada 47 orang yang meninggal dunia,” kata Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawaty.

Dewi mengakui ada peningkatan cukup signifikan bulan Januari 2021 ini. Penyebabnya selain penyakit penyerta dari pasien, pihaknya mengakui ada kekurangan tempat tidur kritikal.

“Kita kekurangan tempat tidur kritikal, mereka juga ada riwayat sakit penyerta,” sambungnya.

Kedepan, pihaknya berupaya menambah tempat tidur kritikal saat ini masih 5 tempat tidur. Minggu depan ditargetkan bertambah menjadi 10 tempat tidur kritikal. Selama ini rumah sakit swasta di wilayah Gunungkidul sudah mulai menerima perawatan pasien covid19.

“Total terkonfirmasi positif sampai hari ini ada 1221 kasus, sembuh 920 kasus, masih dalam perawatan 254 kasus,”tambahnya.

Dinas juga mengakui kekurangan sarana dan prasarana, sehingga menyebabkan pasien meninggal dunia. Meski setiap hari menguburkan jenasah dengan protokol kesehatan, relawan Palang Merah Indonesia (PMI) cabang Gunungkidul punya trik khusus agar relawan tidak capek melakukan pemakaman prosedur covid-19.

Ketua PMI Gunungkidul Iswandoyo mengakui ada peningkatan permintaan pemakaman dengan prosedur penanganan covid-19. Setiap hari ada 15 orang relawan disiapkan penguburan jenasah menggunakan prosedur covid 19.

“Petugas dan relawan kita harus siap siaga dalam pemakaman ini,” ucap Iswandoyo.

Pemakaman dengan prosedur covid-19 tidak selalu terkonfirmasi positif kadang juga suspek, probable hingga jenasah dari luar kota. Sehingga total sejak bulan April 2020 hingga hari ini total ada 287 pemakaman dan pemulasaan jenasah menggunakan prosedur covid-19.

“Dalam sehari bisa melakukan pemakaman 3 sampai 4 kali. Ya kita tetap jaga semangat, suasana di markas dibuat sesantai mungkin,”tutupnya.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler