Pemerintahan
Selesai Distribusikan Benih, Dinas Minta Petani Percepat Pengolahan Lahan
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Mendekati musim penghujan, petani di Kabupaten Gunungkidul sejak beberapa waktu lalu mulai melakukan percepatan pengolahan lahan. Dinas Pertanian dan Pangan sendiri juga telah mendistribusikan benih unggulan tanaman pangan agar nantinya saat masuk musim penghujan, petani segera dapat melakukan aktivitas menanam benih.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Bambang Wisnu Broto mengungkapkan, sebagai persiapan musim tanam pertama di tahun 2020/2021 pihaknya telah mendistribusikan benih padi inbrida sebanyak 30 ton untuk lahan seluas 4000 hektare. Kemudian benih jagung hibrida 212,5 ton untuk lahan seluas 2000 hektarw, dan benih padi gogo 5000 hektare.
“Untuk benih-benih tanaman pangan sudah didistribusikan sejak beberapa waktu lalu,” kata Bambang Wisnu Broto, Sabtu (17/10/2020).
Selain itu, pupuk bersubsidi dari pemerintah juga mulai didistribusikan. Ia mengklaim ketersediaan pupuk bersubsidi ini dapat mencukupi kebutuhan petani Gunungkidul sampai dengan bulan Desember mendatang. Adapun jatah pupuk bersubsidi yang diterima jenis Urea mencapai 13.587 ton sudah ditebus petani sebanyak 6.133 ton, jatah pupuk NPK 5.763 ton telah ditebus 3.506 ton.
Pupuk SP-36 alokasi 782 ton sudah ditebus 391,5 ton, pupuk ZA alokasi 771 ton sudah ditebus 538 ton, dan pupuk organik 181 ton sudah ditebus 114 ton.

“Untuk yang belum melakukan penebusan pupuk kami harapkan segera mengambil jatah yang sudah ada,” tambahnya.
Mendekati musim tanam pertama ini, pemerintah dan dewan melakukan pemantauan ketersediaan pupuk. Selain pupuk bersubsidi dari pemerintah, pihaknya juga melakukan pemantauan ketersediaan pupuk di kelompok tani yang mengembangkan program unit pengolah pupuk organik (UPPO), salah satunya di Padukuhan Sawahan II, Kalurahan Bleberan, Kapanewon Playen.
Dukuh Sawahan II, Sumarno mengungkapkan poktan yang ada di wilayahnya telah berproduksi 2,5 ton pupuk organik. Pada produksi pertama ini, pupuk telah laku terjual. Kemudian berproduksi kembali sebanyak 1,5 ton. Rencananya akan kembali berproduksi untuk memenuhi kebutuhan para petani.
“Baru tahun ini kita memiliki kandang komunal, tempat fermentasi dan alat lainnya. Alhamdulillah hasilnya bagus dan minatnya juga baik,”terang Sumarno.
Adapun untuk harga pupuk organik khusus anggota poktan ini sebesar Rp 25.000 per zaknya. Sedangkan untuk petani di luar anggota seharga Rp 28.000.
-
Uncategorized4 minggu yang laluTak Ikut Aksi di Istana, PPPK Gunungkidul Tetap Serukan Desakan Kepastian Status Kontrak
-
Uncategorized3 minggu yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized4 minggu yang laluTolak Tawaran Uang Damai, Korban Penganiayaan Brutal Oknum Pesilat Bersikukuh Tak Cabut Laporan
-
Uncategorized4 minggu yang laluSiaga Darurat Gunungkidul Diperpanjang 3 Bulan, Kemarau Diprediksi hingga November
-
Uncategorized4 minggu yang laluProses Pembebasan Lahan Berproses, Sekolah Internasional Bakal Segera Dibangun di Patuk
-
Uncategorized2 minggu yang laluMerintis Watusigar Gemilang, Feri Sulistyono Usung Digitalisasi dan Transparansi Pemerintahan
-
Uncategorized4 minggu yang lalu7 Hektare Lahan Jati di Bodoyo Terbakar
-
Uncategorized4 minggu yang laluTabrakan di Jalan Lingkar Utara Piyaman, Pelajar 17 Tahun Tewas di Lokasi
-
Uncategorized4 minggu yang laluPilur Serentak Gunungkidul, 2 Kalurahan Ajukan Seleksi Tambahan
-
Uncategorized3 minggu yang laluCek Dapur MBG di Gunungkidul, Wakil Ketua Komisi VII Apresiasi SOP Pelaksanaan MBG
-
Uncategorized4 minggu yang laluKecelakaan Maut di Ponjong, Pengendara Vega Meninggal Usai Tabrakan dengan Karimun
-
Uncategorized2 minggu yang laluWarga Kelor Pertanyakan Pembangunan Tower 72 Meter, Mengaku Tak Pernah Dilibatkan
