fbpx
Connect with us

Pemerintahan

Meski di Bawah Angka Nasional, Bupati Badingah Sebut Stunting di Gunungkidul Masih Tinggi

Published

on

Wonosari,(pidjar.com)–Stunting atau bayi kerdil menjadi salah satu permasalahan yang dihadapi oleh pemerintah Kabupaten Gunungkidul. Sejak beberapa tahun belakangan, stunting menjadi perhatian pemkab dan berbagai upaya untuk penanganan terus dilakukan. Saat ini angka stunting mencapai 17,94 persen dari populasi bayi di yang ada.

Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawaty mengungkapkan, berdasarkan data yang dimiliki pada tahun 2019 lalu, angka stunting mencapai 17,94 persen menurun dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang mencapai 18,2 persen dari jumlah anak (bayi) yang ada.

“Angka stunting di Gunungkidul ini masih lebih kecil jika dibandingkan dengan kasus rata-rata nasional. Setiap tahunnya mengalami penurunan,” terang Dewi Irawaty, Jumat (16/10/2020).

Kondisi ini perlu adanya penanganan khusus dari pemerintah agar dapat mengurangi angka stunting di Gunungkidul. Paling tidak menjadi 1 digit saja atau turun sekitar 10 persen dari jumlah yang ada.

Menurutnya perlu beberapa hal diantaranya intervensi spesifik yang lebih mengarah pada ketugasan tenaga kesehatan untuk mengenalkan program penanggulangan. Kemudian intervensi sensitif, dimana hal ini lebih mendorong partisipasi masyarakat dan pihak lain dalam penanganan maupun penanggulangan.

Berita Lainnya  UNBK SMA Selesai, Masih Ada Sekolah Yang Numpang dan Jalani 3 Sesi Karena Keterbatasan Komputer

“Semua harus terlibat dalam penanganan stunting,” paparnya.

Selama ini, tidak hanya bidang kesehatan saja yang memiliki tanggung jawab dalam pencegahan dan penanganan. Akan tetapi ada beberapa instansi lain yang turut terlbiat didalamnya. Seperti Dinas Pemverdayaan Perempuan, Perlindungan Anak Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DP3AKBPMD) serta tingkat Kalurahan.

Sejak beberapa waktu lalu pemerintah Kalurahan ikut menganggarkan dana desa yang mereka kelola untuk bidang penananganan stunting.

“Kita juga upayakan ikut terlibat dalam pencegahan dan penanganan stunting. Melalui dana desa yang ada, kalurahan memiliki beberapa program pemberian makanan tambahan, rembug stunting dan lain sebagainya,” terang Subiyantoro, Kabid Pemberdayaan Masyarakat DP3AKBPMD Gunungkidul.

Sementara itu, Bupati Gunungkidul, Badingah mengatakan, angka stunting di Gunungkidul masih tergolong tinggi. Untuk itu stunting menjadi fokus penanganan pemerintah.

Berita Lainnya  Anggaran 9,8 Miliar Dialihkan, Penataan 3 Pantai Besar Ditunda

Perlu adanya penanganan khusus dan komitmen dari sejumlah kalangan untuk itu, Jumat (16/10/2020) dilakukan deklarasi Deklarasi Gerakan Terpadu Peduli Tumbuh Kembang Anak, Penurunan Stunting dan Penguatan Keluarga (Gardu Bunga Puspa).

“Beberapa hal diupayakan menyasar pada bayi dan orang tua. Faktor stunting sendiri juga beragam, mereka ada yang kurang asupan gizi sejak di kandungan dan ada faktor-faktor lainnya,” jelas Badingah.

Permasalahan gizi, perhatian hingga faktor lain menurutnya harus diperhatikan, dipecahkan masalahnya dan kemudian dicari jalan keluarnya.

Dengan adanya sinergitas penanganan dan penanggulangan ini diharapkan mampu mencetak generasi yang berkualitas dan sehat. Sehingga nantinya dapat ikut terlibat dalam pembangunan dan pemajuan daerah salah satunya di bidang kesehatan ataupun sumber daya manusia yang berkualitas serta mampu bersaing.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler