Sosial
Semangat Kaum Disabilitas Mewujudkan Indonesia Inklusi di Tahun 2030 Mendatang
Playen,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Ratusan penyandang disabilitas dari berbagai daerah berkumpul di Gunungkidul. Para penyandang disabilitas tersebut bakal mengikuti Temu Inklusi Nasional yang dihelat di Desa Plembutan, Kecamatan Playen.
Yang menarik, para peserta Temu Inklusi Nasional ini akan diinapkan di rumah-rumah warga setempat. Diharapkan dengan adanya hal ini, nantinya menjadi sarana untuk menularkan toleransi di tengah masyarakat.
Direktur Sasana Inklusi dan Gerakan Advokasi Difabel (SIGAP), Suharto memaparkan, kegiatan Temu Inklusi Nasional merupakan sarana pemyebaran ide-ide inklusi di semua stakeholder seperti pemerintah daerah, pemerintah pusat, hingga Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM).
“Kami targetkan ada 400 penyandang disabilitas yang kita inapkan di rumah-rumah warga, agar warga dapat bersama penyandang disabilitas untuk merayakan keberagaman,” katanya saat ditemui di sela-sela kegiatan di Balai Desa Plembutan, Kecamatan Playen, Gunungkidul, Selasa (23/10/2018) siang tadi.
Program yang diselenggarakan tersebut merupakan bagian dari wacana untuk menggulirkan program Indonesia inklusi pada 2030 mendatang. Rencananya kegiatan semacam ini akan diselanggarakan tiap 2 tahun dengan harapan ide-ide yang muncul nantinya mampu diserap oleh pemerintah daerah.

Sementara itu Bupati Gunungkidul Badingah mengatakan dengan digelarnya Temu Inklusi Nasional di Kabupaten Gunungkidul diharapkan dapat memberikan saran dan masukan kepada Gunungkidul dalam membuat kebijakan yang ramah difabel. Sehingga kemudian nantinya wacana yang digagas mampu terwujud.
“Kita sangat mendukung bahwa pada tahun 2030 mendatang, Indonesia inklusi akan benar-benar terwujud,” imbuhnya.
Di Gunungkidul sendiri, kata Badingah, jumlah difabel masih tergolong banyak. Dari data yang ada, tercatat 7000 penyandang disabilitas di Gunungkidul mulai dari remaja, pelajar maupun orang tua.
“Akan kita berikan fasilitas-fasilitas bagi inklusi, kita selaku pemerintah daerah bahwasanya tidak ada perbedaan antara inklusi dan siswa lainnya,” tuturnya.
Badingah menyebut, saat ini di Gunungkidul sudah terdapat sekolah inklusi sejak 1993. Sehingga anak-anak berkebutuhan khusus dapat tertampung di lokasi tersebut. Badingah sekaligus juga menegaskan komitmennya kepada kaum difabel dengan menyatakan telah membuat Peraturan Bupati no 9 tahun 2016 terkait dengan pendidikan inklusi.
“Itu merupakan komitmen pemerintah daerah Kabupaten Gunungkidul, kita terus berusaha untuk remaja yang tidak memungkinkan untuk sekolah lagi akan kami beri pelatihan agar produktif, hal serupa juga berlaku bagi orangtua agar dapat mandiri dan tidak membebani orang lain,” pungkasnya.
-
Uncategorized2 minggu yang laluTak Ikut Aksi di Istana, PPPK Gunungkidul Tetap Serukan Desakan Kepastian Status Kontrak
-
Uncategorized4 hari yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized3 minggu yang laluSakit Hati Sering Diejek Ketika Memulung Sampah, 2 Remaja Putri Nekat Bakar Sekolah
-
Uncategorized3 minggu yang laluSempat Diancam Akan Dilindas Lehernya, Dua Remaja Babak Belur Dihajar Kelompok Pemuda Silat
-
Uncategorized3 minggu yang lalu9.000 Penerima Bansos Gunungkidul Disetop karena Terindikasi Judi Online
-
Uncategorized2 minggu yang laluSaling Bajak Kader Antara PSI dan NasDem Gunungkidul Makin Seru, Ini Tanggapan Sang Ketua
-
Uncategorized2 minggu yang laluKelok 23 Tuntas 100 Persen, Akses Gunungkidul-Bantul dengan View Laut Selatan Segera Dibuka
-
Uncategorized3 minggu yang laluPenerima PKH di Gunungkidul Turun 2.000 Orang, Ini Penyebabnya
-
Uncategorized2 minggu yang laluTolak Tawaran Uang Damai, Korban Penganiayaan Brutal Oknum Pesilat Bersikukuh Tak Cabut Laporan
-
Uncategorized2 minggu yang laluBupati Turun Tangan, Polemik Seleksi Ulu-Ulu Siraman Mulai Ditelusuri
-
Uncategorized2 minggu yang laluGunungkidul Jajaki Kerjasama dengan Korea Selatan, Buka Peluang Jadi Pekerja Musiman
-
Uncategorized2 minggu yang laluSiaga Darurat Gunungkidul Diperpanjang 3 Bulan, Kemarau Diprediksi hingga November
