Connect with us

Peristiwa

Sempat Tiarap Karena Corona, Rumah Cokelat Nglanggeran Kembali Berproduksi

Diterbitkan

pada

Patuk(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Kalurahan Nglanggeran, Kapanewon Patuk meruapakan wilayah yang terkenal dengan pariwisatanya, yakni Gunung Api Purba Nglanggeran dan beberapa obyek wisata lainnya. Di wilayah ini, para warganya sejak bertahun-tahun silam mengembangkan tanaman kakao, bahkan tak sekedar memproduksi buahnya saja. Melainkan juga membuat olahannya, sayangnya dampak pandemi covid 19 yang terjadi belakangan ini menurunkan kuantitas produksi dan hasil penjualan.

Di wilayah ini, terdapat dua rumah produksi coklat yang dikelola masyarakat. Pemberdayaan masyarakat sangatlah kental di kawasan wisata ini. Sebagai contohnya, sejak tahun 2015 lalu, Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP), LIPI, dan Pemkab Gunungkidul, menggangas pembentukan Taman Teknologi Pertanian (TTP) yang didalamnya terdapat pengolahan coklat.

Berita Lainnya  Kandang Berisi Ribuan Ayam Terbakar, Kerugian Capai 70 Juta

Di TTP Nglanggeran ini, masyarakat memproduksi olahan coklat hadil panen untuk dibuat minuman, dodol dan beragam jenis lain. Produksi ini kemudian dijajakan kepada para wisatawan yang masuk dan ingin membeli buah tangan saat berkunjung ke Nglanggeran.

Salah seorang pengurus TTP Nglanggeran, Tutuk Handayani mengatakan, sebelum pandemi setiap bulan TTP Nglanggeran memproduksi kurang lebih 170 an kilo bubuk coklat yang diperoleh dari warga sekitar Kapanewon Patuk. Sayangnya 3 bulan terakhir produksi ini harus terhentu lantaran sepi permintaan, dan tidak adanya aktifitas lantaran pandemi.

“Kita sempat terhenti aktifitasnya, baru mulai lagi awal Juli 2020 kemarin kembali buka,” kata Tutik.

Terhentinya segala aktifitas wisata berdampak pada terganggunya pemasaran olahan cokelat dari kawasan ini. Pasalnya, selama ini untuk pemasaran masih mengandalkan kunjungan para wisatawan yang masuk ke Nglanggeran.

Berita Lainnya  Sempat Dikira Boneka, Pemancing Temukan Mayat di Aliran Sungai Dong Loke

Meski sudah beraktifitas kembali tapi untuk permintaan masih belum pulih seperti biasa. Tentu ada penurunan permintaan, untuk kualitas olahan sendiri tetap kami jaga,” jelas dia.

Lebih lanjut ia mengatakan, untuk penjualan secara online terkendala harga yang relatif tinggi dibandingkan coklat yang diproduksi pabrik besar. TTP menjual hasil olahan mulai Rp 13.000 hingga Rp 75.000 per produk. Dengan demikian, untuk tetap bisa produksi dan mendapatkan penghasilan, akan dilakukan kerjasama dengan rumah produksi lain.

“Nanti akan ada sinergitas dengan produksi lain seperti di Griya Coklat Nglanggetan dan yang satunya di Padukuhan Doga,” imbuhnya.

Pengurus Griya Coklat Nglanggeran, Surini mengatakan hal yang sama. Selama tiga bulan terakhir Griya coklat Nglanggeran aktifitas jual beli secara langsung sangatlah berkurang. Untuk tetap bisa menjual olahan mereka dilakukan penjualan secara online. Hanya saja memang untuk penjualan menggunakan metode ini masih minim peminat.

Berita Lainnya  Tertabrak Sepeda Motor Saat Menyeberang Jalan, Lansia Pejalan Kaki Meninggal Dunia

Daya beli tentu berkurang selama pandemi ini,”kata Surini.

Bulan biasanya, di rumah produksi ini bisa mengolah 150 sampai dengan 200 kg kakao. Namun karena kondisi seperti sekarang produksi pun juga berkurang.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Pariwisata2 hari yang lalu

Listrik Kerap Padam, Sistem Pungutan Retribusi Non Tunai di Pantai Gunungkidul Terganggu

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)–Penerapan sistem pembayaran retribusi wisata secara non-tunai di sejumlah Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) kawasan wisata pantai selatan Gunungkidul...

bisnis5 hari yang lalu

Pony Park Klaten Usung Konsep Wisata Ramah Hewan, Edukasi Interaktif Jadi Daya Tarik Utama

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Klaten,(pidjar.com)– Kehadiran Pony Park Klaten (POPA) yang dijadwalkan resmi dibuka pada 28 Juni 2026 tidak hanya menawarkan destinasi wisata...

Pariwisata1 minggu yang lalu

Libur Sekolah, Obyek-obyek Wisata Mulai Dibanjiri Siswa Study Tour

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)-Libur sekolah tahun 2026 mulai menggerakkan sektor pariwisata di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) termasuk juga di Gunungkidul. Saat...

Pariwisata4 minggu yang lalu

Camping Syahdu di Pantai Watukodok

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)– Gunungkidul memamg menjadi gudangnya wisata alam di DIY. Bagaimana tidak, gugusan pantai selatan Kabupaten Gunungkidul menyuguhkan panorama pesisir...

Pariwisata2 bulan yang lalu

Mulai Pertengahan Mei Mendatang, TPR Baron Direncanakan Hanya Layani Pembayaran Retribusi Non-Tunai

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)– Pemerintah Kabulaten Gunungkidul terus berbenah dalam memperkuat tata kelola retribusi yang lebih transparan, efisien, dan adaptif terhadap perkembangan...

Berita Terpopuler