fbpx
Connect with us

Sosial

Gelombang Pelajar Berdatangan Hendak Rayakan Kelulusan di Pantai, Nyaris Bentrok Dengan Warga

Diterbitkan

pada tanggal

Tanjungsari,(pidjar.com)–Ratusan siswa-siswi berseragam putih abu-abu yang hendak merayakan kelulusan nyaris terlibat bentrok dengan masyarakat Desa Kemadang. Warga sendiri menghalau kelompok-kelompok pelajar yang hendak merayakan kelulusan mereka di sekitar Pantai Bluluk dan Kukup. Seperti yang diketahui, untuk memutus mata rantai penyebaran pandemi covid19, Pemkab sendiri telah sejak jauh-jauh hari menutup kawasan wisata khususnya pantai dari aktifitas pariwisata.

Warga setempat, Muji menuturkan, sejak Sabtu (02/05/2020) sore, pihak telah memantau adanya gelombang kelompok-kelompok pelajar yang hendak masuk ke kawasan pantai. Berdasarkan pantauan warga, kelompok-kelompok pelajar yang datang beramai-ramai itu terdiri dari kelompok pelajar dari dalam dan luar Gunungkidul. Par pelajar berkonvoi masih menggunakan seragam yang penuh coretan.

Melihat hal itu, ia bersama dua puluh warga pesisir Desa Kemadang berinisiatif untuk melakukan penghalauan. Setiap kali ada rombongan yang datang, warga lantas meminta mereka untuk putar balik dan melarang masuk ke kawasan pantai.

Peta Sebaran Status COVID-19 di Kabupaten Gunungkidul
*Credits: https://bit.ly/statCovGK (updated)

“Kami sampai lelah menghalau, ada banyak sekali yang datang berbeda kelompok. Mulai ramai sejak Sabtu hingga sekarang,” tutur Muji, Senin (04/05/2020)

Situasi sendiri beberapa kali memanas lantaran sempat ada kelompok siswa yang menolak halauan warga. Mereka tetap bersikeras untuk memasuki kawasan pantai guna menggelar acara perayaan kelulusan.

Berita Lainnya  Momen Berkibarnya Sang Merah Putih di Lautan Lepas, Kado Tim SAR Untuk Kemerdekaan Indonesia

“Udah diberhentikan di desa dua pos. Suruh balik ndak mau. Terus lanjut ke arah Pantai Mbuluk, kami sempat kepancing emosi, ya gimana malam pagi siang sore kami jaga kok malah kaya ngece,” ungkap Muji kesal.

Senin siang ini, ratusan pelajar juga kembali berdatangan. Pasangan muda mudi ini bahkan tidak menggunakan masker.

“Seharusnya kondisi seperti ini mereka tahu dirilah, kok malah main-main berpasangan, tanpa masker,” imbuh dia.

Ia mengatakan, tak hanya siswa-siswi dengan plat nomor lokal, tak sedikit pula mereka yang datang dengan plat nomor luar daerah yang hendak memaksa masuk ke wilayah pantai. Warga pun sempat keteteran menghalau para siswa yang seakan terus berdatangan.

Berita Lainnya  Pasar Sayur Dadakan Besari Sebagai Ajang Saling Berbagi

“Yang kami takutkan kalau sampai bentrok dengan warga sini, wong kami itu sampai gak tidur e menjaga keamanan kok malah ngeyel. Untung mereka saya ajak diskusi baik-baik pada ketakutan dan balik arah,” kata Muji.

Sebelumnya, Kepala Pendidikan Menengah Gunungkidul, Sangkin menuturkan, siswa-siswi SMA/SMK di Gunungkidul lulus 100%. Dari jumlah tersebut, terdapat 9 siswa yang mengudurkan diri sebelum kelas XII.

“Kami sudah wanti-wanti kepada pihak sekolah agar mengimbau mengawasi siswa utuk tidak merayakan kelulusan dengan berlebihan,” tandas Sangkin.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler