fbpx
Connect with us

Peristiwa

Seorang Gadis Diamankan, Polisi Bongkar Makam Janin Korban Aborsi

Published

on

Tepus,(pidjar.com)–Petugas kepolisian berhasil mengungkap kasus aborsi di Gunungkidul. Temuan berupa bercak darah diselembar kain yang ditemukan di SPBU Duwet, Desa Duwet, Kecamatan Wonosari beberapa waktu lalu menjadi titik terang. Satu orang wanita yang diduga menjadi pelaku telah diamankan pihak kepolisian. Senin (03/02/2020) siang, petugas Polres Gunungkidul dengan Bidokes Polda DIY melakukan pembongkaran makam yang diduga merupakan lokasi janin malang tersebut dikuburkan.

Informasi yang berhasil dihimpun, pembongkaran kuburan orok tersebut dilakukan oleh tim gabungan Polres Gunungkidul dan Polda DIY. Proses pembongkaran sendiri saat ini berkaitan dengan penemuan bercak darah di selembar kain beserta pil diduga pengugur kandungan.

Diketahui pula, orok tersebut dikubur di sela-sela makam di TPU setempat. Orok tersebut dikubur dengan kedalaman hanya sekitar 30 cm di bawah permukaan tanah.

“Hari ini pembongkaran di Makam Puleireng, Desa Sidorejo, Kecamatan Tepus. Pembongkaran itu dilakukan oleh polisi, kaitan dengan temuan di SPBU Duwet,” ujar Kasi Pemerintahan Desa Sidorejo, Eka Sulistiana, Senin siang.

Sementara itu, diperoleh informasi pula bahwa saat ini, kepolisian telah mengamankan seorang wanita berinisial V yang merupakan warga Padukuhan Pulegundes, Desa Sidoharjo, Kecamatan Tepus yang diduga menjadi pelaku aborsi. Diduga janin yang digugurkan tersebut merupakan hasil hubungan di luar nikah.

V sendiri diketahui menjalin asmara dengan A, juga warga Kecamatan Tepus. Sebenarnya, A berniat untuk bertanggung jawab dengan menikahi V yang sebelumnya diketahui berbadan 2. Namun kemudian, V memilih untuk menggugurkannya.

“Kalau A itu kerja di Jogja, di konter,” kata salah seorang kerabat A yang enggan disebutkan namanya.

Diperoleh informasi pula, saat ini V telah diamankan saat berada di sebuah klinik di Yogyakarta. Pelaku sendiri saat ini telah diamankan di Mapolres Gunungkidul. Namun begitu pihak kepolisian dari Polres Gunungkidul maupun Polda DIY yang berada di lokasi masih enggan untuk memberikan keterangan perihal pembongkaran makam tersebut.

Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler