fbpx
Connect with us

Pariwisata

Sepekan PSTKM, Jumlah Kunjungan Wisatawan Anjlok 80%

Diterbitkan

pada

BDG

Wonosari,(pidjar.com)–Masa Pembatasan Secara Terbatas Kegiatan Masyarakat (PSTKM) di Bumi Handayani harus diakui berdampak pada sektor pariwisata. Terlebih ketatnya di lokasi di pintu perbatasan Bumi Handayani, bawasannya pengunjung dari luar daerah wajib menunjukkan surat bebas covid19 yang dibuktikan dari hasil rapid antigen memberikan pengaruh dengan turunnya jumlah kunjungan wisata.

Sekretaris Dinas Pariwisata Gunungkidul, Harry Sukmono mengatakan, penurunan jumlah wisatawan masuk ke Gunungkidul hingga 80%. Pada Senin hingga Sabtu kemarin jumlah kunjungan tinggal 26.694 orang wisatawan.

“Jadi prosentasenya tinggal 20% saja jika dibandingkan dengan hari biasa,” ujar Harry, Minggu (17/01/2021).

Kendati demikian, Harry mengatakan, memang di masa pandemi ini yang menjadi targetnya ialah tidak ada penularan corona di lokasi wisata. Hingga Januari ini, targetnya tercapai, tidak ada cluster ataupun penularan covid19 di tempat wisata.

“Ini hasil kerja pihak SAR dan gakkum, mereka sangat bekerja keras untuk mendisilpinkan wisatawan,” kata Harry.

Di masa PSTKM ini, banyak sekali wisatawan dari luar daerah yang membatalkan kunjungan. Hal tersebut lantaran surat bebas covid19 yang berasal dari rapid antigen dianggap memberatkan wisatawan.

Berita Lainnya  Mulai Dikembangkan, Goa-goa Nan Indah di Tanjungsari Ini Akan Jadi Andalan Wisata Anyar Kawasan Selatan

“Namun ini semua sudah sesuai dengan instruksi bupati, jadi harus kita tegakkan,” ucap dia.

Pemberlakuan PSTKM ini juga memiliki dampak signifikan bagi pengusaha restoran. Salah satunya pemilik restoran di Pantai Drini, Yanto.

“Banyak yang sudah order wisatawan luar daerah tapi dicancel, mereka begitu keberatan dengan surat bebas covid19 dari rapid antigen, katanya mahal dan tidak memungkinkan,” pungkas Yanto.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler