Sosial
Sidak ke Pasar, BBPOM Temukan Bahan Makanan Mengandung Pengawet Mayat
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) DIY kembali melakukan pengecekan dan pemeriksaan makanan yang beredar di Pasar Argosari, Kecamatan Wonosari. Dari belasan sampel makanan yang dilakukan uji kandiungan makanan, didapati 3 jenis makanan yang mengandung bahan berbahaya yakni formalin. Tiga bahan makanan yang mengandung formalin ini diduga beredar luas dan sering dikonsumsi oleh masyarakat Gunungkidul.
Salah seorang petugas dari Bidang Informasi dan Komunikasi, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) DIY, Wulandari mengatakan jika Senin (09/12/2019) pagi tadi pihaknya mengambil 13 sampel makanan yang sering dikonsumsi oleh masyarakat untuk dilakukan uji laboratorium. Dari belasan sampel makanan yang diambil tersebut ialah jenis klanting, teri nasi, cumi, ikan asin, tahu, bakso, roti moho dan beberapa jenis lainnya.
Setelah dilakukan uji laboratorium, dari jumlah tersebut didapati 3 makanan yang positif mengandung zat berbahaya jenis formalin.
“Setelah kami uji, untuk teri nasi, ikan asin dan cumi positif mengandung formalin,” terang Wulandari, Senin pagi saat ditemui di pasar Argosari di sela-sela sidak.
Lebih lanjut ia menjelaskan, formalin sendiri merupakan bahan yang sebenarnya tidak diperuntukkan bagi makanan. Pasalnya zat ini digunakan untuk pengawet mayat. Jika seseorang terlalu sering mengkonsumsi makanan yang mengandung formalin, tentunya dapat berdampak pada kesehatan dan memicu penyakit kanker.

Meski ada temuan zat berbahaya pada makanan yang masih beredar, Wulandari menyebut bahwa saat ini kesadaran pedagang dan produsen sudah ada perbaikan dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Jika berkaca pada setiap operasi yang dilakukan, memang masih selalu ditemui makanan yang mengandung pewarna berbahaya ataupun jenis lainnya.
“Biasanya kami temui makanan yang mengandung pewarna tekstil. Untuk kali ini nihil, dari hasil pengecekan kerupuk bewarna dan makanan berwana lainnya sudah mulai menggunakan pewarna makanan. Temuan bleng pun juga nihil,” imbuh dia.
Dengan dilakukannya kegiatan ini diharapkan menggugah kesadaran masyarakat dan produsen dalam pengggunaan campuran makanan. Misalnya agar lebih awet bisa menggunakan campuran kanji. Atau menggunakan bahan yang aman lainnya.
Ia juga menghimbau pada masyarakat untuk lebih jeli kembali dalam membeli makanan. Sekiranya makanan tersebut warnanya mencolok patut dicurigai dimungkinkan mengandung pewarna tekstil. Kemudian seperti bakso, tahu atau makanan lain yang tidak mudah hancur dimungkinkan pula mengandung formalin yang digunakan agar dagangan awet serta tahan lama.
“Untuk penjual sendiri sudah kami lakukan pembinaan. Tapi kalau untuk produsen kami agaknya kesulitan dalam pelacakan,karena mayoritas disetor dari luar daerah. Jika alamatnya jelas tentu dari BBPOM akan melakukan sidak ke lapangan,” pungkas Wulandari.
-
Uncategorized4 minggu yang laluTak Ikut Aksi di Istana, PPPK Gunungkidul Tetap Serukan Desakan Kepastian Status Kontrak
-
Uncategorized3 minggu yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized4 minggu yang laluTolak Tawaran Uang Damai, Korban Penganiayaan Brutal Oknum Pesilat Bersikukuh Tak Cabut Laporan
-
Uncategorized4 minggu yang laluSiaga Darurat Gunungkidul Diperpanjang 3 Bulan, Kemarau Diprediksi hingga November
-
Uncategorized4 minggu yang laluProses Pembebasan Lahan Berproses, Sekolah Internasional Bakal Segera Dibangun di Patuk
-
Uncategorized2 minggu yang laluMerintis Watusigar Gemilang, Feri Sulistyono Usung Digitalisasi dan Transparansi Pemerintahan
-
Uncategorized4 minggu yang lalu7 Hektare Lahan Jati di Bodoyo Terbakar
-
Uncategorized4 minggu yang laluTabrakan di Jalan Lingkar Utara Piyaman, Pelajar 17 Tahun Tewas di Lokasi
-
Uncategorized4 minggu yang laluPilur Serentak Gunungkidul, 2 Kalurahan Ajukan Seleksi Tambahan
-
Uncategorized3 minggu yang laluCek Dapur MBG di Gunungkidul, Wakil Ketua Komisi VII Apresiasi SOP Pelaksanaan MBG
-
Uncategorized4 minggu yang laluKecelakaan Maut di Ponjong, Pengendara Vega Meninggal Usai Tabrakan dengan Karimun
-
Uncategorized2 minggu yang laluWarga Kelor Pertanyakan Pembangunan Tower 72 Meter, Mengaku Tak Pernah Dilibatkan
