Pemerintahan
Status Darurat Kekeringan Akhirnya Ditetapkan, 5 Kecamatan Akan Segera Digelontor Dropping Air
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul telah menerima Surat Keputusan (SK) Bupati terkait dengan kenaikan status darurat kekeringan. Maka dari itu, dalam waktu dekat ini, BPBD akan mendapatkan anggaran dari Belanja Tak Terduga (BTT) yang bisa digunakan untuk kegiatan dropping air. Dengan demikian, program dropping air yang sempat tersendat lantaran habisnya dana.
Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Edy Basuki menjelaskan, berkaitan dengan telah ditetapkannya status darurat kekeringan ini, pihaknya akan segera kembali menggelar dropping air ke sejumlah kecamatan yang terdampak kekeringan.
“Sudah ada SK Bupati. Kita akan lakukan dropping air dengan dana BTT,” kata Edy kepada pidjar-com-525357.hostingersite.com, Selasa (10/12/2019).
Disinggung mengenai total anggaran yang diterima, Edy belum bisa mengatakannya. Dirinya beralasan, saat ini sedang dalam penghitungan di bidang anggaran.
“Nominalnya belum dihitung dengan bidang anggaran. Ada 5 kecamatan yang akan kita berikan bantuan air yakni di Kecamatan Girisubo, Rongkop, Paliyan, Panggang dan Purwosari,” terang Edy.

Ia menjelaskan, saat ini, intensitas hujan memang sudah mengalami kenaikan. Namun dirinya belum bisa memastikan apakah intensitas hujan yang mulai meningkat sudah turun secara merata di Gunungkidul.
“Memang sudah lumayan intensitas hujannya, tetapi kan kita belum mengetahui apakah bak penampungan air hujan milik warga sudah terisi atau belum. Untuk itu kami kemarin menginformasikan kepada kawan-kawan Camat, daerah mana yang masih membutuhkan droping air,” katanya.
Sementara itu Camat Girisubo, Agus Riyanto menambahkan, pantauan pihaknya selama bulan Desember ini hujan hanya turun satu kali. Sehingga air tersebut belum bisa dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar.
“Belum hujan di Girisubo hanya satu kali pada malam minggu itupun tidak deras dan hanya sebentar sehingga masyarakat belum bisa sama sekali memanfaatkan air hujan,” ucap dia.
Agus menjelaskan, Kecamatan Girisubo sendiri memiliki anggaran untuk droping air yaitu mencapai 600 tangki. Namun demikian, anggaran sudah habis sejak akhir bulan Oktober. Selama ini, warga di wilayahnya tertolong kaitannya dengan kebutuhan air lantaran banyaknya pihak ketiga yang memberikan bantuan air kepada warga.
“Untungnya dari pihak ketiga masih ada yang memberikan bantuan air bersih, kita juga sudah mengusulkan ke BPBD untuk dilakukan tambahan droping air lagi,” pungkasnya.
-
Uncategorized6 hari yang laluTak Ikut Aksi di Istana, PPPK Gunungkidul Tetap Serukan Desakan Kepastian Status Kontrak
-
Uncategorized4 minggu yang laluGegara Uang Kembalian Receh, Pelayan Bakmi Jawa Mengaku Dibentak Oknum Anggota DPRD
-
Uncategorized4 minggu yang laluKDMP Karangrejek Panen Lele 4,9 Ton, Capaian Tertinggi di Indonesia
-
Uncategorized4 minggu yang laluLurah di Gunungkidul Kompak Enggan Teken Berita Acara Serah Terima Aset KDMP, Ada Apa?
-
Uncategorized4 minggu yang laluPetani Ditemukan Meninggal Dunia di Ladang Bleberan
-
Uncategorized4 minggu yang laluCiptakan Pilur Jujur dan Bersih, Dinas Awasi Lurah Petahana
-
Uncategorized4 minggu yang laluLansia Asal Ponjong Ditemukan Gantung Diri di Kandang
-
Uncategorized3 minggu yang laluSakit Hati Sering Diejek Ketika Memulung Sampah, 2 Remaja Putri Nekat Bakar Sekolah
-
Uncategorized4 minggu yang laluGelombang Tinggi di Pesisir Gunungkidul, Rusak Perahu Nelayan Hingga Warung
-
Uncategorized2 minggu yang laluSempat Diancam Akan Dilindas Lehernya, Dua Remaja Babak Belur Dihajar Kelompok Pemuda Silat
-
Uncategorized3 minggu yang lalu9.000 Penerima Bansos Gunungkidul Disetop karena Terindikasi Judi Online
-
Uncategorized4 minggu yang laluDua SPPG di Gunungkidul Belum Kantongi SLHS
