Uncategorized
Studio Musik dan Rekaman SKB Gunungkidul Kini Lumpuh Total Gegara Alat Hingga Sound Dibawa Pulang Mantan Pejabat
Wonosari,(pidjar.com)– Sejumlah musisi di Kabupaten Gunungkidul mempertanyakan keberadaan sejumlah peralatan Studio Musik Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) yang sejak beberapa lamanya tidak lagi berada di lokasi. Tidak adanya sejumlah alat musik berdampak aktivitas latihan maupun proses rekaman yang dilakukan oleh para musisi lokal Gunungkidul yang saat ini praktis terhenti lantaran studio yang tak lagi bisa digunakan karena ketiadaan alat. Padahal, sebelumnya studio milik pemerintah ini cukup ramai oleh aktifitas para musisi lokal. Didapatkan informasi, alat musik maupun rekaman sendiri dibawa pulang oleh mantan Kepala SKB Gunungkidul.
Informasi yang dihimpun dari sejumlah musisi, Studio Musik SKB sebelumnya aktif digunakan sebagai tempat latihan dan rekaman pada periode 2022 hingga awal 2024. Saat itu, fasilitas studio dinilai masih lengkap dan mampu menunjang kebutuhan komunitas musik di Gunungkidul.
Namun, memasuki pertengahan hingga akhir 2024, berbagai peralatan mulai tidak lagi berada di studio. Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan dari kalangan musisi terkait keberadaan aset yang sebelumnya dapat dimanfaatkan secara bersama.
Salah seorang musisi Gunungkidul mengaku sempat menghubungi mantan Kepala Studio Musik SKB yang kini telah pensiun untuk menanyakan keberadaan peralatan tersebut. Saat itu yang bersangkutan membenarkan bahwa sejumlah peralatan berada di kediamannya.
“Kemarin belum lama ini saya coba tanya ke beliau dan beliau membenarkan kalau peralatan yang dulu ada di studio sekarang dibawa ke rumahnya. Tapi yang membuat saya heran, saya malah diminta rekaman di sana saja,” ujarnya.
Hal yang sama diungkapkan oleh musisi lainnya. Ia menyebut sejumlah peralatan dipinjam dan dibawa ke kediaman mantan Kepala SKB yang berada di wilayah Trowono untuk digunakan dalam kegiatan kursus musik dan hingga kini masih dimanfaatkan di lokasi tersebut.
“Beberapa peralatan dipinjam oleh yang bersangkutan dan dibawa ke rumahnya di daerah Trowono untuk kepentingan kursus musik. Sampai sekarang masih digunakan di sana,” katanya.
Disebutkan untuk saat ini, peralatan musik yang masih tersedia di Studio Musik SKB hanya berupa gitar dan keyboard. Padahal sebelumnya studio tersebut dilengkapi berbagai peralatan penunjang yang cukup lengkap.
“Kalau lengkap seharusnya masih ada drum elektrik, mixer digital, stand microphone, kabel-kabel, microphone, dan empat unit speaker monitor 12 inci,” jelasnya.
Berkurangnya fasilitas di Studio Musik SKB disebut membuat sebagian musisi memilih tidak lagi menggunakan studio tersebut untuk latihan maupun produksi musik karena peralatan yang tersedia sudah tidak memadai.
“Beberapa rekan musisi mulai malas produksi di Studio SKB. Terakhir saya ke sana, peralatan yang bisa digunakan tinggal sedikit. Selebihnya harus konfirmasi dulu kalau mau meminjam,” ungkap seorang musisi lainnya.
Berdasarkan pantauan pada 2026, Studio Musik SKB yang sebelumnya dikenal aktif sebagai ruang berkegiatan bagi komunitas musik di Gunungkidul kini tampak jauh lebih sepi. Sejumlah peralatan yang dahulu menjadi fasilitas bersama disebut sudah tidak lagi berada di dalam studio.
Sementara itu, Plt Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Gunungkidul, Syaefudin Zuhkriudin membenarkan apabila peralatan musik milik SKB Gunungkidul tersebut memang berada di rumah mantan Kepala SKB. Dari dinas sendiri akan segera melakukan invntarisir dan penertiban aset milik daerah jika memang banyak yang ada di sana.
“Tadi kami kroscek ke Plt Kepala SKB memang ada beberapa yang tidak berada di studio,” ucap dia.
Informasi yang dihimpun oleb dinas sementara ini bahwa peralatan musik tersebut berada di Trowono karena beberapa waktu lalu ada acara. Kemudian belum dikembalikan ke SKB karena ke depan akan ada acara lagi di daerah tersebut.
“Nanti akan kami komunikasikan kembali. Saya minta untuk diinventarisasi sebanarnya seperti apa,” tutupnya.
-
Uncategorized4 minggu yang laluMerintis Watusigar Gemilang, Feri Sulistyono Usung Digitalisasi dan Transparansi Pemerintahan
-
Uncategorized2 minggu yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Uncategorized4 minggu yang laluWarga Kelor Pertanyakan Pembangunan Tower 72 Meter, Mengaku Tak Pernah Dilibatkan
-
Uncategorized4 minggu yang laluPintu Depan Terkunci, Suami Temukan Istri Meninggal
-
Uncategorized3 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
-
event3 minggu yang laluZAP Fest 2026: The Glowverse Dimulai dari Yogyakarta, Raisa hingga Nassar Siap Meriahkan Perayaan Anniversary ZAP
-
Uncategorized4 minggu yang laluPemkab Gunungkidul Mulai Gunakan BTT Rp1,3 Miliar untuk Atasi Kekeringan
-
Sosial2 minggu yang laluProfil AKBP Rosana, Kapolres Gunungkidul yang Pernah Ungkap Kasus 1 Ton Sabu
-
Uncategorized4 minggu yang lalu149 Karya Inovatif ASN hingga Pelajar Gunungkidul Ramaikan Krenovamaskat Pelita Indah 2026
-
Uncategorized4 minggu yang lalu“Diri dan Liyan”, Ruang Perjumpaan Diri, Leluhur, dan Ingatan dalam Karya Dhewantara Manurung
-
Uncategorized3 minggu yang laluSempat Terdengar Mendengkur, Pria 30 Tahun di Siraman Justru Ditemukan Tak Bernyawa
-
Pemerintahan2 minggu yang laluKekeringan Meluas, 92.055 Jiwa di Gunungkidul Terdampak Krisis Air Bersih
