Connect with us

Sosial

Suka Duka Penjual Sex Toys, Dibully dan Dihujat di Medsos Namun Dagangan Laris Manis

Diterbitkan

pada

Karangmojo,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Menggeluti dunia jual beli online dengan barang dagangan yang bukan merupakan barang yang lazim diperjualbelikan bukan merupakan perkara yang mudah. Banyak suka dan duka yang harus dialami selama proses promosi yang biasanya menyasar sosial media tersebut.

Seperti Tari warga Kecamatan Karangmojo. Wanita ini nekad memilih menjual berbagai obat-obat kecantikan, obat perkasa pria serta sextoys. Bukan hal mudah bagi Tari untuk menjalani bisnisnya tersebut. Sebab pekerjaan yang dipilihnya itu bukanlah hal yang lazim di masyarakat, terutama di Gunungkidul.

"Ya kalau saya posting di facebook misalnya, banyak sekali yang membully bahkan sampai menyinggung hati saya," ucap Tari kepada pidjar-com-525357.hostingersite.com, Sabtu (17/12/2017) pagi.

Berita Lainnya  Penderita HIV/AIDS di Gunungkidul Terus Meningkat, Mayoritas Tertular Saat Merantau

Ditambahkan Tari, tidak hanya bullyan yang harus terima, tidak sedikit pula orang yang mencacinya karena memperjualbelikan barang yang dinilai tidak pantas. Menanggapi hal itu, Tari tak ambil pusing karena dirinya juga sudah siap dengan segala risikonya.

"Banyak juga yang pengen macem-macam. Yasudah kalau sampai seperti itu langsung saya blokir saja," tambah Tari.

Namun demikian, Tari tidak menampik adanya hal positif dari segala komentar baik bullyian maupun hinaan di postingannya tersebut. Sebab semakin banyak komentar yang masuk, postingan dari iklannya tersebut akan semakin banyak dilihat orang.

Anehnya, meski di laman publik banyak hujatan namun barang dagangannya tersebut justru laris manis diburu pembeli. Sejumlah orang memang memilih untuk menghubungi secara personal guna memesan barang yang ingin dibeli.

Berita Lainnya  Dideklarasikan di Yogyakarta, Jaringan Nasional Indonesia Siap Kawal dan Kritik Kebijakan Pemerintah

Untuk barang dagangan yang saat ini paling laris adalah obat pembesar dan pemanjang alat vital pria serta sextoys.

"Laris banget dua barang itu begitu nyetok tak lama langsung habis," tambah dia.

Disinggung mengenai keuntungan maupun omset yang didapat dari bisnis penjualan sex things itu, Tari enggan membenerkannya.

"Berapa ya… Ya tidak usahlah saya sebutkan," pungkas dia.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Pariwisata3 hari yang lalu

Listrik Kerap Padam, Sistem Pungutan Retribusi Non Tunai di Pantai Gunungkidul Terganggu

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)–Penerapan sistem pembayaran retribusi wisata secara non-tunai di sejumlah Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) kawasan wisata pantai selatan Gunungkidul...

bisnis7 hari yang lalu

Pony Park Klaten Usung Konsep Wisata Ramah Hewan, Edukasi Interaktif Jadi Daya Tarik Utama

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Klaten,(pidjar.com)– Kehadiran Pony Park Klaten (POPA) yang dijadwalkan resmi dibuka pada 28 Juni 2026 tidak hanya menawarkan destinasi wisata...

Pariwisata1 minggu yang lalu

Libur Sekolah, Obyek-obyek Wisata Mulai Dibanjiri Siswa Study Tour

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)-Libur sekolah tahun 2026 mulai menggerakkan sektor pariwisata di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) termasuk juga di Gunungkidul. Saat...

Pariwisata4 minggu yang lalu

Camping Syahdu di Pantai Watukodok

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)– Gunungkidul memamg menjadi gudangnya wisata alam di DIY. Bagaimana tidak, gugusan pantai selatan Kabupaten Gunungkidul menyuguhkan panorama pesisir...

Pariwisata2 bulan yang lalu

Mulai Pertengahan Mei Mendatang, TPR Baron Direncanakan Hanya Layani Pembayaran Retribusi Non-Tunai

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)– Pemerintah Kabulaten Gunungkidul terus berbenah dalam memperkuat tata kelola retribusi yang lebih transparan, efisien, dan adaptif terhadap perkembangan...

Berita Terpopuler