Peristiwa
Sungai dan Selokan Meluap, Banjir Sempat Kepung Kawasan Perkotaan
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Hujan dengan intensutas tinggi melanda kawasan Kecamatan Wonosari pada Senin (24/02/2020) sore kemarin. Akibatnya, sejumlah wilayah perkampungan di perkotaan ini sempat tergenang air. Hujan sendiri diketahui turun mulai pukul 15.00 WIB hingga pukul 17.00 WIB.
Berdasarkan pantauan pidjar-com-525357.hostingersite.com, salah satu titik terparah genangan air terjadi di Padukuhan Purwosari, Desa Baleharjo. Sungai kecil dan saluran air yang berada di wilayah padat penduduk tersebut tak mampu menampung derasnya air hujan yang sore itu memang turun cukup deras.
Aditya, salah seorang warga Padukuhan Purwosari mengatakan, genangan air mulai masuk ke wilayah perkampungan sekitar pukul 15.30 WIB. Aliran air yang terus masuk bahkan sempat membuat ketinggian genangan di sejumlah titik mencapai 50 centimeter.
“Sempat masuk ke rumah, terpaksa kami harus memindahkan barang ke tempat yang lebih tinggi,” ucap Adit, Senin malam.
Diungkapkannya, penyebab dari banjir yang terjadi di wilayahnya adalah lantaran sungai kecil yang membelah perkampungan tersebut tak mampu menampung aliran air hujan. Demikian juga dengan gorong-gorong di depan rumah-rumah warga juga meluap karena tak mampu menampung air yang cukup banyak tersebut.

Beruntung, peristiwa tersebut berlangsung tidak terlalu lama karena berselang sejam kemudian, genangan mulai surut. Namun beberapa warga terpaksa harus membersihkan rumahnya dari lumpur karena air sempat masuk ke rumah mereka.
“Ini tetangga sebenarnya sudah meninggikan lantai dekat pintu, tetapi air tetap masuk,” tambah Adit.
Di lokasi lain, selokan di Padukuhan Tegalsari, Desa Siraman juga meluap hingga menggenangi rumah warga. Akibatnya, air sempat masuk ke dalam rumah hingga ketinggian 15 cm. Warga sempat kelabakan dengan masuknya air ke dalam rumah mereka.
Salah seorang warga Tegalsari, Agus, mengungkapkan, aliran air di selokan mulai meluap sekira pukul 16.00 WIB saat hujan tengah deras mengguyur wilayah Wonosari. Luapan air dari selokan tersebut menggenangi jalan, dan bahkan masuk pula ke rumah-rumah warga.
“Sepertinya airnya berasal dari wilayah Karangrejek karena di sini dataran rendah,” jelas Agus.
Kejadian ini diperparah dengan keadaan bangunan rumah-rumah baru tak memiliki selokan yang cukup memadai untuk menampung air yang meluap dari selokan utama warga sekitar. Di mana banyak bangunan yang didirikan berhimpitan sehingga membuat selokan semakin menyempit.
“Akibat banjir ini aktivitas warga Tegalsari sempat terganggu hingga air benar-benar mulai surut pada pukul 18.00 WIB,” tandasnya.
-
Uncategorized4 minggu yang laluTak Ikut Aksi di Istana, PPPK Gunungkidul Tetap Serukan Desakan Kepastian Status Kontrak
-
Uncategorized3 minggu yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized4 minggu yang laluGunungkidul Jajaki Kerjasama dengan Korea Selatan, Buka Peluang Jadi Pekerja Musiman
-
Uncategorized4 minggu yang laluTolak Tawaran Uang Damai, Korban Penganiayaan Brutal Oknum Pesilat Bersikukuh Tak Cabut Laporan
-
Uncategorized4 minggu yang laluSiaga Darurat Gunungkidul Diperpanjang 3 Bulan, Kemarau Diprediksi hingga November
-
Uncategorized3 minggu yang laluProses Pembebasan Lahan Berproses, Sekolah Internasional Bakal Segera Dibangun di Patuk
-
Uncategorized2 minggu yang laluMerintis Watusigar Gemilang, Feri Sulistyono Usung Digitalisasi dan Transparansi Pemerintahan
-
Uncategorized4 minggu yang lalu7 Hektare Lahan Jati di Bodoyo Terbakar
-
Uncategorized4 minggu yang laluVaksin PMK Gunungkidul Tersisa 22.975 Dosis, Dikejar hingga Ternak Sasaran Terpenuhi
-
Uncategorized4 minggu yang laluTabrakan di Jalan Lingkar Utara Piyaman, Pelajar 17 Tahun Tewas di Lokasi
-
Uncategorized4 minggu yang laluABK Asal Riau Meninggal Saat Melaut di Perairan Kawasan Sadeng
-
Uncategorized4 minggu yang laluPilur Serentak Gunungkidul, 2 Kalurahan Ajukan Seleksi Tambahan
