fbpx
Connect with us

Olahraga

Tak Terkalahkan di Fase Grup, SSB Gunungkidul Football Academy Maju ke 16 Besar

Diterbitkan

pada

Wonosari, (pidjar.com)–Para pemain belia yang tergabung dalam Sekolah Sepakbola (SSB) Gunungkidul Football Academy (GFA) menorehkan hasil positif dalam kejuaraan nasional SEAFT Championship Goes To Malaysia. Dalam laga penyisihan grup yang berlangsung di Semarang, Jawa Tengah, SSB GFA yang mewakili DIY berhasil menjadi juara grup dan maju ke babak 16 besar. SSB GFA sendiri dalam fase grup ini tak terkalahkan.

Manager SSB GFA, Heri Santoso, menyampaikan seri nasional SEAFT Championship Goes To Malaysia digelar selama dua hari yang akan berakhir pada hari Minggu (23/01/2022) ini. Pada hari pertama Sabtu kemarin, GFA tergabung dalam grup bersama Integral NTB dan Alba Karawang. Semua tim yang mengikuti seri Nasional tersebut merupakan juara dan perwakilan dari wilayahnya di seluruh Indonesia.

Berita Lainnya  Hajar SMA N 1 Wonosari 4-0, SMK N 3 Wonosari Lolos ke Babak 8 Besar Lipeg

Dari hasil pertandingan pada babak penyisihan grup, GFA berhasil 2 kali kemenangan dari Integral NTB dengan skor masing-masing 1-0 dan 2-0. Sementara 2 pertandingan melawan Alba Karawang berakhir dengan skor kacamata. Atas hasil ini, GFA berhasil mengumpulkan sebanyak 8 poin dan menjadi juara grup yang otomatis melangkah ke babak 16 besar.

“Alhamdulillah pada fase grup kemarin kita belum terkalahkan,” ucapnya, Minggu (23/01/2022) siang.

Lanjutan babak 16 besar akan dipertandingkan pada hari ini, Minggu (23/01/2022) sejak pagi hari. Pada babak 16 besar GFA dijadwalkan bertemu dengan Wajar Magelang yang akan bertanding di Lapangan Yonif Raiders 400 Semarang. Ia berharap para pemain belia GFA memberikan yang terbaik dan dapat membawa pulang tiket menuju kejuaraan internasional di Malaysia.

Berita Lainnya  SMK N 2 Wonosari dan SMA N 1 Tanjungsari Raih Kemenangan Perdana di Babak 8 Besar Lipeg #5

“Mohon doa restu kepada seluruh penggiat sepakbola di Gunungkidul agar anak-anak kita bisa mengharumkan nama Gunungkidul dan DIY di kancah sepakbola nasional,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua ASKAB PSSI Gunungkidul, Joko Pitoyo menyebut bahwa prestasi sejumlah pemain muda Gunungkidul ini sekaligus membuktikan potensi sepakbola di bumi handayani. Ia menyebut bahwa potensi yang besar ini sangat memerlukan perhatian dari berbagai pihak. PSSI Gunungkidul sendiri akan melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah dalam nantinya memfasilitasi para pemain muda Gunungkidul agar bisa maksimal dalam mengembangkan bakatnya.

“Dengan fasilitas seadanya saja para pemain muda ini bisa berprestasi. Saya membayangkan apabila mereka benar-benar mendapatkan fasilitas yang mumpuni,” ujar Joko.

Salah satu yang menjadi rencana adalah membuat lapangan berstandar nasional atau internasional di Gunungkidul. Lapangan ini nantinya bisa dipergunakan bagi para pemain muda dalam berlatih. Dengan lapangan yang memadai, para pemain ini bisa mengasah teknik bermain dengan lebih maksimal. Selama ini, hampir sebagian besar lapangan sepakbola Gunungkidul memang belum dalam taraf bagus. Pun demikian dengan Stadion Gelora Handayani yang menurutnya masih belum cukup bagus dan merepresentasikan dunia sepakbola Gunungkidul.

“Akan kita perjuangkan nanti supaya Gunungkidul bisa memiliki lapangan sepakbola yang bagus. Saya kira memungkinkan kok,” tutup dia.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler