fbpx
Connect with us

Sosial

Tanaman Hanyut Tersapu Banjir, Petani Sayuran Ngawen Gagal Panen

Published

on

Ngawen, (pidjar.com)–Luapan air sungai yang membanjiri lahan pertanian warga Padukuhan Cikal, Kalurahan Watusigar, Kapanewon Ngawen saat ini sudah mulai surut. Sebelumnya hujan yang terjadi dalam dua hari terakhir menyebabkan lahan pertanian warga yang berada di dekat sungai terendam banjir. Akibat terendam banjir, sayuran yang ditanam warga memgalami kerusakan dan mengalami gagal panen.

Ketua Kelompok Tani Maju Cikal, Kuncung, saat dikonfirmasi menyampaikan, surutnya air yang menggenangi lahan pertanian milik kelompoknya saat ini juga dibarengi oleh kerusakan pada tanaman sayuran milik warga setempat. Lebih lanjut, ia mengungkapkan, tanaman terong dan tomat milik warga yang ditanam di lahan seluas 2.000 meter persegi memang berlokasi tak jauh dari sungai. Sehingga saat sungai meluap, lahan pertanian tersebut megalami banjir,

Menurut Kuncung, para petani sendiri sejak banjir terjadi, terus melakukan pemantauan. Saat air sudah berangsur surut, barukah diketahui adanya kerusakan pada tanaman mereka.

“Ada yang masih bisa lanjut, tapi banyak juga yang mati. Tanaman yang mati itu terong dan tomat, kalau yang lainnya masih aman,” terang Kuncung, Minggu (14/11/2021).

Ia mengungkapkan, usia tanam terong dan tomat yang baru sepuluh hari yang menyebabkan tanaman belum kuat ketika menghadapi aliran air banjir. Selain itu, tiang rambatan untuk pertumbuhan tanaman juga belum dipasang sehingga tanaman mudah hanyut.

“Jaraknya ada yang 35 meter dan 85 meter dari sungai, kerugian rusaknya tomat dan terong ya lumayan,” terangnya.

Menurutnya, dengan rusaknya tanaman terong dan tomat tersebut membuat warga gagal panen. Khusus di lahan tanaman yang mengalami kerusakan, ia menyampaikan jika akan membiarkannya dahulu hingga musim tanam berikutnya tiba.

“Kami menunggu saja dulu, karena memang lahannya terlalu dekat dengan sungai. Sepertinya mau dibuat sawah di masa tanam berikutnya. Alhamdulillah tanaman yang lain aman,” urai Kuncung.

Sekretaris Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Raharjo Yuwono, saat dihubungi menyampaikan, untuk kerusakan lahan pertanian di Gunungkidul akibat banjir yang terjadi, pihaknya masih menunggu laporan dari hasil pantauan petugas di lapangan. Seiring dengan surutnya genangan air, maka akan diketahui jika terjadi kerusakan pada tanaman petani. Ia mengungkapkan belum mendapat laporan terkait kerusakan tanaman sayuran milik petani Padukuhan Cikal, Kalurahan Watusigar, Kapanewon Ngawen hingga saat ini.

“Belum ada laporan, secara keseluruhan masih aman. Kalau di Cikal belum ada laporan, mungkin masih pendataan,” tutupnya.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler