fbpx
Connect with us

Pemerintahan

Kasus Aktif Covid19 di Gunungkidul Tinggal 5, Wonosari Kini Tak Lagi Penyumbang Terbanyak

Published

on

Wonosari, (pidjar.com)–Hari ini adalah hari terakhir pemberlakuan PPKM level 2 di wilayah aglomerasi DIY sebelum diputuskan turun level atau tetap berada di level 2. Dalam seminggu terakhir, penularan baru maupun kasus aktif covid19 di Gunungkidul sendiri terus mengalami penurunan yang signifikan. Merujuk data Dinas Kesehatan Gunungkidul terbaru, hingga Minggu (14/11/2021) kemarin, kasus aktif covid19 di Gunungkidul tinggal menyisakan 5 kasus saja. Yang menarik adalah untuk Kapanewon Wonosari yang sebelumnya selalu menjadi kawasan penyumbang kasus terbanyak. Saat ini, kasus aktif di Wonosari tinggal 1 kasus aktif saja.

Dinas Kesehatan Gunungkidul mencatat dalam tiga hari terakhir ini, tidak ditemukannya adanya penularan baru covid19 di Gunungkidul. Sedangkan dalam seminggu terakhir, kasus penularan baru hanya ditemukan pada tanggal 10 dan 11 November kemarin. Untuk pasien covid19 yang sembuh pada Minggu (14/11/2021) tercatat sebanyak 6 pasien. Sehingga kasus aktif yang sebelumnya tercatat sebanyak 11 kasus, saat ini tinggal 5 kasus aktif saja.

Jumlah Kapanewon yang bebas dari adanya covid19 pun juga semakin banyak. Dari 18 Kapanewon di Gunungkidul, tercatat tinggal 4 kapanewon saja yang masih ditemukan kasus aktif covid19.

Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawaty, mengungkapkan, meskipun kasus penularan dan kasus aktif covid19 di Gunungkidul menunjukkan penurunan signifikan, pihaknya tidak akan mengurangi kegiatan penanganan yang sudah berjalan sejauh ini. Pencegahan dengan menerapkan protokol kesehatan dan melakukan vaksinasi menjadi upaya efektif untuk mencegah penularan covid19.

“Kalau bidang kesehatan tidak ada kegiatan penanganan yang dikurangi. Kami selalu siap siaga. Tracing, testing, perawatan, pemantauan terus berjalan sesuai SOP,” ungkapnya, Senin (15/11/2021).

Lebih lanjut, Dewi menambahkan jika hal yang saat ini tengah diupayakan oleh pihaknya ialah meningkatkan partisipasi masyarakat dalam vaksinasi. Meskipun target vaksinasi dosis pertama sudah diatas 80%, namun penting untuk melakukan vaksinasi bagi seluruh masyarakat Gunungkidul.

“Kita masih mengejar vaksinasi,” sambungnya.

Dari laporan Dinas Kesehatan Gunungkidul, akumulasi kasus terkonfirmasi covid19 di Gunungkidul mencapai 17.992 kasus dengan rincian sebanyak 16.886 orang dinyatakan sembuh, 1031 orang meninggal dunia, dan 5 orang masih dalam perawatan.

Dengan tren semakin menurunnya penularan covid19 di Gunungkidul, Dewi menyampaikan jika tidak menutup kemungkinan Gunungkidul akan terbebas dari covid19. Sebanyak 4 Kapanewon yang masih ditemukan kasus aktif covid19 ialah Ponjong, Semanu, Tanjungsari, dan Wonosari.

“Sangat mungkin bisa terbebas dari covid19, dan kita harapkan begitu,” beber dia.

Dewi menuturkan, untuk penularan Kapanewon Wonosari sendiri saat ini terus menunjukkan trend positif. Sudah lebih dari seminggu terakhir ini, jumlah kasus di Kapanewon Wonosari hanya tinggal menyisakan 1 kasus saja. Sebelumnya, Kapanewon Wonosari selalu menjadi penyumbang terbanyak kasus covid19 di Gunungkidul. Selama 1,5 tahun pandemi, total kasus di Kapanewon Wonosari mencapai 2.197 kasus dengan 150 orang korban meninggal dunia. Jumlah kasus ini merupakan yang terbanyak diantara kapanewon-kapanewon lainnya.

“Kapanewon Wonosari menunjukan trend yang sangat bagus. Saat ini bukan lagi penyumbang kasus terbanyak di Gunungkidul,” pungkas Dewi.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler