fbpx
Connect with us

Sosial

Telah Kirim Surat ke Kepolisian, Ratusan Warga Balong Akan Demo Tuntut Pelengseran Kades Pada Senin Esok

Published

on

Girisubo (pidjar.com)–Ancaman warga Desa Balong, Kecamatan Girisubo yang akan menggelar aksi demonstrasi jika tak ada perkembangan kinerja dari Kepala Desa Balong yang selama ini dikeluhkan warga nampaknya akan dilaksanakan. Rencananya, pada Senin (26/11/2018) esok, warga akan menggelar aksi di Balai Desa Balong. Surat pemberitahuan sendiri telah dikirimkan ke Polsek Girisubo terkait dengan rencana aksi warga.

Seluruh elemen warga Desa Balong, Kecamatan Girisubo siap menggelar unjukrasa menuntut Suwardiyanto mundur dari jabatan kepala desa. Orang nomor satu di Desa Balong tersebut dinilai warga tidak becus bekerja dan telah melakukan tindakan asusila hingga mencoreng nama baik desa.

“Besok pagi kita unjukrasa ramai-ramai ke Balai Desa Balong. Bahkan kita siap konvoi khusus untuk menuntut Pak Kades dan beberapa perangkat desa yang tak professional agar mundur dari jabatannya,” terang Klimin, tokoh pemuda Desa Balong, Minggu (25/11/2018) siang tadi.

Lebih lanjut dijelaskan Klimin, titik konsentrasi berkumpulnya massa adalah di Pasar Thukluk. Tercatat tak kurang dari 200 sepeda motor sudah terdaftar dan siap ikut konvoi guna melengserkan kades dan perangkatnya tersebut. Dari Pasar Thukluk, massa rencananya melakukan konvoi terlebih dahulu sebelum akhirnya melakukan orasi di halaman Balai Desa Balong.

Adapun beberapa dosa besar yang membuat warga menuntut Kades Balong harus lengser adalah ulah kades yang telah terang-terangan mengakui berselingkuh dengan wanita yang bukan muhrimnya. Bahkan saat ini Suwardiyanto terang-terangan mengaku telah menikah siri dengan selingkuhannya tersebut.

“Akibat ulahnya Kades Suwar jarang ngantor dan ini berdampak besar pada pelayanan masyarakat. Bahkan sampai ada warga yang terpaksa menunda pernikahan lantaran surat NA belum ditanda tangani kades. Lha inikan merugikan warga masyarakat,” celetuk warga lainnya.

Tak hanya kades, warga Balong juga menuntut perangkat desa yang mengurusi pemerintahan juga mengundurkan diri. Pasalnya yang bersangkutan jarang ngantor untuk melayani masyarakat sebagaimana tugas pokok dan fungsi seorang perangkat desa.

“Kabarnya Pak Kaur Pemerintahan Desa tidak ngantor lantaran terbelit hutang ratusan juta rupiah. Gara-gara itu dia jarang ngantor lantaran dikejar-kejar penagih hutang. Memang itu urusan dia pribadi, tetapi dampaknya merugikan masyarakat luas,” kata Yanto, warga Padukuhan Ngelo.

Sementara itu, saat dikonfirmasi, Kapolsek Girisubo, AKP Mursidiyanto SH membenarkan adanya surat pemberitahuan warga yang akan menggelar penyampaian aspirasi di Balai Desa Balong. Mursidi sendiri menghimbau agar warga bisa melaksanakan aksinya dengan damai tanpa ada insiden. Kepolisian menurut Mursidi sudah menyiapkan personel guna mengamankan aksi warga itu.

“Surat pemberitahuannya sudah masuk ke kami sejak hari Kamis lalu. Dan kita siap menurunkan kekuatan penuh untuk melakukan pengamanan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” tegas Mursidiyanto.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler