fbpx
Connect with us

Peristiwa

Telan Dana Ratusan Juta, Jembatan Gatung Jeruk Legi Bakal Dibangun Ulang

Published

on

Nglipar,(pidjar.com)–Setelah mendapat terjangan banjir saat bencana Siklon Dahlia bulan November lalu, Jembatan Gantung Jeruk Legi Klegong akhirnya bakal direnovasi. Atas dasar dimulainya pengerjaan ini, peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan Jembatan Jeruk Legi Klegong, Desa Katongan, Kecamatan Nglipar, telah dilakukan pada Rabu (28/02/2018) siang tadi.

Sekretaris Desa Katongan, Harino mengatakan, jembatan ini mengalami kerusakan berat sejak diterjang banjir Kali Oya saat bencana 28 November 2017 lalu. Padahal, jembatan yang dibangun sebagai bentuk karya bakti TNI tahun 2015 lalu tersebut, sangat vital bagi masyarakat.

"Jembatan ini penghubung antara Desa Katongan Nglipar dengan Desa Watusigar Ngawen. Sering dilewati warga sebagai akses ekonomi maupun pendidikan," ujarnya kepada pidjar.com.

Perbaikan jembatan milik desa ini akan dilakukan langsung oleh Posko Mangkubumi dibantu LPPM Atmajaya Yogyakarta. Inisiasi ini terbentuk berawal dari banyaknya kebutuhan logistik yang diterima pasca bencana, membuat warga meminta agar bantuan dialihkan ke pengerjaan jembatan.

"Bantuan logistik saat itu sangat menumpuk. Daripada berlebihan dan melihat jembatan gantung kami rusak sementara ini sangat penting bagi kami. Selama ini masih bisa dilewati tapi buat yang punya keberanian lebih," jelas dia.

Sementara itu, Koordinator Posko Mangkubumi, Krispatje mengatakan, untuk membangun ulang jembatan tersebut dibutuhkan biaya kurang lebih Rp 150 juta. Namun saat ini pihaknya masih memiliki Rp 70 juta yang didapatkan dari dana bantuan relawan. Meski begitu, pihaknya tetap bergerak melakukan pengerjaan agar tidak tertunda terlalu lama.

"Kalau kami menunggu hingga dananya terkumpul Rp 150 juta, nanti malah ditunda lama. Sementara keberadaan jembatan ini sangat vital bagi warga," jelas dia.

Adapun proses pengerjaan ini akan dibangun ulang mengingat kondisi kerusakan cukup parah hingga tidak dapat direnovasi. Nantinya, jembatan akan ditutup maksimal selama 3 bulan hingga jembatan gantung siap digunakan.

"Konsekuensinya warga harus memutar jalan sepanjang 7 km. Kalau melewati jembatan, jarak yang ditempuh dari Watusigar sampai Dusun Jeruk Legi hanya 1,5 km saja. Target kami selesai 2,5 bulan maksimal 3 bulan," terangnya.

Krispatje melanjutkan, pihaknya berinisiatif membangun jembatan berawal ketika Posko Mangkubumi ingin fokus membantu tidak hanya sekedar menyumbang saja, melainkan juga sampai ke rescue dan recovery. Melihat jembatan yang sangat vital tersebut rusak, serta adanya permintaan masyarakat, serta berdasarkan atas pertimbangan lainnya, akhirnya disepakati untuk membangun ulang jembatan gantung Jeruk Legi.

"Nanti tenaganya dari warga sendiri sedangkan untuk bagian teknisnya kami bekerja sama dengan kontraktor pihak ketiga. Hal ini dilakukan supaya jembatan lebih awet," jelas dia.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler