fbpx
Connect with us

Sosial

Terapkan e-Voting, Pemilihan Ketua OSIS di SMP N 1 Tepus Berlangsung Cepat dan Hemat

Diterbitkan

pada tanggal

Tepus, (pidjar.com)–Saat ini, demokrasi menjadi salah satu elemen terpenting. Untuk itu, tentunya membutuhkan penanaman pemahaman tentang demokrasi sejak dini. Dewasa ini, sejak di lingkungan sekolah, para siswa mulai diperkenalkan dalam hal demokrasi, salah satunya adalah dalam ajang pemilihan Ketua OSIS. Prosesi dalam pemilihan Ketua OSIS di sekolah-sekolah sendiri meniru persis segala tahapan dalam pesta demokrasi yang lebih tinggi, termasuk dalam kampanye hingga pemilihan secara langsung.

Seperti yang dilakukan oleh para siswa SMP Negeri I Tepus pada Jumat (13/09/2019) pagi tadi. Ratusan siswa menyalurkan suaranya untuk memilih Ketua OSIS. Yang menarik, dalam pemilihan yang dilakukan ini, panitia pemilihan Ketua OSIS mulai memanfaatkan teknologi yang ada.

Sedikitnya 377 siswa telah melaksanakan e voting dengan memanfaatkan 12 komputer yang ada di sekolah. Adapun yang digunakan untuk voting sendiri diambil dari Google form.

“Pemilihan Ketua OSIS sebenarnya memang program tahunan dari sekolah kami. Tapi untuk e voting baru kami laksanakan tahun ini,” kata Kepala SMPN I Tepus, Heriyanto kepada pidjar.com di sela-sela pemungutan suara.

Menurutnya banyak keuntungan yang didapat dalam melakukan e voting. Selain menghemat anggaran, e voting juga mempercepat waktu pelaksanaan pemilihan osis.

Berita Lainnya  Rayakan Ulang Tahun Seabad, Yayasan Kanisius Bagikan Puluhan Tangki Air Bersih di Daerah Terdampak Kekeringan

“Yang jelas kami melakukan penghematan kertas, paling hanya membutuhkan stempel kertas untuk presensi,” imbuh Heri.

Di sisi lain, pelaksanaan e voting sendiri nantinya diharapkan akan menjadi bekal siswa-siswi di masa akan datang. Yang mana semua kegiatan yang berkaitan dengan hak dan kewajiban warga negara secara praktis memanfaatkan teknologi.

“Kalau sistem konvensional mengandalkan perhitungan manual, sedangkan e-voting mampu melakukan pengiriman langsung dari perangkat komputer tempat pemilihan ke komputer server. Adapun sistem konvensional, pengiriman dilakukan secara fisik dan berjenjang waktu,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Kepala SMPN I Tepus Bidang Kesiswaan, Jayadi mengatakan, dalam pelaksanaannya, setelah seluruh siswa melakukan e voting, para kandidat terpilih dengan cepat akan mengetahui hasilnya. Mekanismenya pun cukup mudah, di mana saat jam pelajaran, satu per satu siswa dipanggil menuju ke laboratorium TI. Mereka kemudian memilih calon Ketua OSIS yang ada.

Berita Lainnya  Operasi Keselamatan 2018 Resmi Digelar, Polisi Incar Pelanggaran Yang Jadi Pemicu Kecelakaan Lalu Lintas

“Tidak mengganggu KBM, waktu sangat cepat, dimulai pagi tadi saat KBM mulai, pukul 11.00 sudah diketahui hasilnya,” ucap dia.

Dalam pelaksanaannya pun, dikatakan Jayadi, siswa-siswi lebih antusias. Terlihat, dari 380 siswa yang ada hanya 3 siswa yang tidak ikut dalam pemilihan karena memang berhalangan tidak berangkat sekolah.

“Bisa dilihat ya dari keikutsertaan siswa, lebih antusias dari proses kampanye visi misi hingga penyelenggaraan pemungutan suara,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Disdikpora Kabupaten Gunungkidul, Bahron Rosyid mengapresiasi sejumlah sekolah yang telah mengaplikasikan teknologi dalam proses demokrasi. Hal ini merupakan rangkaian edukasi di mana teknologi tak melulu memiliki dampak negatif.

“Ini akan menjadi makna ganda yang pertama anak-anak belajar demokrasi dan belajar teknologi yang mana tak hanya alat bermain bagi anak tapi juga bisa digunakan untuk menyalurkan aspirasinya,” tandas Bahron.

Iklan
Klik untuk Komentar
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler